Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh TEWAS usai Hadiri Pelantikan Presiden Iran.!

Edisi: 858
Halaman 3
Integritas|Independen |Kredibel

       Potret: Al Jazeera English|Properti

IRAN, KUPANG TIMES - Kelompok Garis Keras Palestina, Hamas, mengumumkan, pada hari Rabu, (31/07/24) bahwa; pemimpin politiknya, Ismail Haniyeh, tewas dalam serangan Zionis di Teheran, Iran. 

Haniyeh berada di Teheran, untuk menghadiri acara Pelantikan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. 

"saudara, pemimpin, mujahid, Ismail Haniyeh, kepala gerakan, tewas dalam serangan Zionis di markas besarnya di Teheran setelah ia berpartisipasi dalam pelantikan presiden baru (Iran),"|release kelompok Hamas dilansir dari AFP, Rabu (31/07/24).

Garda Revolusi Iran, juga mengumumkan insiden tersebut, dengan mengatakan, kediaman Haniyeh di Teheran, ibu kota Iran "diserang" dan Haniyeh terbunuh bersama seorang pengawalnya.

"Kediaman Ismail Haniyeh, kepala kantor politik Perlawanan Islam Hamas, diserang di Teheran, dan sebagai akibat dari insiden ini, ia dan salah seorang pengawalnya menjadi martir,"|tulis pernyataan, dilansir dari situs berita web Sepah milik Korps Garda Revolusi Islam.

Haniyeh, melakukan, perjalanan ke Teheran, untuk menghadiri acara pelantikan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, Selasa, (30/07/24) waktu setempat.

sementara ditempat lain, Israel Defense Force (IDF) /atau Pasukan Pertahanan Israel, memilih untuk tidak menanggapi terkait insiden tersebut, yang menyebabkan terbunuhnya Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh.

untuk diketahui • sebelumnya, Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, bersumpah untuk menghancurkan Hamas dan membawa kembali semua sandera yang ditawan selama serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023, yang memicu perang di Jalur Gaza.

serangan yang dilancarkan Hamas ke Israel selatan itu mengakibatkan kematian 1.197 orang, sebagian besar warga sipil, menurut penghitungan AFP berdasarkan angka resmi Israel.

Para milisi Palestina juga menangkap 251 sandera, 111 orang di antaranya masih ditawan di Gaza, termasuk 39 orang yang menurut militer Israel telah tewas.

Haniyeh terpilih sebagai kepala biro politik Hamas pada tahun 2017 untuk menggantikan Khaled Meshaal. 

dan, Haniyeh, sukses menjadi tokoh terkenal setelah menjadi perdana menteri Palestina pada tahun 2006, setelah meraih kemenangan mengejutkan Hamas dalam pemilihan parlemen di tahun tersebut.

dianggap sebagai seorang pragmatis, Haniyeh tinggal di pengasingan dan membagi waktunya antara Turki dan Qatar.

Haniyeh telah melakukan perjalanan misi diplomatik ke Iran dan Turki selama perang antara Hamas dan Israel di Gaza, bertemu dengan presiden Turki dan Iran.

Haniyeh dikatakan menjaga hubungan baik dengan para pemimpin berbagai faksi Palestina, termasuk para pesaing Hamas.

Haniyeh bergabung dengan Hamas pada tahun 1987 ketika kelompok militan tersebut didirikan di tengah pecahnya intifada Palestina pertama /atau pemberontakan, terhadap pendudukan Israel yang berlangsung hingga tahun 1993.

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan, Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Hukum, Militer, Politik, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: Aljazeera English, AFP, 

| Penerbit: Kupang TIMES 

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®