MENGAPA Perayaan Paskah sangat IDENTIK dengan Telur dan Kelinci.?

Edisi: 1.371
Halaman 1
Integritas |Independen |Kredibel

Pictures: AI-G|Properti • ilustrasi AI: Pembagian Telur Paskah

KUPANG TIMES - Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa Hari Paskah sangat identik dengan telur dan kelinci.? 

Tradisi tersebut mirip dengan tradisi Hari Natal yang diidentikkan dengan Sinterklas.

saat Perayaan Paskah, umat Kristiani menghabiskan waktu di gereja untuk beribadat dan berdo'a. 

selain itu, banyak umat Kristiani berkumpul dengan teman dan keluarga untuk menggelar acara syukuran dirumah. 

selain kegiatan tersebut, ada juga beberapa tradisi yang lebih modern untuk merayakan Paskah, seperti: menyiapkan telur Paskah, kelinci Paskah, hingga Cokelat.

Namun, dari mana tradisi tersebut berasal.? 

mengapa banyak umat Kristiani merayakan Paskah dengan menyiapkan telur.?

sebelum kita mengulas sejarah kemunculan telur, dan juga kelinci, dalam tradisi perayaan Paskah, kita perlu paham terlebih dahulu apa itu Paskah.

Paskah, 

Paskah adalah hari perayaan penting umat Kristiani. 

pada hari raya tersebut, umat Kristiani merayakan kebangkitan Yesus Kristus.

Alkitab menulis, Yesus Kristus mati di kayu salib pada hari yang disebut Jum'at Agung. 

menurut Alkitab, Yesus Kristus Bangkit pada hari Ketiga atau tepat di hari Sabbath (hari Minggu). 

Paskah dirayakan pada tanggal yang berbeda setiap tahunnya, antara 21 Maret dan 25 April, tergantung pada kapan bulan purnama di musim semi. 

Tahun ini, Paskah dirayakan pada Minggu 05 April 2026.


Telur Paskah, 

Banyak umat Kristiani saat ini mungkin terbiasa mengunyah telur cokelat saat Paskah. 

Namun, pada awalnya memakan telur tidak diizinkan oleh para pemimpin gereja selama pekan menjelang Paskah, atau yang dikenal sebagai Pekan Suci.

Jadi, telur yang diletakkan pada pekan itu disimpan dan dihias untuk dijadikan telur Pekan Suci, yang kemudian diberikan kepada anak-anak sebagai hadiah.

berdasarkan situs History, kegiatan mendekorasi telur untuk Paskah adalah tradisi yang sudah ada setidaknya sejak abad Ke-13.

Karena dahulu telur merupakan makanan yang dilarang selama masa pra-Paskah, orang-orang kemudian akan melukis dan menghias telur untuk menandai berakhirnya masa penebusan dosa dan puasa, kemudian memakannya pada hari Paskah sebagai perayaan.

Telur Paskah dianggap sebagai simbol kuno kehidupan baru dan dikaitkan dengan festival pagan yang merayakan musim semi. 

dari sudut pandang Kristen, telur Paskah disebut mewakili kebangkitan dan kebangkitan Yesus dari kubur.

dilansir BBC, orang-orang Victoria kemudian mengadaptasi tradisi tersebut dengan telur kardus berlapis satin yang diisi dengan hadiah Paskah. 

Tradisi tersebut, kini telah berkembang menjadi tradisi yang dinikmati banyak orang saat ini.

Telur yang Terbuat dari Cokelat, 

Telur cokelat Paskah pertama kali muncul di Prancis dan Jerman pada abad ke-19, tetapi telur itu pahit dan keras. 

Seiring dengan berkembangnya teknik pembuatan cokelat, telur berongga seperti yang ada pada Paskah saat ini. 

Telur itu dengan cepat menjadi populer dan tetap menjadi tradisi favorit para pecinta cokelat saat ini. 

Telur Paskah cokelat berongga pertama yang dijual di Inggris dirilis pada tahun 1873 oleh perusahaan Fry's.


Kelinci Paskah, 

Kelinci Paskah adalah makhluk fiktif yang digambarkan sebagai seekor kelinci antropomorfis. 

menurut cerita rakyat, kelinci Paskah membawa keranjang yang penuh berisi telur, permen, dan mainan yang bewarna-warni ke rumah anak-anak pada malam Paskah.

Adapun kisah mengenai kelinci Paskah, seperti dikutip dari BBC, itu terkait dengan tradisi Pagan. 

Tradisi kelinci Paskah dianggap sudah umum pada abad ke-19.

dikutip dari ABC Australia, sejumlah orang percaya bahwa; perayaan Paskah, yang dalam bahasa Inggrisnya adalah Easter, dimulai oleh tradisi kaum pagan untuk memperingati Eostre, dewi musim semi dan fertilitas.

Dewi Eostre punya seekor hare, sejenis kelinci. 

Hewan mitologi tersebut akhirnya menjadi simbol Easter, karena dikenal mampu berkembang biak dengan cepat dan banyak.

Seiring berjalannya waktu, simbol keberadaan hewan hare diganti dengan kelinci. 

Kelinci biasanya melahirkan banyak bayi sehingga dianggap sebagai simbol kehidupan baru.

di Jerman pada tahun 1700-an, anak-anak sudah terbiasa membangun sarang, dan meletakkan wortel di luar untuk "Osterhase" atau 'Oschter Haws' sebutan untuk kelinci Paskah.

Imigran Jerman kemudian membawa tradisi kelinci Paskah itu ke Amerika pada tahun 1700-an. 

Keluarganya menetap di Pennsylvania dan menghidupkan tradisi dan legenda kelinci bertelur.

cerita rakyat setempat, mengatakan, kelinci Paskah bertelur, menghias, dan menyembunyikan telur untuk anak-anak yang baik, karena telur juga merupakan simbol kehidupan baru.

Inilah sebabnya mengapa beberapa anak mungkin menikmati perburuan telur Paskah sebagai bagian dari hari perayaan tersebut.

Namun, kelinci Paskah tidak melakukan semua pekerjaan itu sendirian.! 

di Swiss, telur Paskah diyakini dikirim oleh burung kukuk dan di beberapa bagian Jerman oleh rubah.

Namun yang sama, mereka semua membawa telur dan itulah telur Paskah.!

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Budaya, Sosial, Sejarah, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: NatGeo, History, ABC News, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®