Edisi: 0006
Halaman 1
FILIPINA, KUPANG TIMES - Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, mengatakan bahwa dia tidak akan pernah meminta maaf atas kematian para tersangka pengguna dan pengedar Narkotik yang terbunuh dalam operasi Polisi yang sedang memerangi narkotik.
Kematian dalam operasi anti-narkotik itu telah membuat khawatir kelompok-kelompok Hak Asasi Manusia (HAM).
Lebih dari 6.200 tersangka pengguna dan pengedar narkoba tewas dalam operasi anti-narkotik di Filipina, sejak Duterte menjabat sebagai Presiden pada Juni 2016 hingga November 2021, menurut data Pemerintah.
"Saya tidak akan, tidak akan pernah meminta maaf atas kematian mereka."| Rodrigo Duterte (Presiden Filipina)
"Bunuh Saya, Penjarakan Saya, Saya Tidak Akan Pernah Meminta Maaf."| Rodrigo Duterte (Presiden Filipina)
Kelompok Hak Asasi Manusia (HAM) dan Para Kritikus mengatakan bahwa; Aparat Kepolisian telah mengeksekusi para tersangka Kasus Narkotik secara brutal.
Namun, Pihak Kepolisian menanggapi dan membantah narasi yang di buat oleh Kelompok HAM dan Kritikus, para tersangka narkotik yang terbunuh adalah tersangka bersenjata dan melakukan perlawanan saat hendak di tangkap.
"Saya bersumpah akan melindungi para Penegak Hukum yang melakukan tugas memerangi Narkotik dan harus berani mengambil keputusan cepat saat nyawa mereka dalam bahaya /terancam." | Rodrigo Duterte (Presiden Filipina) | W.J.B
menurut Kalian gimana?
