Mendikdasmen RI, Abdul Mu'ti HERAN Pelajaran Matematika di TK dan SD Rumit.!

Edisi: 1.388
Halaman 1
Integritas |Independen |Kredibel
 
      Picture: AI-G|Properti • ilustrasi AI

JAKARTA, KUPANG TIMES - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu'ti meminta, penyusunan soal Matematika di tingkat dasar seperti: TK serta SD Kelas satu dan dua untuk dibuat tidak rumit, untuk mengasah kemampuan logika anak.

Abdul Mu'ti mengungkapkan, perbedaan pendidikan matematika dasar di Australia dan Indonesia, di mana di Negeri Kangguru, pendidikan matematika untuk anak-anak masih berupa: permainan untuk mengasah logika mereka.

Abdul Mu'ti menyoroti persoalan matematika yang rumit di Indonesia, seperti: perkalian dan pembagian yang sudah diajarkan sejak kelas dua SD, bahkan sejak TK.

"padahal harusnya masa-masa awal itu yang penting ditekankan adalah logic-nya,

Karena logic-nya, maka seringkali itu hanya bermain-main saja (mencontohkan Pendidikan Australia),

sementara di sini, sudah ditekankan pada hitung-hitungan matematika sudah pakai rumus-rumus begitu, yang itu seharusnya tidak diberikan pada masa awal."|Abdul Mu'ti (Mendikdasmen RI) dalam peluncuran program Pencanangan Kolaborasi Multipihak untuk Penguatan Literasi dan Numerasi Nasional di Jakarta, Kamis (09/04/26).

Abdul Mu'ti menilai, pemberian soal matematika yang rumit sejak dini, tanpa memperhatikan logika anak yang belum siap, bisa memberikan rasa takut terhadap matematika bagi anak.

"dan kemudian kesulitan yang mereka hadapi ketika belajar matematika di masa awal itu akan terdampak terus dalam jenjang berikutnya,

sehingga ada yang bicara 'math' itu identik dengan 'dead' 

sehingga ada yang bilang matematika itu 'mati-matian.'|Abdul Mu'ti (Mendikdasmen RI)

Program Literasi dan Numerasi, 

oleh karena itu, Kemendikdasmen RI bersama sejumlah mitra kini menyelenggarakan Program Pencanangan Kolaborasi Multipihak untuk Penguatan Literasi dan Numerasi Nasional yang digelar di enam kabupaten/kota di Indonesia.

Program tersebut segera digelar dilaksanakan di 4 (empat) provinsi yang mewakili keragaman wilayah Indonesia, antara lain: Sumatera Utara (Kota Medan dan Kota Pematangsiantar) • Jambi (Kabupaten Batang Hari) • Jawa Tengah (Kabupaten Tegal) • dan Nusa Tenggara Timur (Kabupaten Sikka dan Kabupaten Ende).

sebanyak lebih dari 500 sekolah dan 1.500 guru di satuan pendidikan dasar turut dilibatkan dalam kegiatan ini.

dalam kegiatan tersebut, pendekatan pembelajaran mendalam akan dicoba untuk diimplementasikan dalam kegiatan belajar mengajar. 

Program ini diharapkan dapat menjadi percontohan untuk dapat direplikasi di institusi pendidikan lain di Indonesia.

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Pendidikan, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: Kemendikdasmen RI, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®