Edisi: 1.343
Halaman 3
Integritas |Independen |Kredibel
WASHINGTON DC, KUPANG TIMES - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengatakan, dirinya ingin terlibat dalam menentukan penerus pemimpin tertinggi Iran yang baru, usai Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan militer AS-Israel pekan lalu.
Trump mengatakan, dirinya punya hak untuk menentukan masa depan Iran.
"Kami ingin terlibat dalam proses pemilihan orang yang akan memimpin Iran di masa depan."|Trump (Presiden AS) dikutip dari Reuters, Kamis (05/03/26).
dalam waktu yang berbeda, Presiden AS, Donald Trump menolak, calon pengganti Khamenei yang juga anaknya, Mojtaba Khamenei.
Trump mengatakan, Mojtaba Khamenei sosok yang "tidak berbobot."
Trump mengungkapkan, dirinya telah memilih 3 (tiga) orang yang sangat bagus sebagai pengganti Khamenei.
Namun, Trump enggan memberi detailnya.
"Saya tidak akan menyebutkan namanya,
mari kita selesaikan ini dulu."|Trump (Presiden AS) dikutip dari New York Times, Senin (02/03/26)
cukup tahu • Iran saat ini dalam proses transisi.
selama kursi pemimpin tertinggi kosong, tugas dan jabatan dikerjakan oleh Dewan Pemerintahan Iran.
dewan tersebut antara lain: Presiden Masoud Pezeshkian • Ketua Mahkamah Agung, Gholam Hossein Mohseni Ejei • dan ulama dari Dewan Penjaga Konstitusi Ayatollah Alireza Arafi.
Iran punya mekanisme sendiri dalam memilih pemimpin tertinggi.
Pemilihan akan dilakukan badan ulama beranggotakan 88 orang yang disebut Majelis Ahli (Assembly of Expert).
Badan tersebut dipilih publik setiap delapan tahun sekali.
mereka yang ingin jadi anggota Majelis Ahli harus diperiksa dan disetujui Dewan Penjaga (Guardian Council).
Ini adalah badan pengawas yang anggotanya sebagian ditunjuk pemimpin tertinggi.
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Politik, Hukum,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: WH, Reuters, New York Times,
| Penerbit: Kupang TIMES
