Militer AS Serang dan TANGKAP Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.!

Edisi: 1.279
Halaman 3
Integritas |Independen |Kredibel

      Potret: BBC News|Properti

WASHINGTON DC, KUPANG TIMES - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengeklaim, Militer AS telah menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dalam operasi militer skala besar yang dilancarkan, Sabtu (03/01/26) waktu setempat. 

dalam pernyataan melalui platform White House, Trump mengatakan, operasi tersebut berhasil menangkap Maduro beserta istrinya. 

Keduanya diterbangkan ke luar Venezuela.

Amerika Serikat berhasil melakukan serangan skala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya, 

Presiden Nicolas Maduro, yang ditangkap bersama istrinya dan diterbangkan keluar dari negara itu."|Trump (Presiden AS) dikutip dari kantor berita AFP, seraya mengonfirmasi serangan AS ke Caracas.

Trump mengatakan, operasi tersebut melibatkan aparat penegak hukum AS. 

Trump dijadwalkan, akan menggelar konferensi pers pada pukul 11:00 waktu setempat atau 23:00 pm WIB, di kediamannya di Mar-a-Lago, Florida, menjelang akhir liburan Natal dan Tahun Baru.

dalam wawancara singkat melalui telepon dengan New York Times, Trump memuji operasi itu brilian dan menyebutnya hasil perencanaan matang. 

banyak perencanaan yang baik dan banyak pasukan serta orang-orang hebat."|Trump (Presiden AS) sebagaimana dikutip dari NYT. 

Ketegangan Konflik AS-Venezuela, 

Klaim tersebut muncul di tengah meningkatnya tekanan militer dan ekonomi Washington terhadap pemerintahan Maduro dalam beberapa bulan terakhir. 

Pada Desember 2025, Trump sempat mengatakan, akan bijaksana bagi Maduro untuk mundur dari kekuasaan. 

Trump menegaskan bahwa; kekuasaan pemimpin Venezuela itu tinggal menghitung hari.

Dua hari sebelum pernyataan tersebut, Maduro sempat mencoba membuka komunikasi dengan Trump, menawarkan kerja sama dalam isu pemberantasan narkoba dan migrasi ilegal. 

Namun, ajakan tersebut, tidak mendapat tanggapan positif dari Washington. 

Trump memiliki sejumlah alasan untuk menyerang Venezuela. 

Trump menuding Negara tersebut pusat perdagangan narkoba dan menyebut Caracas merebut hak minyak AS. 

meski belum secara gamblang menyerukan penggulingan Maduro, pemerintahan Trump—bersama sejumlah negara Eropa—menolak mengakui legitimasi pemimpin Venezuela itu.

dalam beberapa bulan terakhir, AS memperkuat kehadiran militer di kawasan Karibia. 

Armada kapal induk USS Gerald R Ford dan sejumlah kapal perang lainnya ditempatkan di wilayah itu.

sebagai bagian dari blokade terhadap Venezuela, pasukan AS menyita dua kapal tanker di laut dan melakukan serangan udara yang menewaskan lebih dari 100 orang. 

Serangan itu ditujukan untuk menghancurkan kapal-kapal kecil yang diduga digunakan dalam aktivitas penyelundupan narkoba. 

Trump sebelumnya mengatakan, militer AS menyerang dan menghancurkan area dermaga yang digunakan kapal narkoba Venezuela, menjadikannya serangan pertama secara langsung di wilayah Venezuela.

      Potret: ILTV Israel|Properti

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Hukum, Politik, Militer, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: WH, AFP, NYT, ILTV Israel, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®