Edisi: 1.284
Halaman 1
Integritas |Independen |Kredibel
KUPANG TIMES - Kabar mengejutkan datang dari dunia hiburan televisi tanah air.
Penonton setia televisi Nasional kini harus mengucapkan selamat tinggal kepada sosok robot kucing legendaris, 'Doraemon.'
setelah menemani lintas generasi pemirsa di Indonesia selama 35 Tahun, serial anime Doraemon dipastikan tidak lagi tayang di stasiun televisi RCTI terhitung mulai awal tahun 2026.
Berdasarkan pantauan tim Kupang Times melalui jadwal resmi di platform RCTI+ • tanda-tanda absennya program film kartun ikonik tersebut sudah terlihat sejak pekan terakhir Desember 2025.
Hilang dari Jadwal Resmi RCTI,
terhitung mulai Senin, 29 Desember 2025, hingga Minggu, 04 Januari 2026, nama Doraemon sepenuhnya menghilang dari daftar program harian yang ditayangkan oleh stasiun televisi swasta pertama di Indonesia tersebut.
Hilangnya sosok robot dari abad Ke-22 itu, menandai berakhirnya salah satu masa penayangan anime terpanjang dalam sejarah televisi nasional Indonesia.
meski demikian, hingga saat ini, pihak manajemen belum memberikan pernyataan resmi mengenai alasan di balik keputusan tersebut.
"belum ada pengumuman resmi, apakah Doraemon benar-benar berhenti tayang secara permanen di TV nasional atau hanya berhenti sejenak (hiatus)."|tulis laporan tersebut, dikutip Rabu (07/01/26).
Sejarah Panjang Doraemon di Indonesia,
serial anime Doraemon pertama kali menyapa pemirsa Indonesia pada akhir era 1980-an hingga awal 1990-an.
sejak saat itu, karakter ciptaan Fujiko F. Fujio ini, bertransformasi menjadi program unggulan yang nyaris tidak pernah absen menemani waktu libur keluarga, terutama pada hari Minggu pagi.
Kisah petualangan Doraemon bersama Nobita Nobi dan kawan-kawannya dikenal sarat akan pesan moral, mulai dari arti persahabatan, tanggung jawab, hingga empati.
selain serial televisi, kesuksesan Doraemon juga merambah ke layar lebar lewat film-film tahunan yang selalu mendapat sambutan hangat secara komersial di Indonesia.
walaupun sudah tidak menghiasi layar kaca televisi terestrial, eksistensi Doraemon diyakini tidak akan pudar.
hal tersebut, seiring dengan pergeseran kebiasaan menonton masyarakat ke platform digital dan layanan streaming yang masih menyediakan koleksi lengkap serial maupun filmnya.
Mengenal Sosok Nobita Nobi,
bicara soal Doraemon tentu tidak lepas dari tokoh utamanya, Nobita Nobi.
Karakter anak kelas 5 Sekolah Dasar (SD) ini lahir pada 7 Agustus dan digambarkan memiliki kemiripan dengan karakter buatan Fujiko F. Fujio lainnya, seperti: Eiichi Kiteretsu (Kiteretsu) dan Kenichi Mitsuba (Ninja Hattori).
berikut, fakta menarik mengenai karakter Nobita yang selama ini menjadi "rekan duet" Doraemon, antara lain:
• Evolusi Visual: Saat pertama muncul di TV Jepang tahun 1973, Nobita mengenakan kemeja merah.
Namun, sejak diproduksi oleh Shin-Ei Animation pada 1979, Nobita Nobi identik dengan kemeja kuning, celana pendek biru tua, dan kacamata bulat besar.
• Arti Nama: Nama Nobita (伸びた) berasal dari gabungan nama ayahnya, Nobisuke, dan ibunya, Tamako, yang berarti "tumbuh menjadi kuat dan jernih."
• Karakteristik: Nobita sering digambarkan sebagai anak yang lambat dan kurang berprestasi, bahkan sering dikaitkan dengan simbol kura-kura.
Namun, Nobita memiliki sisi kemanusiaan yang tinggi dan ketulusan dalam membantu teman-temannya seperti Shizuka Minamoto, Giant, dan Suneo.
• Pengisi Suara: di Jepang, karakter Nobita pernah diisi oleh Yoshiko Ōta (1973), Noriko Ohara (1979-2005), dan Megumi Ohara yang bertahan dari 2005 hingga sekarang.
Kepergian Doraemon dari jadwal RCTI tentu meninggalkan ruang kosong di hati para penggemarnya yang kini sudah beranjak dewasa maupun anak-anak generasi sekarang.
Dugaan Penyebab Doraemon Berhenti Tayang di RCTI,
Pihak stasiun televisi RCTI, belum memberikan informasi, penyebab Film Doraemon berhenti tayang.
meski begitu, berbagai analisis mulai bermunculan mengenai kemungkinan penyebab hilangnya Doraemon dari layar televisi, antara lain:
1. Perubahan strategi yang diduga menjadi penyebab, di mana stasiun televisi melakukan evaluasi kinerja rating dan mengutamakan program lain yang dianggap lebih sesuai dengan selera penonton saat ini.
2. Terjadi pergeseran kebiasaan menonton pada anak-anak yang kini lebih memilih menikmati konten animasi melalui platform digital dan layanan streaming dibandingkan televisi konvensional.
3. Isu yang paling banyak diperbincangkan berkaitan dengan hak siar dan lisensi, yang tercermin dari sejumlah film layar lebar Doraemon di stasiun televisi pesaing dalam beberapa waktu terakhir.
Doraemon berhenti tayang di RCTI, tidak menghapus jejak panjangnya dalam sejarah pertelevisian Indonesia.
Selama puluhan tahun, serial ini berhasil bertahan melewati berbagai perubahan zaman dan tetap dicintai oleh penontonnya.
Meski kini tidak lagi hadir di layar RCTI, Doraemon akan selalu dikenang sebagai ikon tayangan anak yang memiliki tempat istimewa dalam ingatan masyarakat.
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Hiburan, Sejarah,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: RCTI,
| Penerbit: Kupang TIMES



