Edisi: 1.474
Halaman 1
Integritas |Independen |Kredibel
JAKARTA, KUPANG TIMES - isu pengadaan 1,8 Juta Unit Kipas Angin senilai IDR 1,8 Triliun untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) menjadi perbincangan di media sosial dan dibahas dalam rapat DPR-RI.
isu tersebut memicu pertanyaan mengenai kebenaran pengadaan maupun besaran anggarannya.
sejumlah pihak pun angkat bicara, mulai dari anggota DPR-RI yang mempertanyakan informasi tersebut • Menteri Koperasi RI menegaskan, pengadaan tersebut bukan program Kementeriannya • hingga PT Agrinas Pangan Nusantara yang menilai tudingan tersebut tidak didasarkan pada data yang benar.
Berikut, rangkuman polemik mengenai isu pengadaan kipas angin IDR 1,8 Triliun untuk KopDes Merah Putih.
DPR-RI Pertanyakan Pengadaan Kipas Angin senilai IDR 1,8 Triliun,
Anggota Komisi VI DPR-RI Fraksi PDI-P, Mufti Anam, dalam rapat kerja dengan Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono menyoroti pengadaan 1,8 juta unit kipas angin senilai IDR 1,8 Triliun untuk KopDes Merah Putih yang viral di media sosial.
Anam mempertanyakan spesifikasi anggaran jumbo tersebut karena dinilai tidak wajar dibandingkan harga pasar.
"Izin ke Bapak Menteri.. hari ini rakyat sedang dihebohkan dengan isu adanya pengadaan kipas angin 1,8 juta yang nilainya IDR 1,8 Triliun.?
lalu kemudian dari isu ini, kami coba mencari informasi, tetapi kami tidak dapat satu informasi pun dari pemerintah adanya pengadaan ini."|Mufti (Legislator RI) Rabu (15/07/26).
Anam mengatakan, dirinya telah mencari informasi ke pihak-pihak terkait.
Namun, tidak ada pihak berani jawab isu tersebut.
"Nah, maka pada kesempatan ini kami ingin tanya kepada Pak Menteri, isu soal pengadaan 1,8 juta kipas angin dengan anggaran IDR 1,8 triliun itu betul tidak, Pak.?"|Mufti (Legislator RI)
Anam mengatakan, berdasarkan pantauannya di e-commerce, harga satuan kipas angin model standing berkisar di angka IDR 300 Ribu.
harga tersebut seharusnya bisa jauh lebih murah jika dibeli dalam jumlah massal.
"itu kipas angin yang standing loh, Pak.. yang hembusan anginnya bisa mungkin bisa apa.? Menghempaskan tikus-tikus di KDMP begitu."|Mufti (Legislator RI)
Bantah Proyek Kementerian Koperasi,
menanggapi hal itu, Menkop Ferry Juliantono membantah bahwa; proyek tersebut agenda Kementerian Koperasi.
Anam menjelaskan, ada jenis kipas angin industri tertentu yang harganya memang mahal.
"Soal kipas angin ini saya enggak tahu.. ini kalau pengadaannya bukan kami, Pak.. tetapi rasanya angka yang yang ada itu kalau bentuk kipas anginnya yang model ada di Imatsu MDF itu harganya di Shopee ini 11.465.000.. tetapi itu, saya enggak tahu persis."|Ferry (Menkop RI)
Bukan Kipas Angin Kos-kosan,
selain itu, Ferry membantah kipas angin yang dimaksud bukan kipas angin berbahan plastik.
"Ah, itu kipas anginnya bukan kipas angin kos-kosan, itu kipas angin, kalau kipas angin kos-kosan yang plastik."|Ferry (Menkop RI) saat ditemui di TMII, Jakarta Timur, Kamis (16/07/26).
Namun, Ferry mengatakan, dirinya tidak mengetahui detail pengadaan tersebut.
Ferry menegaskan, pengadaan itu bukan berada di bawah kewenangan Kementerian Koperasi.
"Saya kurang tahu, itu bukan di Kementerian Koperasi."|Ferry (Menkop RI)
Tanggapan Agrinas,
Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo de Sousa Mota, menyayangkan sikap anggota dewan yang dinilainya berbicara tanpa data prudent.
"sehingga sebetulnya, itu sebetulnya sikap-sikap beliau seperti itu sangat merendahkan dan tidak menjunjung tinggi kehormatan badan Dewan Perwakilan Rakyat."|Joao (Dirut PT Agrinas Pangan Nusantara) saat ditemui di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Kamis (16/07/26).
Joao mengingatkan agar anggota dewan dapat mengumpulkan data sebelum berbicara, sehingga tidak menjadi narasi yang hanya memprovokasi masyarakat.
Joao mengajak semua pihak bersatu mendukung pembangunan desa ketimbang melontarkan tudingan tidak berdasar.
saat ditanya mengenai kebenaran kabar pengadaan IDR 1,8 Triliun tersebut, Joao enggan menjawab tegas dan justru meminta penuduh menjelaskan sumber datanya.
"Kan harus ada ketepatan, harus ada kebenaran, dan harus ada kejujuran daripada data itu,
Karena kalau tidak, menjadi satu fitnah yang seolah-olah hanya memprovokasi masyarakat."|Joao (Dirut PT Agrinas Pangan Nusantara)
Joao mengatakan, Agrinas tidak hanya mengadakan mobil pikap untuk Kopdes Merah Putih, melainkan total 26 jenis sarana dan prasarana.
terkait rinciannya, Joao meminta wartawan mengecek unggahan media sosialnya.
"Rincian detailnya nanti mungkin bisa baca di kemarin waktu saya kasih di salah satu media sosial, itu kan saya sempat di-broadcast, itu di situ ada detail harganya satu per satu dan barangnya,
mungkin itu lebih detail dari pada saya ngomong di sini, pasti juga tidak lengkap."|Joao (Dirut PT Agrinas Pangan Nusantara)
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Politik,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: Kemenkop RI, PT Agrinas Pangan Nusantara, Komisi VI DPR-RI,
| Penerbit: Kupang TIMES
