Bagaimana Pasukan Elite AS Menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.?

Edisi: 1.280
Halaman 1
Integritas |Independen |Kredibel

        Potret: WH|Properti

WASHINGTON DC, KUPANG TIMES - selama berbulan-bulan, Intelijen AS memantau gerak-gerik Nicolas Maduro.

sebuah tim kecil, termasuk Informan AS di dalam Pemerintahan Venezuela, telah mengamati di mana pria berusia 63 tahun itu tidur, apa yang dia makan, apa yang dia kenakan, dan bahkan, menurut para pejabat militer tinggi, "hewan peliharaannya."

Kemudian, pada awal Desember 2025, sebuah misi yang direncanakan dan diberi nama "Absolute Resolve Operation" diselesaikan.

ini adalah hasil dari perencanaan dan latihan yang cermat selama berbulan-bulan. 

bahkan, pasukan elit AS yang membuat replika persis rumah persembunyian Maduro di Caracas untuk melatih rute penyergapan mereka.

Rencana tersebut—merupakan intervensi Militer AS yang luar biasa di Amerika Latin yang belum pernah terjadi sejak Perang Dingin—dirahasiakan dengan ketat.

Kongres AS tidak diberitahu atau dibahas sebelumnya. 

dengan rincian yang tepat telah ditetapkan, para pejabat Militer Tinggi AS hanya perlu menunggu waktu yang tepat dan optimal untuk melakukan serangan.

Pejabat Militer AS mengatakan, Sabtu (03/01/26), mereka ingin memaksimalkan Unsur Kejutan.

menanggapi aksi penyerangan dan penangkapan tersebut, Presiden Brasil, Lula da Silva mengatakan, penangkapan pemimpin Venezuela dengan kekerasan tersebut sebagai "preseden yang sangat berbahaya bagi seluruh komunitas internasional."


Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres dalam sebuah pernyataan mengatakan, dirinya "sangat prihatin" dengan operasi militer AS di Venezuela, dan hal itu memiliki "implikasi yang mengkhawatirkan bagi kawasan tersebut."

"terlepas dari situasi di Venezuela, perkembangan ini merupakan preseden yang berbahaya, 

Sekretaris Jenderal terus menekankan pentingnya penghormatan penuh - oleh semua pihak - terhadap hukum internasional, termasuk Piagam PBB, 

ia sangat prihatin bahwa; aturan hukum internasional belum dihormati."|tulis pernyataan Jubir Sekjen PBB

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Militer, Hukum, Politik, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: BBC News, AFP, ABC News, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®