Edisi: 858
Halaman 4
Integritas|Independen |Kredibel
IRAN, KUPANG TIMES - Pemimpin Hamas dan Kepala Biro Politik, Ismail Haniyeh, dilaporkan tewas, di kediamannya, saat berada di Teheran, Iran, Rabu, (31/7/2024).
Pembunuhan Ismail Haniyeh, terjadi setelah Militer Israel melakukan serangan udara di Beirut, Lebanon, yang dilaporkan, menewaskan seorang Komandan Perang Hizbullah, Selasa, (30/07/24).
Kronologinya seperti Apa.?
media lokal Iran, menulis, Haniyeh tewas dalam serangan udara.
Haniyeh, tiba di Iran, pada hari Selasa, (30/07/24) untuk menghadiri acara Pelantikan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian.
"Haniyeh, yang datang ke Iran untuk menghadiri upacara pelantikan presiden, tinggal di salah satu tempat tinggal khusus veteran perang di Teheran utara,"
"Ia tewas akibat rudal yang diluncurkan dari udara,"|Kantor Berita Fars dikutip AFP
berita yang sama juga diterbitkan CNN International, yang dilansir dari laman IRNA, media Pemerintah Iran.
Haniyeh diserang di Teheran menggunakan "proyektil berpemandu udara" sekitar pukul 02:00am (pagi), waktu setempat.
"IRNA menulis, penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan untuk menentukan rincian operasi dan posisi dari mana proyektil itu ditembakkan,"|dikutip CNN International
dan kronologi tewasnya Ismail Haniyeh, masih simpang siur /atau belum jelas.
Hamas hanya mengatakan, Haniyeh tewas, karena serangan Zionis, sementara Pasukan Garda Revolusi Iran (IRG) mengatakan masih akan melakukan penyelidikan.
"saudara pemimpin, mujahid Ismail Haniyeh, kepala gerakan Hamas, tewas dalam serangan Zionis di kediamannya di Teheran,"|release Kelompok Hamas
"Kediaman Ismail Haniyeh, kepala kantor politik Perlawanan Islam Hamas, diserang di Teheran, dan sebagai akibat dari insiden ini, dia dan salah satu pengawalnya menjadi martir,"|situs berita web Sepah milik Korps IRG.
Kematian Haniyeh membuat Hamas bereaksi keras.
Juru Bicara Hamas, Sami Abu Zuhri, mengatakan, pembunuhan Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh sebagai eskalasi yang serius.
Sami Abu Zuhri, mengatakan dan mengancam, akan terus melebarkan perang dengan Israel, yang saat ini sebenarnya sedang berupaya untuk dinegosiasikan, untuk gencatan senjata.
"Hamas akan melancarkan perang terbuka untuk membebaskan Yerusalem,"
"Kami siap membayar berbagai harga untuk melakukannya,"|Abu Zuhri (Jubir Hamas), menurut laporan media lokal yang dikutip Al Jazeera English.
Informasi serupa juga dikatakan Anggota Biro Politik Hamas, Mousa Abu Marzook.
Mousa Abu Marzook, mengatakan dan melabeli aksi Tel Aviv, sebagai aksi pengecut.
"Pembunuhan yang 'pengecut' terhadap Ismail Haniyeh tidak akan dibiarkan begitu saja,"|Mousa Abu Marzook (Anggota Biro Politik Hamas) dikutip Iran News.
sementara itu, Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, mengutuk pembunuhan Haniyeh.
Mahmoud Abbas, meminta semua rakyat Palestina bersatu, sabar, dan tabah dalam menghadapi pendudukan Israel
"Presiden Negara Palestina Mahmoud Abbas mengutuk keras pembunuhan kepala gerakan Hamas, pemimpin besar Ismail Haniyeh, dan mengira sebagai tindakan yang menipu dan perkembangan yang berbahaya,"|dikutip Iran News
TANGGAPAN Turki,
sementara dari luar Palestina, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, juga turut mengutuk 'pembunuhan memalukan' terhadap Ismail Haniyeh, yang merupakan sekutu dari Turki.
Ankara, mengatakan, serangan ini, berpotensi dan dapat menyebarkan perang yang lebih luas.
"Kami mengutuk pembunuhan terhadap pemimpin kantor politik Hamas, Ismail Haniyeh, dalam pembunuhan memalukan di Teheran,"|Kementerian Luar Negeri Turki
TANGGAPAN Rusia,
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Mikhail Bogdanov, kepada kantor berita milik pemerintah Rusia, RIA Novosti, mengatakan, kejadian ini sangat buruk.
"ini adalah pembunuhan politik yang sama sekali tidak dapat diterima, dan akan menyebabkan eskalasi ketegangan lebih lanjut,"| Mikhail Bogdanov (Wamenlu Rusia)
TANGGAPAN AS dan Israel,
sementara di tempat lain, pihak Israel sebagai yang dituduh melakukan serangan, menolak untuk berkomentar lebih jauh.
Israel Defense Force, mengatakan, pihaknya tidak menanggapi laporan dari pihak asing.
"Kami tidak menanggapi laporan di media asing,"|IDF, kepada CNN International.
Pemerintah AS, selaku sekutu terkuat di Israel yang juga melabeli Hamas kelompok teroris, mengatakan, telah mengetahui informasi terkait kematian Haniyeh.
Namun, memilih untuk tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.
"Gedung Putih telah melihat laporan tentang pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh yang terbunuh di Iran,"|Jubir Gedung Putih
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan, Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Hukum, Militer, Politik,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: Berita Fars, AFP, IRNA, CNN International, Al Jazeera English, IRG, Kemenlu Turki, Kemenlu Rusia, IDF, White House, Hamas, Iran News,
| Penerbit: Kupang TIMES
