Dino Patti Djalal minta Prabowo KURANGI Perjalanan ke Luar Negeri, Beri 5 Saran.!

Edisi: 1.427
Halaman 2
Integritas |Independen |Kredibel

        Potret: PJD|Properti

JAKARTA, KUPANG TIMES - Founder and Chairman Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal meminta Presiden RI, Prabowo Subianto mengurangi perjalanan ke luar negeri. 

Dino memberikan 5 (lima) Saran kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, untuk mengurangi intensitas perjalanan ke luar negeri.  

Dino mengatakan, frekuensi kunjungan luar negeri Presiden dinilai terlalu tinggi dan berdampak pada anggaran negara di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.

sebagai sahabat lama dan mewakili komunitas internasional dan rakyat, saya mengimbau Presiden Prabowo untuk mengurangi perjalanan ke luar negeri secara signifikan."|Dino (FPCI) melalui akun Instagram pribadinya, Sabtu (30/05/26).

Dino mengungkapkan, berdasarkan perhitungannya, Prabowo menjadi salah satu kepala negara yang paling sering bepergian ke luar negeri sejak dilantik sebagai Presiden. 

tidak heran kalau ada yang beranggapan bahwa; ini tidak lazim dan di luar batas kewajaran."|Dino (FPCI)

Dino menilai, perjalanan kepala negara ke luar negeri memerlukan biaya sangat besar, mulai dari tim pendahulu, pesawat, hotel, logistik, konsumsi, pengamanan, hingga uang harian delegasi dan perangkat pendamping lainnya.

satu perjalanan ke luar negeri bisa keluar puluhan bahkan ratusan miliar."|Dino (FPCI)

Berikut, 5 Saran untuk Presiden RI, Prabowo Subianto, antara lain:

Saran PERTAMA • Dino meminta Presiden RI, Prabowo Subianto memaksimalkan komunikasi virtual, seperti: video call, Zoom atau sambungan telepon untuk menjaga hubungan dengan para pemimpin dunia.

Pengalaman saya, suatu kunjungan bilateral biasanya hanya berpusat pada satu pembicaraan yang berlangsung satu jam atau dua jam,

selebihnya basa-basi, jamuan, dan seremonial yang biasanya tidak perlu."|Dino (FPCI)

Dino mengatakan, penggunaan komunikasi virtual dapat menghemat ratusan miliar rupiah tanpa mengurangi substansi diplomasi yang ingin dicapai. 

langkah tersebut dapat menjawab persepsi publik yang menganggap kunjungan luar negeri Presiden terlalu boros.

Dino mencontohkan Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, yang disebut telah belasan kali berkomunikasi dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melalui telepon tanpa melakukan pertemuan bilateral secara langsung.

dalam kunjungan kerja ke Spanyol, Presiden Sheinbaum bahkan terbang menggunakan pesawat komersial kelas ekonomi untuk memberi teladan soal penghematan."|Dino (FPCI)

Saran KEDUA • Presiden Prabowo memanfaatkan forum internasional untuk sekaligus menggelar pertemuan bilateral dengan pemimpin negara lain. 

Pola tersebut akan lebih Efisien.

Formula 1+8 bisa diterapkan.. saat hadir di forum internasional, Presiden bisa sekaligus bertemu delapan kepala negara lain."|Dino (FPCI)

Dino mengatakan, selain itu, angka delapan dipilih karena identik dengan angka favorit Presiden yang dikenal dengan sebutan 08.

Saran KETIGA • seluruh agenda perjalanan luar negeri Presiden direncanakan secara lebih matang.

akuntabilitas dan transparansi penting diterapkan karena cukup sering publik tidak tahu Presiden berada di negara mana."|Dino (FPCI)

Saran KEEMPAT • Presiden RI, Prabowo lebih banyak menerima kunjungan kepala negara di Indonesia. 

Pola tersebut selama ini diterapkan Presiden China, Xi Jinping.

Saran KELIMA • misi diplomatik yang bersifat teknis dan taktis lebih banyak didelegasikan kepada Menteri Luar Negeri RI, Sugiono.

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Politik, Keuangan, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: Dino Patti Djalal, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®