Edisi: 1.451
Halaman 1
Integritas |Independen |Kredibel
JAKARTA, KUPANG TIMES - 'Wakil Mensesneg Bambang Eko Suhariyanto akan mengecek informasi ihwal dugaan Ketua BEM FH UBK Muhammad Abdimaludin menerima uang setelah demo.'
Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto mengatakan, dirinya belum mengetahui detail ihwal dugaan adanya aliran uang yang masuk ke jajaran pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno.
Dugaan tersebut mencuat setelah Ketua BEM FH UBK Muhammad Abdimaludin mengaku menerima sejumlah uang saat demonstrasi bertajuk 'Tata Ulang Indonesia' pada Senin (15/06/26)
Bambang mengatakan, timnya akan mengecek informasi yang sudah beredar tersebut.
"Saya akan cek dulu beritanya, benarnya seperti apa."|Bambang (Wamen Setneg) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/06/26)
Pengakuan Ketua BEM FH UBK yang menerima jutaan rupiah beredar di media sosial.
dalam potongan video yang viral tersebut, Abdi di depan civitas akademika UBK mengaku menerima uang untuk menahan massa yang dibawanya saat itu tidak berdemonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat.
"terkait persoalan yang menjadi objek pembicaraan, terkait uang itu, saya memang menerima."|Abdi, dikutip dari akun media sosial Instagram @marhaenpress, Selasa, (23/06/26)
Abdi tidak menyebutkan secara rinci, ihwal total besaran uang yang disebut telah diterimanya itu.
Abdi mengatakan, uang tunai yang telah diterimanya berkisar 20% dari total yang dijanjikan.
Uang itu, telah digunakan untuk keperluan pribadi, serta juga didistribusikan kepada alumnus UBK, jajaran pengurus BEM FH UBK, serta pengurus BEM Fakultas Ekonomi UBK.
"IDR 2,5 Juta ke dua alumnus, IDR 2 Juta ke Wakil saya, IDR 2 Juta ke Mubarak, dan IDR 2 Juta ke BEM FE UBK."|Abdi
dalam keterangannya, Abdi mengatakan, uang itu diberikan melalui seorang anggota kepolisian yang ia kenal dari seorang alumnus UBK.
uang tersebut dimaksudkan agar massa yang saat itu ada di bawah komando Abdi tidak bergerak ke kawasan Patung Kuda.
selain itu, mahasiswa juga diminta bersedia melakukan mediasi tertutup dengan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.
Bertemu Gibran Rakabuming Raka,
Sebelumnya, mahasiswa UBK menggelar aksi bertajuk, Tata Ulang Indonesia, Senin (15/06/26).
Massa bergerak dari kampus UBK di Cikini menuju kawasan Patung Kuda.
Namun, mereka sempat dorong-dorongan dengan Polisi di kawasan Tugu Tani.
Para pimpinan aksi kemudian diminta bertemu dengan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.
Sebanyak 15 perwakilan mahasiswa mendatangi kantor Gibran dan melakukan mediasi tertutup selama 60 menit.
dalam pertemuan tersebut, topik yang dibahas, antara lain: polemik proyek MBG dan Koperasi Desa Merah Putih.
"Pak Wapres mencatat poin-poin tuntutan kami, di antaranya evaluasi dan perbaikan segala bentuk yang janggal di negara hari ini seperti makan bergizi gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih."|Abdi, usai mediasi di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Senin (15/06/26)
Kemudian Abdi sesumbar tetap akan menggelar aksi, jika tuntutannya tidak dipenuhi.
"Kalau tuntutan kami sampai 5x24 jam setelah pertemuan tidak dipenuhi, kami akan turun ke jalan dengan jumlah yang lebih besar lagi."|Abdi, Selasa (16/06/26).
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Politik, Hukum,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: Kemensetneg,
| Penerbit: Kupang TIMES
