Edisi: 1.427
Halaman 1
Integritas |Independen |Kredibel
BUDAPEST, KUPANG TIMES - PSG berhasil mempertahankan Trofi Liga Champions setelah mengalahkan Arsenal dengan skor 4-3 lewat adu penalti pada final UEFA Champions League 2025/2026.
Kedua tim sebelumnya bermain imbang 1-1 selama 120 menit di Puskas Arena, Budapest, Hongaria, Sabtu (30/05/26)
The Gunners sempat berada di jalur Juara setelah Kai Havertz membawa mereka unggul cepat di menit Ke-6.
Namun Les Parisiens mampu bangkit pada babak kedua melalui penalti Ousmane Dembele di menit Ke-65 melalui titik putih, yang membuat skor kembali imbang.
pertandingan berlangsung ketat dan minim peluang bersih sepanjang 120 menit.
PSG tampil dominan dalam penguasaan bola, tetapi pertahanan disiplin Arsenal membuat juara bertahan terlihat kesulitan menciptakan peluang berbahaya.
tidak ada goal tambahan hingga babak tambahan waktu berakhir.
pada adu penalti, PSG tampil lebih tenang dan akhirnya memastikan kemenangan setelah tendangan Gabriel melambung di atas mistar.
hasil ini membuat tim asuhan Luis Enrique kembali mengangkat trofi Liga Champions, sementara Arsenal harus puas sebagai runner-up.
Babak Pertama,
Arsenal langsung memulai pertandingan dengan tekanan tinggi ke lini pertahanan PSG.
tekanan tinggi yang diterapkan pasukan Mikel Arteta membuat pasukan Luis Enrique terlihat kesulitan membangun serangan dari lini belakang.
Keunggulan Arsenal lahir pada menit keenam.!
berawal dari sapuan Marquinhos yang memantul mengenai Leandro Trossard, bola jatuh ke jalur Kai Havertz yang berlari ke sisi kiri kotak penalti sebelum melepaskan sepakan keras dari sudut sempit untuk menaklukkan Kiper PSG, Matvey Safonov.
Arsenal vs PSG 1-0
PSG mencoba merespons melalui sejumlah peluang.
Fabian Ruiz melepaskan tembakan menit Ke-13, namun masih melebar ke sisi gawang.
sementara Khvicha Kvaratskhelia gagal memaksimalkan situasi berbahaya di depan gawang Arsenal.
Kontroversi sempat muncul pada menit Ke-16 ketika PSG meminta penalti setelah bola diduga mengenai tangan Bukayo Saka di kotak terlarang.
Namun wasit memilih melanjutkan pertandingan.
Arsenal hampir menggandakan keunggulan di menit Ke-26.
Umpan silang Saka disambut pergerakan Havertz, tetapi Safonov sigap keluar dari sarangnya untuk menggagalkan peluang tersebut.
PSG terus mendominasi penguasaan bola, tetapi kesulitan menembus lini pertahanan Arsenal.
Peluang terbaik mereka menjelang turun minum datang melalui Fabian Ruiz dan Desire Doue, namun tidak ada yang mengarah tepat ke sasaran.
menit akhir babak pertama, Havertz kembali mengancam lewat aksi individu yang memaksa Marquinhos melakukan blok penting.
Arsenal pun mempertahankan keunggulan 1-0 hingga turun minum.
Babak Kedua,
PSG langsung mengambil inisiatif serangan selepas istirahat.
Arsenal bertahan disiplin dan berusaha memperlambat tempo permainan untuk menjaga keunggulan.
momentum penting datang di menit Ke-62.
Khvicha Kvaratskhelia berhasil masuk ke kotak penalti sebelum dijatuhkan Cristhian Mosquera dari belakang.
Wasit menunjuk titik putih setelah menilai pelanggaran tersebut layak dihukum penalti, dan keputusan itu tetap berlaku setelah tinjauan VAR.
Ousmane Dembele maju sebagai eksekutor dan menjalankan tugasnya dengan sempurna di menit Ke-65.
sepakannya ke pojok bawah gawang mengecoh David Raya dan mengubah skor menjadi 1-1.
Arsenal vs PSG 1-1
Goal tersebut mengubah jalannya pertandingan.!
PSG semakin percaya diri, sementara Arsenal mulai kehilangan kontrol permainan dan lebih banyak bertahan di area sendiri.
Peluang emas PSG datang di menit Ke-78 saat Kvaratskhelia melakukan penetrasi dari sisi kiri.
sepakan Kvaratskhelia sempat berubah arah akibat blok lawan dan membentur tiang gawang Arsenal.
Arsenal sempat mengancam lewat situasi bola mati, tetapi tidak mampu menciptakan peluang bersih.
Sebaliknya, PSG nyaris mencetak goal kemenangan melalui Vitinha dan Bradley Barcola di menit-menit akhir.
Namun penyelesaian akhir mereka belum menemui sasaran.
Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak tambahan waktu.
Babak Extra Time,
PSG kembali tampil dominan saat babak tambahan waktu dimulai.
Luis Enrique bahkan melakukan pergantian cepat dengan memasukkan Warren Zaire-Emery, lalu menambah tenaga segar melalui Lucas Beraldo dan Illia Zabarnyi untuk menjaga intensitas permainan.
tekanan tinggi PSG memaksa Arsenal untuk bertahan lebih dalam.
Mikel Arteta merespons dengan memasukkan Martin Zubimendi dan Eberechi Eze, sementara Kai Havertz ditarik keluar pada awal extra time.
peluang pertama datang untuk Arsenal di menit Ke-93.
Declan Rice mengirim umpan terobosan kepada Noni Madueke yang kemudian mengirim bola ke kotak penalti, tetapi Willian Pacho berhasil memotong aliran bola sebelum mencapai Viktor Gyokeres.
PSG nyaris memecah kebuntuan di menit Ke-100 ketika Achraf Hakimi menusuk ke dalam sebelum melepaskan tembakan dari luar kotak penalti.
Namun, bola masih melambung di atas mistar gawang David Raya.
Kontroversi sempat muncul di menit Ke-102.?
Arsenal meminta penalti setelah Madueke terjatuh dalam duel dengan Pacho di area terlarang, tetapi wasit Daniel Siebert menolak klaim tersebut.
Protes keras dari kubu Arsenal berujung kartu kuning untuk Declan Rice dan Mikel Arteta.
PSG memperoleh peluang terbaik mereka di menit Ke-107.
Bradley Barcola menyundul bola ke arah Desire Doue yang berdiri bebas di depan gawang, tetapi Raya bereaksi cepat dengan keluar dari sarangnya dan memukul bola menjauh.
Saat pertandingan tampak mengarah ke adu penalti, Arsenal justru mendapat dua peluang beruntun di penghujung babak tambahan.
di menit Ke-119, Jurrien Timber mencoba mengejutkan Safonov dari sudut sempit tetapi hanya mengenai sisi luar jaring.
Semenit kemudian, Gyokeres berbalik melewati penjaganya sebelum melepaskan tembakan keras yang masih mampu diblok lini pertahanan PSG.
tidak ada goal tercipta sepanjang 30 menit extra time.
Kedua tim harus menentukan nasib mereka melalui adu penalti, yang akhirnya dimenangkan PSG dengan skor 4-3 untuk memastikan gelar Liga Champions kedua secara beruntun dan untuk kedua kalinya Arsenal harus puas sebagai runner-up (2006 dan 2026).
Babak Adu Penalti,
Goncalo Ramos GOAL • PSG 1-0 Arsenal
Viktor Gyokeres GOAL • PSG 1-1 Arsenal
Desire Doue GOAL • PSG 2-1 Arsenal
Eberechi Eze GAGAL • PSG 2-1 Arsenal
Nuno Mendes GAGAL • PSG 2-1 Arsenal
Declan Rice GOAL • PSG 2-2 Arsenal
Achraf Hakimi GOAL • PSG 3-2 Arsenal
Gabriel Martinelli GOAL • PSG 3-3 Arsenal
Lucas Beraldo GOAL • PSG 4-3 Arsenal
Gabriel GAGAL • PSG Menang 4-3 atas Arsenal
Momen-Momen Penting Pertandingan,
• Menit Ke-6 • Kai Havertz membawa Arsenal unggul 1-0
• Menit Ke-16 • PSG meminta Penalti akibat dugaan handball Bukayo Saka, tetapi ditolak wasit.
• Menit Ke-26 • Safonov menggagalkan peluang emas Havertz.
• Menit Ke-46 • Cristhian Mosquera menerima kartu kuning.
• Menit Ke-54 • Bukayo Saka mendapat kartu kuning.
• Menit Ke-62 • PSG memperoleh penalti setelah pelanggaran Mosquera terhadap Kvaratskhelia.
• Menit Ke-65 • Ousmane Dembele mencetak gol penalti untuk PSG.
• Menit Ke-78 • sepakan Kvaratskhelia membentur tiang gawang Arsenal.
• Menit Ke-90+7 • Barcola membuang peluang emas kemenangan PSG.
• Menit Ke-120+1 • Skor tetap 1-1 hingga akhir extra time.
• adu penalti • Eberechi Eze GAGAL untuk Arsenal.
• adu penalti • Nuno Mendes GAGAL untuk PSG.
• adu penalti • Gabriel GAGAL mengeksekusi penalti penentu.
• PSG Menang Adu Penalti 4-3 dan menjadi Juara Liga Champions 2025/2026.
Statistik PSG vs Arsenal,
• Penguasaan bola: 75% - 25%
• Tembakan: 21 - 7
• Tembakan Tepat Sasaran: 4 - 1
• Operan: 806 - 196
• Akurasi operan: 91% - 69%
• Tendangan Sudut: 11 - 3
• Offside: 0 - 3
• Pelanggaran: 11 - 17
• Kartu kuning: 2 - 4
• Kartu merah: 0 - 0
Susunan Pemain,
PSG XI (4-3-3): Matvey Safonov • Achraf Hakimi • Marquinhos • Willian Pacho • Nuno Mendes • Fabian Ruiz • Vitinha • Joao Neves • Desire Doue • Ousmane Dembele • Khvicha Kvaratskhelia.
Pelatih: Luis Enrique
ARSENAL XI (4-3-3): David Raya • Cristhian Mosquera • William Saliba • Gabriel Magalhaes • Piero Hincapie • Martin Odegaard • Declan Rice • Myles Lewis-Skelly • Bukayo Saka • Kai Havertz • Leandro Trossard.
Pelatih: Mikel Arteta
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Olahraga, Sepakbola,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: UEFA Champions League Official, BeinSPORT,
| Penerbit: Kupang TIMES





