9.000 Pegawai PPPK Pemprov NTT Terancam Dirumahkan.! WADUH..

Edisi: 1.333
Halaman 1
Integritas |Independen |Kredibel

      Pictures: AI-G|Properti • Ilustrasi

KUPANG TIMES - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur bakal rumahkan 9.000  Pegawai terkait Rasionalisasi Belanja Pegawai sebagai langkah Penyesuaian terhadap Keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ProvNTT.

Gubernur Prov NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menjelaskan tentang Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022, bahwa; hubungan Keuangan Pusat dan Daerah (HKPD), belanja pegawai APBD dibatasi maksimal 30% Tahun 2027.

"tahun depan Undang-Undang ini akan di berlakukan batas maksimal belanja pegawai 30%,

Indikasinya Pemprov NTT akan mengurangi porsi belanja pegawai 540 Miliar tahun depan."|Melki Laka Lena (Gubernur Prov NTT) 

eks Legislator RI itu, mengatakan, Kondisi APBD Prov NTT terbatas, terutama akibat turunnya transfer keuangan dari pemerintah pusat ke daerah, membuat pemerintah daerah harus melakukan penyesuaian berdampak pada ribuan (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) PPPK.

mau tidak mau dengan keterbatasan APBD.. 12 ribu jumlah keseluruhan pegawai PPPK.. maka Pemprov akan melakukan rasionalisasi terhadap Pegawai PPPK menjadi  9.000 Pegawai akan di rumahkan."|Melki Laka Lena (Gubernur Prov NTT) 

Gubernur Prov NTT, Melki Laka Lena mengatakan, Kebijakan ini bertujuan meningkatkan produktivitas daerah agar alokasi pembangunan tidak minim akibat beban rutin pegawai. 

"dan kalau pemerintah pusat tetap tidak rubah aturan tersebut, mau tidak mau 9000 PPPK akan di rumahkan."|Melki Laka Lena (Gubernur Prov NTT) 

Politikus Golkar itu, mengatakan, apabila aturan tersebut tetap dipaksakan tahun depan, hal tersebut dapat memicu gejolak di republik ini. 

"mudah-mudahan aturan ini bisa berubah sesuai dengan situasi politik."|Melki Laka Lena (Gubernur Prov NTT) 

Gubernur Prov NTT, Melki Laka Lena mengatakan, pemerintah daerah juga harus memikirkan masyarakat miskin yang terdampak, termasuk kalangan muda dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berpotensi kehilangan pekerjaan.

ini tidak mudah, di luar 9.000 orang ini yang nanti dirumahkan termasuk anak muda dan Aparatur Sipil Negara (ASN), 

ada banyak masyarakat miskin harus kita pikirkan juga."|Melki Laka Lena (Gubernur Prov NTT)

Beralih Ke KUR, 

Gubernur Prov NTT, Melki Laka Lena mengatakan, sebagai solusi, pemerintah mendorong pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai sumber pembiayaan bagi masyarakat dan PPPK yang ingin berwirausaha.

Ketersediaan KUR mencapai lebih dari IDR 3 Triliun dan dapat dimanfaatkan untuk pengembangan usaha produktif.

KUR tersedia tiga triliun rupiah lebih. Jadi sekali lagi, 9.000 PPPK, kini mau atau tidak memanfaatkan itu, Kerja layak swasta,

bukan lagi kerja berdasarkan gajian bulanan."|Melki Laka Lena (Gubernur Prov NTT) 

Gubernur Prov NTT, Melki Laka Lena mengatakan, meski demikian, pemerintah provinsi berupaya membuka peluang kerja di sektor produktif yang dinilai masih memiliki potensi besar, seperti: pertanian, peternakan, perkebunan, kelautan dan perikanan, serta pariwisata.

Hari ini kita mesti buka sebanyak mungkin lapangan kerja di NTT yang lahannya banyak masih tidur semua ini, 

Peningkatan produksi di berbagai sektor saja itu satu pekerjaan besar."|Melki Laka Lena (Gubernur Prov NTT) 

Gubernur Prov NTT, Melki Laka Lena mengatakan, pemerintah saat ini tengah mengidentifikasi faktor-faktor kunci untuk mengoptimalkan sektor-sektor tersebut.

tinggal kita identifikasi betul faktor- faktor kuncinya di mana, dan itu sedang kami kerjakan di pemerintah provinsi NTT."|Melki Laka Lena (Gubernur Prov NTT) 

selain itu, Gubernur Prov NTT, Melki Laka Lena membuka ruang kritik dari masyarakat terhadap kebijakan pemerintah daerah.

Kami juga buka diri untuk dikritik. Sebagai anak aktivis yang tumbuh di tengah pergerakan NTT, saya merasa penting bahwa kekuasaan ini milik bersama."|Melki Laka Lena (Gubernur Prov NTT)

Namun, Gubernur Prov NTT, Melki Laka Lena mengingatkan, kritik yang disampaikan bersifat konstruktif dan tidak mengandung hoaks maupun kebencian.

sehingga itu dia menjadi buku terbuka yang semua orang bisa kritik apa saja silahkan, yang penting jangan hoaks dan kebencian, tetapi untuk kebaikan bersama."|Melki Laka Lena (Gubernur Prov NTT) 

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Politik, Hukum, Birokrasi, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: Melki Laka Lena (Gubernur Prov NTT), 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®