4 Anak Michael Hartono, TERIMA Warisan Saham IDR 55 Triliun per-Orang.!

Edisi: 1.502
Halaman 3
Integritas |Independen |Kredibel

      Potret: Djarum|Properti

JAKARTA, KUPANG TIMES - anak-anak dari almarhum pengusaha kawakan Indonesia, Michael Bambang Hartono, menerima pengalihan saham bernilai sedikitnya USD 2,93 Miliar atau sekitar IDR 55 Triliun per-orang di perusahaan induk (holding) keluarga.

Pengalihan aset tersebut menandai salah satu proses transfer kekayaan terbesar di kawasan Asia dalam beberapa tahun terakhir.

cukup tahu • Michael Bambang Hartono meninggal dunia pada Maret lalu di usia 86 tahun.

Semasa hidupnya, Michael bersama saudaranya, Robert Budi Hartono, menguasai lebih dari separuh saham PT Bank Central Asia Tbk (BCA), bank dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia, serta berbagai lini bisnis lainnya melalui perusahaan induk PT Dwimuria Investama Andalan.

Pembagian Warisan Michael Bambang Hartono, 

dikutip dari The Star, Rabu (12/08/26) berdasarkan dokumen pelaporan resmi pemerintah, kepemilikan 49% saham milik Michael di Dwimuria kini telah dibagi secara merata kepada 4 (empat) orang ahli warisnya.

Berdasarkan kepemilikan saham Dwimuria di Bank Central Asia saja, porsi saham milik mendiang Michael di perusahaan induk tersebut diperkirakan bernilai setidaknya USD 11,7 Miliar atau sekitar IDR 209 Triliun per-11 Agustus 2026.

selain saham di bank, anak-anak almarhum juga memiliki porsi kepemilikan di berbagai sektor dalam jaringan bisnis keluarga Hartono yang membentang dari perbankan, industri rokok, pusat perbelanjaan, hingga perkebunan.

Keluarga ini merupakan pemilik PT Djarum, salah satu produsen rokok kretek terbesar di Indonesia.

Pembagian warisan ini menjadi contoh terbaru dari transisi kekayaan konglomerat papan atas Asia yang mulai diturunkan ke generasi penerus.

Nilai transfer kekayaan keluarga Hartono ini bahkan melampaui warisan mendiang Wee Cho Yaw, pendiri United Overseas Bank Ltd (UOB) asal Singapura, yang meninggalkan aset senilai sekitar USD 10 Miliar. 

Berdasarkan data Bloomberg Billionaires Index per 11 Agustus, keluarga Hartono mencatatkan total kekayaan bersih gabungan mencapai USD 28,6 Miliar atau sekitar IDR 511 Triliun, yang mengukuhkan posisi mereka sebagai keluarga terkaya di Indonesia.

Pihak perwakilan keluarga Hartono menolak memberikan komentar terkait dokumen pelaporan warisan tersebut.

Kekayaan dua bersaudara Hartono tersebut melonjak drastis setelah mereka sukses mengembalikan dan memperluas bisnis rokok kretek peninggalan sang ayah, serta melakukan ekspansi bisnis ke sektor keuangan.

Bank Central Asia kini tumbuh menjadi bank terbesar di Indonesia berdasarkan nilai pasar yang mencapai sekitar USD 44 Miliar. 

Sementara itu, dalam dokumen pelaporan terpisah, Victor Hartono yang merupakan putra sulung Robert Budi Hartono kini telah meneruskan kepemimpinan ayahnya dengan menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) PT Djarum.

Sebelum menduduki posisi CEO, Victor menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) di perusahaan tersebut. • sedangkan, dikutip dari Kompas.com (03/08/26), Robert Budi Hartono sendiri resmi menjadi satu-satunya Pemegang Saham Pengendali Terakhir (PSPT) PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA.

Status tersebut diperoleh setelah Bambang Hartono meninggal dunia.  

Perubahan pengendalian itu telah dicatat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Surat Nomor SR 21/PB.333/2026 tertanggal 29 Juli 2026. 

Surat tersebut diterima oleh BCA pada 30 Juli 2026.

Corporate Secretary BCA Rudy Budiardjo, menjelaskan, perubahan pengendalian terjadi karena Bambang Hartono sebelumnya merupakan salah satu pemegang saham PT Dwimuria Investama Andalan (DIA), perusahaan yang menjadi pengendali BCA.

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Bisnis, Keuangan, Hukum, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: Kompas, Bloomberg, the Star, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®