El Tari, in Memoriam.!

Edisi: 1.308
Halaman 3
Integritas |Independen |Kredibel

Potret: Gubernur Prov NTT, El Tari, saat bertemu dengan Perwira Tinggi Militer Indonesia |Properti Keluarga El Tari, Kupang

KUPANG TIMES - Tahukah anda, dulu Provinsi Nusa Tenggara Tenggara Timur pernah dipimpin oleh Pemimpin yang Tegas, Berintegritas dan berpihak kepada Rakyat Kecil.? 

Ya.. namanya El Tari.! 

hari ini, Pembaca akan disuguhkan Perjalanan Hidup Gubernur Ke-2 Prov NTT, El Tari, selamat membaca. 

Ungkapan, 

Saya merasa paling berbahagia, kalau pada hari Minggu, atau hari-hari libur dapat berkumpul diantara istri dan keluarga di Pantai."|El Tari (Gubernur Prov NTT) 

itulah ungkapan hati Gubernur Prov NTT, El Tari, saat usianya genap berumur 52 pada 18 April 1978 atau 11 hari sebelum El Tari  meninggal dunia secara mendadak pada Jum'at, 29 April 1978.

dalam ulang tahunnya, El Tari mengatakan bahwa; "Saya masih ingat dan amat senang, kalau orangtua saya menghadiahkan sesuatu, dicium sanak saudara, waktu merayakan ulang tahun dimasa kecil, 

sebab tatkala saya tamat HIS di Kupang, pindah ke Jawa, peringatan ulang tahun itu sudah jarang dilakukan apalagi dengan pesta-pesta."

Sejarah, 

Elias Tari lahir di pulau Sabu, 18 April Tahun 1926, di kampung kecil Seba dari Ibu Wenyi Tari dan Bapak Djara Wenyi. 

meskipun hanya sebentar menikmati suasana alam dan kehidupan Sabu yang indah dan unik, karena El Tari Kecil dibawa Orang Tuanya ke Kupang, Pulau Timor. 

El Tari mengatakan, "saya seperti manusia yang lainpun, selalu mengingat kampung halaman, tempat masa kecil, dimana dapat bercanda dengan kawan-kawan, 

semasa kecil, saya ingin jadi Opsichter (perencana bangunan), 

karena situasi dan perang kemerdekaan, mengubah impian saya, 

Saya memutuskan menjadi Pelaut dan Tentara." 

Pendidikan, 

El Tari menempuh pendidikan di Sekolah Pelayaran Tinggi Tegal, dan di sekolah tersebut, dirinya memiliki teman, antara lain: Sudomo (Pangkopkamtib dan ex Kasal) dan Laksamana Syaiful Bahri, eks Pangkoarma AL, tokoh BKR Laut dan Pendiri TNI-AL.

El Tari mengatakan, di masa kecil dirinya sering dijuluki anak nakal, karena suka berkelahi.

dan tidak jarang mengalami kesulitan saat sekolah, karena gaji Ayah hanya 2,50 Rupiah, sehingga cukup sulit untuk membayar uang sekolah yang cukup mahal waktu itu, tetapi karena Ayah memiliki keahlian dibidang pertukangan, sehingga bisa mendapat penghasilan tambahan untuk mendukung pendidikannya. 

TNI, 

El Tari mengakui, kepribadiannya berkembang semasa bergerilya. 

El Tari mengungkapkan, pada bulan Juni 1945, sebagai Perwira Laut, El Tari muda pernah diberikan Kepercayaan untuk membawa Kapal KM 01, mengarungi pantai utara laut Jawa dengan tujuan membawa gula dan beras ke Singapura (untuk ditukar dengan senjata), kemudian di serang kapal Jepang hingga dirinya ditawan. 

selain itu, saat masih menjabat sebagai Dansek X, El Tari bergerilya di desa Batukumpul, Modjolangi di Pemalang Selatan.

"Pesan saya pada orang-orang NTT ialah hidup harus berani,

Saya saja waktu perang, dijuluki teman-teman sebagai 'macan pertempuran,' karena menembak lawan dengan posisi berdiri, 

padahal hal ini berlawanan dengan teori."|El Tari (Gubernur Prov NTT) 

El Tari mengatakan, di masa mudanya meskipun tidak banyak merasa kesulitan, hidupnya bukan enak, dimasa merantau dan berjuang, mental dan karakternya dibentuk, 

"itulah sebabnya sebagai manusia saya mulai dewasa."|El Tari (Gubernur Prov NTT) 

Kisah Cinta, 

El Tari mengatakan, dirinya senang membaca.

dan suatu ketika, El Tari melihat tulisan Prof. Abineno (sekarang Ketua DGI) dalam brosur 'Bond van Studerende de Timoresen,' dengan judul: 'De Strijd om Personlijkheid.'

dan anehnya disamping tulisan tsb, ada tulisan dengan Kode: J.B. Gah yang dikiranya laki-laki. 

beberapa waktu kemudian di Komisariat Sunda Kecil pimpinan A.J. Pello (bekas Residen Nusa Tenggara), El Tari diberitahukan oleh De Rehatta tentang seorang wanita berhidung Arab yang cantik. 

ternyata dia adalah J.B. Gah, si penulis yang berasal dari Sabu-Melolo. 

dari momen tersebut hubungan keduanya terbangun dan melanjut, dan semakin akrab ketika El Tari dirawat di RS Jogya selama 7 (tujuh) bulan, akibat terkena serangan militer di masa pertempuran, clash kedua.

Gubernur Prov NTT, 

13 tahun kemudian, setelah beberapa jenjang karier militer, seperti: operasi intelejen Sunda Kecil • Komandan KMK Denpasar dan Staf Ter. VII (sejak 1951) • Komandan PDM Kalabahi dan Timor.

pada bulan Juli, Tahun 1965, El Tari resmi diangkat menjadi Wakil Gubernur dan Lalamentik sebagai Gubernur NTT. 

Jabatan penuh sebagai Gubernur dipegangnya beberapa tahun kemudian.

Tegas, 

El Tari dikenal sebagai orang berkemauan keras, tetapi cepat juga terharu kalau melihat mereka yang kecil. 

ini juga mungkin, sebab seperti yang diakuinya selama memimpin Prov NTT, pengalamannya yang paling buruk adalah bencana Kelaparan Sikka (yang terlambat diketahuinya) yang menimpa rakyat kecil. 

El Tari pernah menasehati istrinya Nyonya. Jeaneta Batseba Gah, karena menawar ikan kepada seorang nelayan hanya seringgit. 

El Tari langsung membayar 5 Rupiah dan mengatakan, "apakah kau tak tahu kalau pak Tua ini, telah melawan badai dan menyabung nyawa semalam suntuk untuk mendapatkan ikan sebesar itu."

El Tari juga mengajari istrinya, kalau menerima pemberian dari rakyat kecil, PERTAMA bayarlah harga yang pantas • KEDUA ongkos capeknya • dan KETIGA bayarlah jasa dan sebagai rasa terimakasih kepada yang bersangkutan.

El Tari sejak muda sudah belajar belanja sesuai dengan kemampuan gaji, tidak berlebihan dan punya pembukuan tiap hari. 

sebagai Gubernur di Daerah NTT yang hutannya minus dan erosif. 

El Tari selalu menghimbau rakyatnya menanam untuk menghijaukan daerah padang sabana itu. 

Ketika Pelita mulai dan Republik ini merencanakan memenuhi produksi pangan, El Tari bercita-cita berswasembada pangan di NTT. 

El Tari yang memperkenalkan istilah memerintah dengan gaya broederijk (persaudaraan dan rasa kekeluargaan), dan bukan dengan kekerasan. 

El Tari pernah memarahi dengan kasar kepada pegawai-pegawai yang malas dan terlambat masuk kerja, karena memang El Tari selalu masuk Kantor tepat jam 7 pagi. 

Rasanya dengan sikap-sikap khas tersebut, El Tari mampu memimpin NTT, dan mengemban persatuan diantara penduduk tiga pulau besar Flobamor (Flores, Sumba dan Timor).

Kesederhanaan dan ketegasan Elias Tari banyak membuat orang silau akan kekurangannya, karena itu dibalik panggilan formil Pak Gub, orang juga suka menyebut atau memanggilnya "Bu (Bung) EL.”

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Sejarah, 

| Penulis: Sonny Pellokila

| Editor: W.J.B

| Sumber: 1978, Sinar Harapan. El Tari in Memoriam, Album pembangunan Indonesia masa Orde Baru, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®