Budi Arie MINTA MAAF usai Bicara 'Potensi Pemilu 2029 Dipercepat.'

Edisi: 1.515
Halaman 4
Integritas |Independen |Kredibel

      Potret: KT|Properti

Ringkasan Berita:

• Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi meminta maaf buntut pernyataannya yang menyebut adanya potensi percepatan Pemilu 2029.

• Budi Arie menegaskan, pernyataannya itu adalah pendapat pribadi dan bukan sikap resmi dari Projo.

• Selain itu, Budi Arie juga meminta kepada seluruh pihak agar tidak mengaitkan pernyataannya dengan Jokowi.

• Budi Arie juga mengaku siap menerima konsekuensi apapun buntut pernyataannya tersebut.

JAKARTA, KUPANG TIMES - Ketua Umum Pro Jokowi (ProJo) Budi Arie Setiadi meminta maaf terkait pernyataannya yang menyebut adanya Potensi Percepatan Pemilu 2029.

adapun pernyataannya itu viral melalui sebuah potongan video dalam sebuah forum yang turut dihadiri oleh Presiden Ke-7 RI Joko Widodo.

Pernyataan Budi Arie memicu berbagai kritik keras dari berbagai pihak.

"sehubungan dengan viral-nya pernyataan dan analisa saya dalam sebuah pertemuan di Jakarta baru-baru ini, yang menimbulkan spekulasi dan berbagai salah penafsiran.!

saya Budi Arie Setiadi memohon maaf bagi pihak-pihak yang kurang berkenan dan nyaman dengan pernyataan saya tersebut."|Budi Arie, dalam unggahan video, dilansir dari Tribunnews.com, Rabu (26/08/26).

Budi Arie menegaskan, pernyataannya tersebut bukanlah sikap resmi dari Projo, tetapi merupakan analisis pribadi.

Budi Arie mengungkapkan, pernyataannya itu tidak berkaitan dengan Jokowi.

"Saya ingin menyampaikan bahwa pernyataan dan analisa tersebut merupakan pernyataan dan analisa pribadi saya, 

lalu pernyataan tersebut tidak ada hubungan dan mengkaitnya dengan Bapak Joko Widodo."|Budi Arie

Budi Arie mengatakan, dirinya siap menerima konsekuensi apapun buntut dari pernyataannya tersebut.


cukup tahu • sebelumnya, Budi Arie mengajak para audiens untuk tidak terpaku pada skenario politik konvensional menuju Pemilu 2029. 

hal itu disampaikan Budi Arie di hadapan Jokowi dalam sebuah forum Bulan Kemerdekaan RI yang digelar di Jakarta.

dengan nada serius, Budi Arie menyinggung insting politiknya mengenai kemungkinan adanya percepatan.

"Saya ingin sampaikan, tadi saya udah bisik ke Pak Jokowi, 'Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029.?' 

apakah kita mau.? belum tentu kita mau.. Kita masih ngomong ke Pemilu 2029.! 

Kalau terjadi percepatan gimana.? Kita siap, enggak.?"|Budi Arie, yang langsung dijawab seruan "Siap.!" dari audiens.

lebih jauh, Budi Arie mendeskripsikan kondisi masyarakat saat ini sebagai sebuah anomali.

Budi Arie membandingkan dinamika sosial dan ekonomi saat ini dengan patahan sejarah pada masa transisi Orde Baru ke Reformasi tahun 1997-1999.

"ini terjadi yang namanya kalau menurut pendapat saya terjadi yang namanya patahan sejarah, bagaimana tahun 97 itu tiba-tiba pemilu berikutnya 99,

dan potensi ini bukan tak ada, sangat besar dengan keresahan masyarakat dan kondisi ekonomi saat ini yang betul-betul tidak membuat masyarakat happy."|Budi Arie

POLEMIK,

Tanggapan PSI, 

Pernyataan Budi Arie tersebut mendapatkan Kritik Keras dari berbagai pihak, antara lain:

Ketua DPP PSI Bestari Barus menilai, pernyataan Budi Arie bisa berpotensi untuk merusak hubungan Prabowo dan Jokowi.

hal itu, bisa dilihat dari video yang memperlihatkan gestur Jokowi yang tidak nyaman atas pernyataan Budi Arie.

"Kalau dia bicara Projo menyatakan siap, silakan aja dia bergerak dengan dirinya sendiri dan perangkatnya, 

Kenapa harus menunggu ada Pak Jokowi baru ngomong begitu.? 

Jadi ini orang yang ingin mengadu domba antara Pak Jokowi dengan Pak Prabowo.. dari gestur, sangat tidak nyaman Pak Jokowi berada di tempat itu."|Bestari

Bestari mengingatkan, sebagai pendukung sejati Jokowi seharusnya tegak lurus mengawal pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, bukan melontarkan pernyataan yang memicu kegaduhan.

Bestari menyindir manuver Budi Arie tidak lebih dari sekadar upaya mencari posisi tawar politik yang terbilang receh.

"untuk bargaining-bargaining kecil mungkin ya. Kalau bargaining besar kan enggak mungkin, orang udah pernah dipecat jadi menteri apa segala macam enggak mungkin lagi bisa membuat bargaining besar,

Ada apa.? Anda siapa.? Kan begitu.!"|Bestari

Tanggapan PDI-P, 

Guntur Romli mengatakan, pernyataan yang disampaikan mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) itu tidak tepat, karena Indonesia sedang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja seperti terjadi bencana di berbagai daerah.

selain itu, Guntur Romli menilai, Budi Arie dan Jokowi tengah haus kekuasaan buntut dari pernyataannya tersebut.

"Kok bisa-bisanya Budi Arie nyerocos di samping Jokowi.? Soal kemungkinan percepatan 2029 ini, kesannya Budi Arie dan Jokowi yang haus kekuasaan."|Guntur Romli, dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Rabu (26/08/26) 

Tanggapan PAN, 

sementara Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Muladi juga mengkritik pernyataan Budi Arie.

Viva menegaskan, jalannya sebuah negara berdasarkan konstitusi, hukum, dan mandat rakyat, bukan sekadar berdasarkan insting politik semata.

Viva menekankan, insting politik sangat berbeda dengan fakta konstitusi, dan spekulasi politik berbeda dengan realitas politik.

"Jangan setiap riak sosial dibaca sebagai patahan sejarah,

Kritik harus dijawab dengan perbaikan kebijakan, bukan dengan spekulasi politik."|Viva

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Politik, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: ProJo, PSI, PAN, PDI-P, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®