HARI INI, Amerika Serikat dan Iran Bertemu dan Bernegosiasi, AKHIRI Perang.?

Edisi: 1.377
Halaman 1
Integritas |Independen |Kredibel

      Pictures: AE|Properti

ISLAMABAD, KUPANG TIMES - Delegasi Iran untuk perundingan damai dengan Amerika Serikat telah tiba di Islamabad, Pakistan, Sabtu (11/04/26) dini hari waktu setempat.

di mediasi Pakistan, proses perundingan dengan delegasi AS rencananya digelar Sabtu (11/4) pagi ini waktu setempat atau Sabtu siang WIB. 

Delegasi AS akan diwakili oleh Wakil Presiden, JD Vance, utusan khusus Steve Witkoff, dan Jared Kushner.

Delegasi Iran dipimpin oleh Menteri Luar Negeri, Abbas Araghchi. 

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf termasuk dalam rombongan negosiasi Iran.

Ghalibag sebelumnya menyatakan melalui akun X bahwa; Washington setuju untuk mencabut pembekuan aset Iran dan menghentikan serangan Israel di Lebanon sehingga negosiasi bisa dimulai.

Iran sempat menegaskan baru akan mau negosiasi jika militer Israel tidak menyerang Lebanon. 

Media Iran Tasnim News Agency melaporkan total 10 anggota tim negosiasi Iran yang akan melakukan perundingan damai dengan AS di Pakistan.

sementara itu, belum ada pernyataan dari Gedung Putih terkait tuntutan Iran, Presiden AS, Donald Trump mengatakan, satu-satunya Iran bisa selamat dari kehancuran total adalah bernegosiasi di meja perundingan.

"Iran tidak menyadari bahwa; mereka tidak memiliki kartu truf selain pemerasan jangka pendek terhadap dunia dengan menggunakan jalur perairan internasional, 

satu-satunya alasan mereka masih hidup hingga hari ini adalah untuk bernegosiasi.!"|Trump (Presiden AS) 

cukup tahu • sebelumnya, Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan pada Selasa pekan lalu, hanya beberapa jam setelah tenggat ultimatum Trump kepada Iran.

Namun, Teheran tidak sepenuhnya mengakhiri blokade Selat Hormuz karena Israel masih membombardir markas Hizbullah yang merupakan proksi Iran di Lebanon.

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif pada Jum'at (10/04/26) malam mengungkapkan pertaruhan dari negosiasi tersebut.

"Gencatan senjata permanen adalah tahap selanjutnya yang sulit, karena harus menyelesaikan sejumlah masalah yang rumit melalui negosiasi, 

ini, yang disebut dalam bahasa Inggris, sebagai 'make or brake phase' (fase penentu)."|Sharif (PM Pakistan) dikutip dari Aljazeera English

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Politik, Hukum, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: Aljazeera English, Tasnim News Agency, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®