Presiden RI, Prabowo Subianto SETUJU Anggaran Renovasi Rumah Warga Terdampak Banjir sebesar IDR 60 Juta.!

Edisi: 1.253
Halaman 1
Integritas |Independen |Kredibel

      Potret: BPMI|Properti 

KUPANG TIMES - 'Kepala BNPB, Suharyanto, mengatakan, anggaran IDR 60 Juta, cukup untuk renovasi. 

Penerima bantuan nanti bisa menambah uang pribadi untuk merenovasi rumah.'

Presiden RI, Prabowo Subianto, menyetujui, anggaran sebesar IDR 60 Juta per-rumah, untuk merenovasi rumah para korban bencana di Sumatera.

Persetujuan tersebut, disampaikan Presiden RI, Prabowo, usai mendengarkan laporan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, dalam rapat koordinasi dengan sejumlah menteri dan lembaga di Aceh, Minggu, (07/12/25) malam. 

Suharyanto, mengatakan, ada 37.546 rumah rusak, akibat bencana di Sumatera. 

Kerusakan tersebut, dikategorikan, rusak berat, sedang, dan ringan. 

"per-Minggu, 7 Desember ini, Bapak Presiden, rumah masyarakat yang rusak itu sampai 37.546 rumah, baik yang rusak berat — rusak berat ini termasuk yang hilang kena sapu banjir — kemudian rusak sedang, dan rusak ringan."|Surharyanto (Kepala BNPB) dilansir dari YouTube Sekretariat Presiden. 

Suharyanto, mengatakan, data tersebut belum final. 

BNPB bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) masih melakukan pendataan rumah warga. 

anggaran sebesar IDR 60 Juta per-rumah dibutuhkan untuk merenovasi rumah. 

Presiden RI, Prabowo, bertanya, kecukupan dana tersebut kepada Suharyanto. 

"hunian tetap, anggaran IDR 60 Juta cukup.?"| Prabowo (Presiden RI) 

Suharyanto, menjawab, anggaran sebesar itu, cukup untuk renovasi. 

Penerima bantuan nanti bisa menambah uang pribadi untuk merenovasi rumah. 

"mungkin punya keluarga di kampung, punya anak yang punya gaji mau nambah, bisa.! 

tetapi, (kami) tidak (memberikannya) dalam bentuk uang, 

karena khawatir kalau bentuk uang jadi yang lain."|Surharyanto (Kepala BNPB)

dan, Presiden RI, Prabowo setuju atas usulan tersebut. 

Namun, Presiden RI, Prabowo meminta, anggaran tersebut, perlu dihitung berdasarkan kenaikan harga dan inflasi.

"Oke, mungkin tentunya kita hitung kenaikan harga ya, inflasi, dan sebagainya."|Prabowo (Presiden RI) 

dalam kesempatan yang sama, Suharyanto, mengatakan, TNI dan Polri akan membangun hunian sementara (huntara) untuk para korban. 

Huntara Tipe 36, akan dibangun dengan harga senilai IDR 30 Juta. 

Huntara dapat dibangun dalam 6 bulan. 

Huntara dirancang untuk menjadi tempat tinggal yang jauh lebih layak dibanding tenda-tenda pengungsian. 

setiap unit diperuntukkan bagi satu keluarga.

Surhayanto, menjelaskan, huntara dirancang dan digunakan maksimal satu tahun, sebelum warga dipindahkan ke hunian tetap (huntap). 

Namun, bisa lebih lama, bila ketersediaan lahan terhambat.

Namun, Suharyanto, mengungkapkan, salah satu hambatan mendesak dalam percepatan pembangunan huntara adalah ketersediaan lahan dari pemerintah daerah.

"Kepala daerah harus menyiapkan lahan,

Pemerintah pusat yang membangun, Pak Presiden,

Nah, lahannya ini kadang-kadang yang agak bermasalah lama."|Suharyanto (Kepala BNPB) 

Presiden RI, Prabowo, mengatakan, lahan seharusnya tersedia dari pemerintah. 

perlu ada koordinasi antara pusat dan daerah. 

"Saya kira lahannya harusnya ada. Nanti koordinasi pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, semua K/L, terutama ATR, kehutanan, ATR-BPN dicek semua."|Prabowo (Presiden RI) 

Presiden RI, Prabowo, bersedia, untuk mencabut HGU sementara untuk pembangunan rumah itu. 

"Kalau perlu HGU-HGU bisa dicabut sementara, dikurangi,

Ini kepentingan rakyat yang lebih penting,

Lahan harus ada."|Prabowo (Presiden RI) 

berdasarkan geoportal data penanganan darurat banjir dan longsor Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat di lamab BNPB, mencatat jumlah korban jiwa mencapai 940 orang pada Ahad sore.

Suharyanto mengatakan korban mengungsi terbanyak ada di Provinsi Aceh dengan 914.202 orang meninggal. 

Sedangkan sebanyak 366 meninggal dan 97 orang hilang di Aceh. 

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Keuangan, Sosial, Pembangunan, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: BNPB, Sekretariat Kabinet, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®