di depan Budiman Sudjatmiko, Wakil Ketua BEM UI Fathimah: "Pemerintah Terkesan Hanya Fokus 1 Janji, MBG!"

Edisi: 1.583
Halaman 3
Integritas |Independen |Kredibel

      Potret: berbagai sumber

JAKARTA, KUPANG TIMES – Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra menilai kebijakan pemerintah saat ini terkesan terpusat dan hanya berfokus pada satu janji kampanye utama, yakni: Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pernyataan tersebut disampaikan Fathimah menanggapi pernyataan Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, Budiman Sudjatmiko, dalam Program ROSI, KompasTV, Kamis (29/10/26). 

dalam kesempatan itu, Budiman menanggapi tuntutan mahasiswa dan masyarakat sipil menggelar aksi demonstrasi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Rabu (28/10/26), salah satunya tuntutan terkait pemborosan anggaran. 

terkait tuntutan tersebut, Budiman menegaskan, pemerintah dihadapkan pada keterbatasan waktu (time constraint) dan keterbatasan anggaran (budget constraint), sehingga harus menetapkan prioritas yang jelas.

"(Tuntutan mahasiswa) semuanya wajar, tapi saya mau tanggapi, apa yang disebut boros.? Sekali lagi saya katakan ada banyak kebaikan, kebenaran, setiap orang punya niat baik tapi kita tahu dalam pemerintahan itu ada batas waktu, time constraint dan budget constraint. • Artinya kita memilih berdasarkan kebaikan, 

Pak Prabowo dan Mas Gibran mas kawinnya (janji politik) adalah soal makan bergizi, koperasi, sekolah rakyat, itu yang dijanjikan,

Ketika ada keinginan untuk memprotes ini, kita tidak dalam posisi untuk menghapus ini. • yang kita bisa lakukan, karena kalau kita menghapus ini kita melanggar konstitusi."|Budiman (Kepala Taskin) 

eks Aktivis 1998 itu, mengatakan, pemerintah tidak berada dalam posisi untuk membatalkan program tersebut, melainkan fokus pada perbaikan teknis operasional.

"yang bisa kita lakukan adalah pada bagian mana dia bocor, tidak efisien, bocor. • artinya: technical."|Budiman (Kepala Taskin) 

Budiman mengutip penjelasan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, yang mengatakan, pelaksanaan MBG kini diprioritaskan untuk wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), menghapus praktik reward berlebihan, dan jual beli titik dapur umum.

"Pagi tadi kepala BGN Pak Daryono sudah menjelaskan, bahwa MBG diprioritaskan untuk wilayah-wilayah 3T, kemudian tidak ada lagi reward berlebihan pada dapur, semua praktik jual beli titik diberantas,

sampai di situ, kalau memang urusannya adalah pembocoran dan pemborosan karena korupsi, kita sepakat. • tapi untuk mencabut ijab kabulnya kita tidak dalam posisi itu."|Budiman (Kepala Taskin) 

Tanggapan Fathimah, 

Merespons pernyataan Budiman, Fathimah mengingatkan janji politik presiden kepada rakyat tidak hanya sebatas program MBG saja. • melainkan menjalankan seluruh sumpah jabatan sebagai kepala negara.

"tadi Bang Budiman sudah beberapa kali menyebut ijab kabul dan sebagainya, mungkin yang ter-highlight adalah program-program seperti makan bergizi gratis, dan sebagainya, 

tapi kita melihat sebetulnya ijab kabul yang dilakukan presiden kepada rakyatnya bukan hanya program apa yang dijanjikan, tapi dia menjalani sumpahnya sebagai presiden. • yang di antaranya bukan hanya tentang makan bergizi gratis gitu, (tapi) bagaimana masyarakat bisa hidup normal."|Fathimah (Waket BEM UI) 

Kemudian, Fathimah menyinggung mengenai rehabilitasi pascabencana di berbagai daerah yang dinilai belum optimal. 

Fathimah mencontohkan lambatnya pemulihan daerah terdampak bencana seperti penanganan banjir bandang di Aceh.

"sebelum karhutla ini, kita tahu ada bencana-bencana lain, seperti di Aceh, ketika ada banjir bandang sebelumnya, sudah banyak sekali hal-hal yang terjadi, namun rehabilitasinya masih belum maksimal,

mereka belum hidup normal, air bersih masih sulit, dan sebagainya, sampai mereka akhirnya terpapar lagi hal-hal yang mengganggu hidup mereka,

di sini kita mempertanyakan bahwa oke, pemerintah ini terkesan seperti hanya berfokus pada satu janji, yaitu: makan bergizi gratis (MBG), tapi pada sumpah-sumpahnya yang lain, di mana dia diberi mandat untuk menjalani itu semua, seperti seolah-olah dianaktirikan gitu janji-janji yang lain."|Fathimah (Waket BEM UI) 

Fathimah menilai pemerintah yang seolah-olah hanya berfokus pada satu-dua program telah melukai hati masyarakat, utamanya di sektor pendidikan. 

"yang ingin saya katakan juga bahwa salah satu hal yang mungkin membuat masyarakat sakit hati, seolah-olah janji pemerintah hanya MBG dan KDMP titik. Seolah-olah yang lain tidak,

di antaranya yang sekarang sedang diresahkan terkait pendidikan, bagaimana presiden itu juga harus bisa, sebagai orang yang menjalankan negara ini mencerdaskan kehidupan bangsa."|Fathimah (Waket BEM UI) 

Fathimah mencontohkan, ada sekolah di daerah yang mendapat bantuan TV layar sentuh (touchscreen), padahal infrastruktur fisik bangunan sekolah tersebut rusak dan tidak memiliki tembok yang layak.

"Kita melihat di sekolah-sekolah daerah ada TV-TV touchscreen tapi padahal tembok-temboknya enggak ada. Itu kan sangat miris."|Fathimah (Waket BEM UI) 

Fathimah mengatakan, selain masalah infrastruktur, nasib guru honorer kembali dipertanyakan. 

Mahasiswi Fakultas Kedokteran UI itu, menyayangkan, isu kesejahteraan guru honorer yang selalu menjadi komoditas politik atau kata kunci jualan saat debat capres, namun kerap terlupakan dan urung direalisasikan secara konkret setelah pasangan calon terpilih.

"Gaji guru misalnya, kenapa setiap debat capres guru honorer selalu menjadi kata kunci orang-orang yang sedang nyapres, tapi setelah sudah terpilih guru honorer ini terlupakan lagi. • ini kan membuat masyarakat sakit hati, berkali-kali dijanjikan tapi tidak pernah direalisasi."|Fathimah (Waket BEM UI) 

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

• Informasi Artikel:

| Konteks: Politik, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: BEM UI, Program ROSI KompasTV, Taskin, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®