Edisi: 1.387
Halaman 3
Integritas |Independen |Kredibel
JAKARTA, KUPANG TIMES - 'Surya Paloh mengklaim pertemuannya dengan Prabowo Subianto di Hambalang membahas berbagai hal tentang tantangan Indonesia ke depan hingga konsolidasi partai politik.'
Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh menanggapi isu penggabungan Partai NasDem dengan Partai Gerindra seperti yang dilaporkan majalah Tempo edisi 12 April 2026, seusai menghadiri acara halalbihalal Forum Pemimpin Redaksi di NasDem Tower, Jakarta, Kamis (16/04/26)
Surya Paloh mengatakan, tidak benar bahwa; NasDem akan dilebur dengan Gerindra yang dipimpin oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.
“sudah pastilah tidak ada, itu istilahnya barangkali terlalu cepat menyimpulkan, itu saya pikir wajar."|Surya (Ketum NasDem) dikutip dari laman Fraksi NasDem, Minggu (19/04/26)
Surya Paloh, sedikit menceritakan isi pertemuannya dengan Prabowo Subianto di kediaman (Ketum Partai Gerindra), di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pertengahan Februari 2026.
Pertemuan tertutup tersebut, membahas berbagai hal tentang tantangan Indonesia ke depan hingga konsolidasi partai-partai pendukung pemerintahan.
“tapi bukan hanya masalah itu.. ada masalah-masalah lain, ada pikiran-pikiran kita bagaimana tantangan ke depan yang dihadapi oleh semua partai-partai koalisi,
NasDem kan ada pada posisi yang ada di dalam koalisi, itu juga sudah jelas."|Surya (Ketum NasDem)
Surya Paloh menyinggung perihal penyampaian kritik dalam kehidupan demokrasi dewasa ini.
Surya Paloh berpendapat bahwa; kritik merupakan bagian dari upaya membangun semangat perbaikan dalam proses berbangsa dan bernegara.
Namun, Surya Paloh mengatakan bahwa; kritik itu tidak boleh melemahkan dan melewati batasan agar tetap esensial.
dalam majalah Tempo edisi pekan lalu, terungkap bahwa; Prabowo mengusulkan kepada Surya Paloh untuk menggabungkan partai NasDem dengan Gerindra.
Ide tersebut muncul setelah keduanya bertemu di kediaman Prabowo pada pertengahan Februari 2026.
Jika ide itu terwujud, gabungan dua partai ini mengumpulkan hampir 35 Juta Suara Nasional atau 23% berdasarkan hasil Pemilihan Umum 2024.
Berdasarkan pandangan tiga pejabat teras NasDem, Surya tidak menyambut usulan tersebut, karena ingin mempertahankan posisinya dan belum melihat apa manfaat merger untuk NasDem.
Wakil Ketua Partai NasDem, Saan Mustopa mengaku terkejut atas informasi tersebut.
Saan memilih tidak menyebut isu penggabungan kedua partai sebagai merger atau akuisisi, melainkan fusi sebagai istilah resmi.
Saan berpendapat, penggabungan dua partai adalah ide yang wajar, apalagi pernah terjadi pada 1973.
dibanding saat itu, dia menilai saat ini gagasan merger kedua partai menjadi lebih sulit direalisasi karena perbedaan filosofi antar partai.
"misalnya: terkait dengan konteks ideologi, konteks identitas, eksistensi partai, karena membangun atau mendirikan partai itu para pendiri partai masing-masing tentu punya idealisme dan gagasan dalam konteks yang berbeda-beda."|Saan (Waketum NasDem) Kompleks DPR-RI, Jakarta, Senin (13/04/26)
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Politik,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: DPP NasDem,
| Penerbit: Kupang TIMES
