Edisi: 1.413
Halaman 1
Integritas |Independen |Kredibel
JAKARTA, KUPANG TIMES - 'Nilai tukar rupiah ambruk ke level 17.600 per dolar Amerika Serikat pada periode long weekend, Jum'at, 15 Mei 2026.'
Nilai Tukar Rupiah melemah ke level 17.600 per USD pada periode long weekend, Jum'at (15/05/26)
Berdasarkan data Google, rupiah menyentuh level IDR 17.602, Sabtu (16/05/26) pagi tadi.
Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Asuaibi menilai pelemahan rupiah dipengaruhi oleh memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah.
Faktor lain adalah arah kebijakan suku bunga bank sentral AS atau The Fed.
Kepemimpinan The Fed telah beralih ke Kevin Warsh dari Jerome Powell.
“Kemungkinan besar, melihat inflasi yang begitu besar di Amerika, harga gasolin yang terus naik cukup signifikan berdampak terhadap inflasi,
Kemungkinan besar pada 2026 bank sentral Amerika tidak akan menurunkan suku bunga."|Ibrahim (Dir. TAF) dalam keterangan, Jumat (15/05/26)
Sementara itu, dari segi internal, Ibrahim mengungkapkan, Bank Indonesia hanya bisa melakukan intervensi di pasar internasional selama perdagangan libur pada momen long weekend.
Hal ini membuat dampak transaksi valuta asing di pasar luar negeri begitu besar terhadap rupiah.
Ibrahim memprediksi, rupiah bisa melemah hingga ke level 18 ribu per USD pada akhir Mei 2026.
Jika level tersebut tercapai, nilai tukar bisa melemah hingga ke level 22 ribu per USD.
Jika rupiah menembus level 18 ribu per dolar AS atau bahkan 22 ribu per dolar AS, Ibrahim memperkirakan, Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate pada Juni mendatang.
“Bisa saja (kenaikannya) 25 sampai 50 basis point. Tujuannya adalah menstabilkan mata uang rupiah."|Ibrahim (Dir. TAF)
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Keuangan, Ekonomi,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: PT TAF, BI, The FED,
| Penerbit: Kupang TIMES
