Debat Panas Budiman Sudjatmiko dan Mahasiswa: "Bung terlalu Mendaki-Daki."

Edisi: 1.443
Halaman 6
Integritas |Independen |Kredibel

      Potret: TCO|Properti

SEMARANG, KUPANG TIMES - Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Semarang menyerahkan 5 (lima) Aspirasi, usai terlibat debat panas dengan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko. 

Peristiwa tersebut terjadi saat Budiman menjadi narasumber dalam Forum Dialog Kritis Organisasi Ekstra Kampus yang berlangsung di Kafka Forum, Semarang, Jum'at (12/06/26).

Ketua PMKRI Cabang Semarang, Ramanda Bima Prayuda menilai, penjelasan yang disampaikan Budiman dalam diskusi, belum menjawab persoalan mendasar yang dirasakan masyarakat. 

"Bung Budiman terlalu mendaki-daki dan tidak menunjukkan hal konkret yang mendasar dirasakan oleh rakyat Indonesia."|Bima (Ketua PMKRI Cabang Semarang), dikutip dari Tribun Jateng, Minggu (14/06/26).

Lima Aspirasi PMKRI,

sebelumnya, Bima mempertanyakan sikap Budiman yang kini menjadi bagian dari pemerintahan setelah lama dikenal sebagai aktivis Reformasi 1998. 

Bima menilai, masyarakat perlu mengetahui bagaimana seorang aktivis mempertahankan idealisme ketika berada di dalam struktur kekuasaan.

setelah itu, Bima mengajukan pertanyaan yang secara langsung menyoroti posisi Budiman dalam pemerintahan saat ini. 

"Apakah Bung Budiman masuk ke dalam kekuasaan untuk menjinakkan kekuasaan dari dalam atau justru kekuasaan yang telah berhasil menjinakkan Bung Budiman.?"|Bima (Ketua PMKRI Cabang Semarang)

adapun 5 (lima) Aspirasi yang disampaikan PMKRI ditulis dalam kajian bertajuk 'Menyalakan Suluh Bonum Commune' Kajian Kritis Lima Aspirasi Rakyat (LIBAS) terhadap Pemerintah Prabowo-Gibran.

Dokumen tersebut menjadi sikap resmi organisasi terhadap berbagai kebijakan yang dijalankan pemerintah.

PERTAMA • PMKRI menyerukan penurunan harga bahan bakar minyak non-subsidi serta upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. 

KEDUA • penghentian program-program yang dinilai berpotensi memicu pemborosan anggaran maupun praktik korupsi. 

KETIGA • perluasan lapangan pekerjaan dan kemudahan bagi masyarakat dalam menjalankan usaha.

KEEMPAT • mengembalikan TNI dan Polri pada fungsi utamanya sesuai tugas masing-masing. 

KELIMA • melakukan reformasi pemilu dan sistem politik secara menyeluruh. 

Bima mengatakan, mahasiswa tidak cukup hanya mengkritik kebijakan pemerintah. 

Mahasiswa, harus menghadirkan gagasan dan alternatif solusi terkait permasalahan yang dialami masyarakat.

Debat Panas Mahasiswa dan Budiman Sudjatmiko, 

sebelumnya, diskusi bertema: "Indonesia Emas atau Cemas.? Telaah Kritis Indonesia Hari Ini" turut diwarnai perdebatan antara peserta dengan Budiman. 

dalam sesi tanya jawab, Bima sempat menyoroti konsistensi Budiman setelah masuk ke dalam pemerintahan. 

Ketegangan pun terjadi, ketika Ketua HMI Komisariat FISIP Undip, Muhammad Rafli Susanto mengkritik pandangan Budiman mengenai idealisme negara. 

Bapak jangan bicara soal keidealan negara kalau bapak tidak pernah memikirkan ide atau solusi yang menyentuh akar rakyat, seperti: persoalan petani Pundenrejo, pikirkan hal demikian, jangan cacat logika terus."|Rafli (Ketua HMI Komisariat Fisip Undip) dikutip dari Kompas.com, Minggu (14/06/26) 

Budiman sempat meminta Rafli menjelaskan lebih spesifik argumentasinya. 

Namun, Rafli menolak karena mengaku harus mengikuti aksi unjuk rasa yang sedang berlangsung di Semarang. 

sebelum meninggalkan lokasi, Rafli juga sempat mengajak Budiman berdiskusi di luar forum. 

orang-orang tertarik dengan argumen Anda,

anda pernah dipenjara tiga bulan, bukan berarti anda lebih hebat dan berhak untuk tidak menghormati forum ini, 

anda bukan siapa-siapa.. Silakan Pergi."|Budiman (Kepala BP Taskin) 

Setelah Rafli meninggalkan ruangan, diskusi tetap berlanjut bersama peserta lainnya.

Kata Budiman Usai Debat dengan Mahasiswa,

menjawab berbagai kritik yang disampaikan peserta, Budiman menegaskan pilihannya bergabung ke dalam pemerintahan merupakan bentuk perjuangan melalui jalur yang berbeda. 

Budiman mengatakan, langkah tersebut diambil untuk mendorong perubahan dari dalam sekaligus memperjuangkan kepentingan masyarakat miskin melalui kebijakan negara. 

dalam pemaparannya, Budiman menjelaskan pandangan mengenai arah pembangunan nasional yang menurutnya memadukan pemikiran Soekarno dan Soemitro Djojohadikusumo.

selain itu, Budiman mengingatkan, bahaya disinformasi yang berpotensi memicu ketidakpercayaan serta perpecahan di tengah masyarakat.

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Politik, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: PMKRI, Cabang Semarang, HMI Komisariat Fisip Undip, BP Taskin, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®