Edisi: 1.382
Halaman 2
Integritas |Independen |Kredibel
KREMLIN, KUPANG TIMES - Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia mengamankan kontrak impor minyak mentah dan LPG dari Rusia.
Kepastian itu disampaikan Bahlil usai pertemuan dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev dan sejumlah perusahaan energi Rusia seperti Rosneft, Ruschem, Zarubezhneft, dan Lukoil.
Pertemuan tersebut membahas kemungkinan kerja sama pengembangan infrastruktur kilang minyak dan penyimpanan minyak mentah di Indonesia.
"Kita mendapatkan hasil yang cukup baik di mana kita bisa mendapatkan cadangan minyak mentah kita untuk kita tambah,
di samping itu juga kita akan bisa mendapatkan LPG."|Bahlil (Menteri ESDM RI) seusai pertemuan tersebut, dikutip dari siaran pers Kementerian ESDM, Selasa (14/04/26).
Bahlil mengatakan, kerja sama tersebut dijajaki melalui skema antar pemerintah (G2G) dan business-to-business (B2B).
Bahlil berharap, kerja sama itu dapat memberi kepastian terhadap ketersediaan cadangan energi nasional khususnya untuk minyak mentah dan LPG di Indonesia.
selain itu, Bahlil mengungkapkan, Indonesia terbuka untuk memperluas ruang kerja sama dengan Rusia, termasuk dalam mengembangkan penyimpanan minyak mentah, menjajaki pemanfaatan energi nuklir, serta kerja sama di sektor mineral.
“sekali lagi saya katakan bahwa insyaallah kita bisa mendapatkan yang baik."|Bahlil (Menteri ESDM RI)
Bahlil menilai, Rusia memiliki posisi strategis untuk memasok komoditas energi ke Indonesia, terutama di tengah pasar energi dunia yang mempengaruhi faktor geopolitik dan penurunan produksi.
dalam pertemuan bilateral tersebut, Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev menyatakan kesiapan membantu Indonesia dalam memperkuat ketahanan energi.
“sebagai mitra strategis, kami siap berkolaborasi terutama dalam penyediaan minyak dan gas, penyimpanan, serta kelistrikan dalam hal ini pembangkit listrik tenaga nuklir."|Sergey Tsivilev (Menteri Energi Rusia)
cukup tahu • sebelumnya Tsivilev mengatakan, Indonesia sedang menjajaki peluang pembelian produk minyak dari Rusia dalam kontrak jangka panjang, menyatakan proses negosiasi tengah berlangsung.
Tsivilev sendiri hadir dalam pertemuan kenegaraan antara Presiden Vladimir Putin dan Presiden RI, Prabowo Subianto di Istana Kremlin, Senin (13/04/26).
dalam kesempatan tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia turut hadir.
serupa dilaporkan oleh kantor berita Sputnik dan Interfax, Tsivilev menyatakan Rusia telah menerima permintaan dari Indonesia untuk memasok minyak.
“saat ini kami secara serius tengah mempertimbangkan kontrak jangka panjang dengan harga yang saling menguntungkan."|Tsivilev (Menteri Energi Rusia) dalam sebuah wawancara dengan Channel One, sebagaimana dilaporkan Sputnik dan Interfax, Selasa (14/04/26).
sebelumnya, Presiden RI, Prabowo Subianto mengungkapkan, pertemuannya dengan Putin di Istana Kremlin, Moskwa untuk berkonsultasi ihwal kondisi geopolitik terkini, hingga ingin memperkuat kerja sama di bidang ekonomi dan energi.
Pertemuan tersebut digelar Prabowo pada Senin (13/4/2026), di tengah gejolak pasar minyak dan gas (migas) akibat perang antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran, yang menyebabkan jalur perdagangan migas dunia di Selat Hormuz ditutup.
“Karena itu kami merasa sangat perlu untuk berkonsultasi bagaimana kita menghadapi situasi ke depan dan terutama kalau bisa kita terus mempererat kerja sama."|Prabowo (Presiden RI) di Istana Kremlin, Senin (13/04/26) malam.
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Migas, Bisnis,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: Kementerian ESDM RI, Kementerian Energi Russia, Sputnik, Interfax,
| Penerbit: Kupang TIMES

