Edisi: 1.579
Halaman 4
Integritas |Independen |Kredibel
Ringkasan Berita:
• Logo Badan Gizi Nasional (BGN) pada banner acara Transformasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2.0 di Usmar Ismail Hall, Jakarta Selatan, viral karena diduga dibuat dengan AI.
• Warganet menyoroti pita pada lambang Burung Garuda yang tidak bertuliskan “Bhinneka Tunggal Ika”.
• Hingga kini BGN belum memberikan penjelasan terkait hal ini.
JAKARTA, KUPANG TIMES – Logo Badan Gizi Nasional (BGN) yang tampil dalam acara Transformasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2.0 menjadi sorotan publik dan viral di platform media sosial.
logo BGN pada banner acara itu diduga dibuat menggunakan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Kegiatan tersebut digelar di Usmar Ismail Hall, Jakarta Selatan, Kamis (29/10/26).
seorang warganet yang hadir dalam kegiatan tersebut menyoroti lambang Burung Garuda pada logo BGN.
tulisan pada pita yang dicengkeram burung tersebut dinilai tidak sesuai karena bukan semboyan 'Bhinneka Tunggal Ika' melainkan tulisan lain yang tidak jelas maknanya.
hingga berita ini terbit, BGN belum memberikan penjelasan terkait dugaan penggunaan AI dalam pembuatan logo tersebut.
Aturan Lambang Negara,
selain mempersoalkan tulisan pada pita tersebut, warganet mengingatkan bahwa; penggunaan lambang negara harus mengikuti ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. • merujuk pada 3 Pasal, antara lain:
• Pasal 49 • yang mengatur penggunaan lambang negara harus sesuai ketentuan yang berlaku.
• Pasal 57 • yang melarang penggunaan lambang negara yang tidak sesuai dengan bentuk, warna, dan perbandingan ukurannya.
• Pasal 69 • yang mengatur ancaman pidana penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak IDR 100 Juta.
Transformasi MBG 2.0
di tengah polemik tersebut, kegiatan itu sendiri disebut sebagai penanda babak baru pelaksanaan program prioritas pemerintah.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan, transformasi MBG 2.0 berfokus pada peningkatan kualitas pelayanan, keamanan pangan, dan tata kelola program.
"Bukan sekadar melanjutkan program, transformasi MBG 2.0 menjadi kesempatan untuk mengevaluasi, memperbaiki, dan memperkuat pelaksanaan MBG."|Sudaryono (Kepala BGN)
Konsep MBG 2.0 dibangun di atas 3 (tiga) Prioritas Utama, sebagai berikut:
• Pemberantasan Korupsi.
• Penguatan Tata Kelola dan Pengawasan.
• Transparansi dan Kolaborasi.
Program tersebut diarahkan berjalan Transparan, Kolaboratif, dan Bersih dari Korupsi.
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Hukum, Teknologi,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: BGN, IG @mantapfunny,
| Penerbit: Kupang TIMES







