Gedung Perpustakaan DIROBOHKAN untuk Bangun KopDes Merah Putih, Siswa SDN Tlogo 2 Blitar KEHILANGAN Ruang Baca.?

Edisi: 1.474
Halaman 3
Integritas |Independen |Kredibel

      Potret: KC|Properti

KAB. BLITAR, KUPANG TIMES - beberapa siswa SDN Tlogo 2, Desa Tlogo, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, terlihat bermain di bawah pohon di halaman sekolah. 

sebagian lainnya duduk mengobrol dengan temannya. 

riuh teriakan para siswa yang sedang menunggu jemputan pulang itu terdengar bersahutan dengan suara pukulan palu dan gergaji pekerja yang sedang memasang atap bangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang berdiri persis berhimpitan dengan kompleks sekolah.

sementara di salah satu ruang kelas, terlihat 3 (tiga) siswa perempuan sedang mengamati tumpukan buku di salah satu sudut ruang kelas.

dua dari siswi terlihat sudah menemukan buku yang mereka pilih dan masing-masing mulai membuka satu buku cerita bergambar, tetapi satu siswi lagi belum menemukan buku yang ia inginkan.

mau baca buku yang ini.. tapi enggak bisa ambilnya."|Kata siswi itu kepada Kepala Sekolah SDN Tlogo 2, Sugianto, yang sedang memandu Jurnalis Kompas melihat tumpukan buku koleksi perpustakaan sekolah, Selasa (14/07/26). 

Siswi tersebut menunjuk pada satu buku yang tertindih tumpukan buku-buku lainnya sehingga dirinya kesulitan mengambilnya. 

Sugianto menarik buku itu dan memberikannya kepada si anak didik.

mereka sedang menunggu dijemput keluarga, karena kegiatan hari ini sudah selesai.. mungkin mau mengisi waktu menunggu dengan baca buku."|Sugianto (Kepsek SDN Tlogo 2) 

tumpukan buku-buku yang tingginya sekitar 1,5 meter itu adalah koleksi perpustakaan SDN Tlogo 2. 

Namun, sekitar dua bulan lalu, ruang perpustakaan sekolah dirobohkan oleh kontraktor proyek pembangunan gerai KDMP Desa Tlogo.

sebelumya, koleksi perpustakaan itu ditumpuk begitu saja di teras salah satu bangunan SDN Tlogo 2 yang rusak. Baru menjelang libur panjang sekolah, Sugianto meminta agar ribuan buku itu dipindahkan ke salah satu ruang kelas agar tidak rusak.


Belum ada Ruang Pengganti,

SDN Tlogo 2 yang terletak persis di seberang Kantor Desa Tlogo merupakan sekolah hasil penyatuan (merger) 3 (tiga) Sekolah Dasar Negeri, antara lain: SDN Tlogo 1 • SDN Tlogo 3 • dan SDN Tlogo 2. 

Bangunan SDN Tlogo 1 dan SDN Tlogo 2 itu berdiri berhimpitan sehingga setelah penyatuan, bangunan dan lahan SDN Tlogo 1 dimanfaatkan untuk kegiatan SDN Tlogo 2.

Pemerintah Desa Tlogo mengklaim lahan yang digunakan SDN Tlogo 2, termasuk SDN Tlogo 1 adalah aset desa. 

Namun, tanpa ada komunikasi yang baik dengan SDN Tlogo 2, Pemerintah Desa Tlogo mengincar lahan bekas SDN Tlogo 1 untuk disedikan sebagai lokasi pendirian gerai KDMP sejak akhir 2025 lalu. 

Ketika rencana Pemerintah Desa Tlogo mengambil alih lahan bekas SDN Tlogo 1 itu terdengar luas, pihak SDN Tlogo 2 dan komite sekolah yang beranggotakan perwakilan wali siswa, menyampaikan keberatan mereka. 

Karena bangunan bekas SDN Tlogo 1 itu memang masih kami gunakan. Salah satunya untuk ruang perpustakaan. Juga ruang kepala sekolah dan ruang sanggar tari siswa."|Sugianto (Kepsek SDN Tlogo 2) 

Negosiasi berlangsung alot antara pihak SDN Tlogo 2 dan Pemerintah Desa Tlogo dengan institusi TNI di belakangnya.

Kira-kira negosiasi itu berlangsung lima bulan sejak awal 2026 sampai diputuskan gerai KDMP tetap dibangun di lahan bekas SDN Tlogo 1."|Sugianto (Kepsek SDN Tlogo 2) 

salah satu wali siswa yang juga anggota komite sekolah SDN Tlogo 2, Muslikah mengatakan, di tengah proses negosiasi, komite sekolah sebenarnya sudah berkompromi pada rencana pengambil-alihan lahan bekas SDN Tlogo 1 untuk pendirian gerai KDMP.

hanya saja, perobohan gedung sekolah yang difungsikan sebagai ruang perpustakaan dan sanggar tari baru boleh dilakukan setelah bangunan pengganti telah siap untuk digunakan. 

ada bangunan dengan tiga ruang yang bisa dijadikan pengganti.. tapi bangunan itu sudah rusak, tidak layak pakai.. nah, kami minta bangunan ini diperbaiki dulu hingga siap pakai baru bangunan yang akan digunakan KDMP dirobohkan."|Muslikah (Anggota Komite SDN Tlogo 2) 

Muslikah mengungkapkan, Komite sekolah telah beberapa kali mengadu ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar, namun tidak juga ada titik temu.

sekitar pertengahan Mei 2026 lalu, pelaksana proyek pembangunan gerai KDMP mulai merobohkan bangunan yang digunakan sebagai ruang perpustakaan, sanggar tari dan ruang kepala sekolah. 

Ribuan koleksi buku milik perpustakaan dipindahkan di teras bangunan sekolah yang rusak.


Kunjungan Rutin ke Perpustakaan, 

aksi Perobohan Bangunan Ruang Perpustakaan dan Sanggar Tari sebelum bangunan pengganti siap digunakan membuat para guru dan wali siswa terkejut sekaligus kecewa. 

usai aksi perobohan, pekerja langsung memasang pagar seng pembatas yang mengurangi luas halaman sekolah. 

sejak saat itu, kegiatan ekstra kurikuler tari bagi siswa dilakukan di halaman sekolah. • sedangkan kegiatan olahraga siswa yang sebelumnya menempati halaman sekolah harus berpindah ke lapangan desa yang terletak sekitar 1 kilometer dari lokasi sekolah.

Kini, siswa tidak memiliki kesempatan dan akses untuk membaca buku koleksi perpustakaan sekolah. 

minat baca siswa SDN Tlogo 2 ini cukup bagus.! 

Kebiasaan membaca di sekolah bisa dibawa ke rumah untuk menekan kecanduan anak pada gadget."|Sugianto (Kepsek SDN Tlogo 2) 

Sugiatono mengatakan, SDN Tlogo 2 sudah lama menjalankan gerakan literasi guna mendongkrak minat baca anak pada buku. 

setiap guru kelas selalu menjadwalkan kunjungan ke perpustakaan sekolah setidaknya sekali dalam satu pekan.

Biasanya pagi hari sebelum masuk sekolah, guru kelas mengajak anak-anak membaca buku yang mereka sukai.. lalu, mereka akan menceritakan ulang isi buku yang mereka baca."|Sugianto (Kepsek SDN Tlogo 2) 

Sugiatono mengatakan, bagusnya tingkat literasi siswa SDN Tlogo 2, terlihat dari kebiasaan sejumlah siswa mengisi waktu luang termasuk pada jam istirahat dengan membaca buku di perpustakaan. 


Berharap Pemkab Blitar Turun Tangan,

Sugianto berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar melalui Dinas Pendidikan telah memberikan komitmen untuk mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki bangunan sekolah yang rusak sebagai pengganti bangunan yang dirobohkan.

Kerusakan bangunan yang sebelumnya pernah difungsikan sebagai aula sekolah itu cukup parah. Sebagian atapnya telah roboh dan kondisi lantai yang tidak layak. 

Informasinya akan dialokasikan dana IDR 376 Juta nanti pada perubahan APBD 2026,

Selain untuk perbaikan, dana juga akan digunakan untuk membangun dinding sekat sehingga tersedia tiga ruangan pengganti ruangan yang telah dirobohkan."|Sugianto (Kepsek SDN Tlogo 2) 

mengacu pada perubahan APBD 2026, dipastikan dana perbaikan gedung yang dibutuhkan itu baru akan dapat dicairkan di penghujung tahun atau sekitar 6 bulan lagi.

melihat lamanya waktu menunggu, Sugianto berencana untuk membagi koleksi buku perpustakaan sekolah menjadi 7 hingga 8 bagian sesuai dengan jumlah ruang kelas yang digunakan. 

Koleksi buku itu akan diletakkan di sudut setiap kelas. 

Kasihan anak-anak yang ingin mengisi waktunya dengan membaca.. rasanya tidak mungkin satu semester penuh tanpa ada akses pada buku."|Sugianto (Kepsek SDN Tlogo 2)

Sugianto berencana akan memberi nama 'Pojok Baca' pada lokasi buku-buku tersebut. 
 
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Pendidikan, Sosial, Politik, Hukum, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: Sugianto (Kepsek SDN Tlogo 2), Kompas, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®