Edisi: 1.329
Halaman 2
Integritas |Independen |Kredibel
JAKARTA, KUPANG TIMES - Menteri Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, Natalius Pigai, mengatakan, pihak yang ingin meniadakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Koperasi Desa Merah Putih sebagai pihak yang menentang HAM, saat menanggapi pertanyaan wartawan soal Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Adrianto, yang menerima teror.
“dalam Konteks HAM, pemerintah melakukan makan bergizi gratis, pendidikan gratis, sekolah rakyat, cek kesehatan gratis, perumahan, kampung nelayan, kemudian swasembada pangan, adalah sejalan, seirama, sesuai dengan HAM,
maka orang yang mau meniadakan Makan Bergizi Gratis, Cek Kesehatan Gratis, pendidikan gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, adalah orang yang menentang HAM."|Pigai (Menham RI) di Gedung Kementerian HAM, Jakarta, Jum'at (20/02/26).
Natalius menegaskan, Kritik untuk perbaikan layanan diperbolehkan, tetapi upaya menghapus program yang menyangkut hak dasar masyarakat tidak dapat dibenarkan.
Program MBG merupakan bagian dari komitmen yang selaras dengan dorongan Perserikatan Bangsa-Bangsa, termasuk harapan UNICEF terkait pemenuhan gizi, pendidikan, dan kesehatan anak.
tidak tepat, jika ada pihak yang meminta penghentian program yang disebutnya sejalan dengan agenda PBB tersebut.
pelaksanaan program oleh Presiden RI, Prabowo Subianto dan Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka merupakan amanat rakyat yang sejalan dengan komitmen internasional.
“Maaf ya, ketika program-program yang baik ini diarahkan dengan Pemilu, maka menurut saya itu menentang orang kecil.. Itu orang jahat.. Orang yang tidak punya nurani,
Orang yang tidak punya hati bagi orang kecil yang di depan mata orang miskin."|Pigai (Menham RI)
Ketua BEM UGM diteror,
masalah MBG pernah dikritik oleh pihak BEM UGM di kampusnya, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, 24 September 2025 tahun lalu.
BEM UGM menggelar aksi simbolik memprotes MBG.
BEM UGM menghadirkan seekor sapi dengan kepala ditempeli foto Presiden RI, Prabowo Subianto.
BEM UGM mengkritik Program MBG yang disebutnya menimbulkan ribuan kasus keracunan.
Program MBG dinilai melanggar hak anak atas pendidikan, termasuk soal anggaran untuk pendidikan.
Belakangan, Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto mengalami teror usai menyuarakan problem peristiwa tewasnya siswa sekolah di Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Ketua BEM UGM diteror dengan berbagai ancaman, penguntitan, hingga pemotretan dari pihak tidak dikenal selama 9-11 Februari 2026.
Salah satu teror yang dialaminya adalah mendapatkan ancaman penculikan melalui sebuah pesan dari nomor tidak dikenal.
Bahkan, teror juga menghampiri ibu dari Ketua BEM UGM.
Ibunya dikirimi dua kali pesan tengah malam yang mengatakan bahwa; anaknya menggelapkan uang.
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Politik, Hukum,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: Kemenham RI,
| Penerbit: Kupang TIMES
