Edisi: 1.430
Halaman 6
Integritas |Independen |Kredibel
JAKARTA, KUPANG TIMES - 'Teddy menekankan, investasi itu tidak terlepas dari hasil kunjungan-kunjungan Prabowo ke luar negeri selama menjabat.'
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengklaim perjalanan luar negeri yang kerap dilakukan Presiden RI Prabowo Subianto tidak sia-sia.
Teddy mengungkapkan, selama satu setengah tahun Prabowo menjabat, ada investasi asing hingga IDR 2.430 Triliun masuk ke Indonesia.
Investasi tersebut tidak terlepas dari hasil kunjungan-kunjungan Prabowo ke luar negeri selama menjabat.
"Total Investasi yang masuk dalam 1,5 tahun ini adalah sekitar IDR 2.430 Triliun, itu data dari BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal)."|Teddy (Seskab) keterangan video, Senin (01/05/26)
Teddy mencotohkan, ketika Presiden melawat ke Jepang dan Korea pada akhir Maret 2026, ada investasi yang masuk setelah kunjungan itu.
"Contoh konkret lagi nih, bulan lalu Presiden Prabowo ke Jepang dan Korea, langsung ada investasi sekitar IDR 575 Triliun."|Teddy (Seskab)
Perwira Militer berpangkat Letnan Kolonel itu menolak narasi yang menyebut kunjungan luar negeri Prabowo hanya untuk gagah-gagahan atau seremonial saja.
Teddy menegaskan, Prabowo sedang membangun relasi baik dengan pemimpin-pemimpin dunia di tengah kondisi global yang menghadapi krisis.
Teddy menyampaikan klarifikasi tersebut untuk menanggapi kritik dari pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal.
cukup tahu • sebelumnya Dino menyampaikan lima saran kepada Presiden Prabowo yang dikritik karena sering berpergian ke luar negeri.
dalam unggahan video di Instagram miliknya, @dinopattidjalal, Dino menyampaikan bahwa banyak rakyat Indonesia meminta Presiden Prabowo untuk secara signifikan mengurangi frekuensi perjalanan ke luar negeri dan tidak menganggap remeh jeritan publik tersebut.
“Dalam perhitungan kami, dari seluruh pemimpin dunia, Presiden Prabowo telah menjadi kepala negara yang paling sering melakukan perjalanan keluar negeri."|Dino FPCI)
eks duta besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat itu, mengatakan, biaya satu kali perjalanan presiden ke luar negeri bisa mencapai puluhan miliar hingga ratusan miliar.
Biaya yang dikeluarkan itu termasuk untuk rombongan tim pendahulu, pesawat, hotel, logistik, konsumsi, protokoler dan pengamanan, uang harian untuk seluruh delegasi dan perangkat pendamping, serta berbagai biaya lainnya.
“Kunjungan kepala negara ke luar negeri memakan biaya yang besar dan bahkan sangat besar."|Dino FPCI)
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Politik,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: Seskab RI,
| Penerbit: Kupang TIMES
