Kronologi dan Penyebab Purbaya Dicopot dari Jabatan Menteri Keuangan.?

Edisi: 1.534
Halaman 2
Integritas |Independen |Kredibel

      Potret: KT|Properti

JAKARTA, KUPANG TIMES – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melakukan Reshuffle Kabinetnya.!

Presiden RI Prabowo Subianto mencopot Purbaya dari jabatan Menteri Keuangan dan menggantikan dengan Suahasil Nazara, Senin (14/09/26). 

Kronologi, 

eks Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa masih mengikuti rapat kerja bersama Komite IV DPD-RI, Senin (14/09/26), beberapa jam sebelum Presiden RI Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menkeu yang menggantikannya.

dalam rapat tersebut, Purbaya yang sedang menyampaikan materi terkait strategi fiskal 2027, tiba-tiba diminta mengecek telepon yang masuk.

awalnya Purbaya sedang menyampaikan penjelasan terkait rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2027 dan Nota Keuangan.

di tengah persaingan global yang semakin kuat, perubahan teknologi yang cepat serta gejolak geopolitik yang penuh ketidakpastian, APBN memegang peranan yang sangat strategis,

APBN bukan sekedar dokumen keuangan negara tapi APBN adalah alat perjuangan untuk melindungi rakyat, memperkuat pondasi ekonomi dan mewujudkan cita-cita mulia bangsa, yaitu: Indonesia yang berdaulat adil dan makmur."|Purbaya (Menkeu RI) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/09/26).

dalam rapat tersebut, Purbaya membahas pembiayaan daerah. 

eks boss LPS itu menjelaskan, pentingnya mencari skema pembiayaan inovatif agar daerah dapat membangun proyek-proyek yang dibutuhkan.

Jadi kita jaga bersama-sama tadi pembiayaan daerah, yang penting kan bisa bangun proyeknya kan. • itu yang kita carikan tadi yang kita sebut inovatif, financing,

Nanti, nanti bulan Oktober mungkin akan promosi ke daerah-daerah, termasuk dengan bantuan DPD untuk memastikan bahwa; daerah mengerti bagaimana pembiayaan proyek itu."|Purbaya (Menkeu RI) 

saat itulah Ketua Komite IV DPD-RI Ahmad Nawardi menyela pembicaraan Purbaya. 

Nawardi meminta Purbaya mengecek telepon yang masuk.

Pak Menteri, saya putus dulu. • Katanya ada telepon.. Tolong dilihat dulu, iya teleponnya."|Nawardi (Ketua Komite IV) 

Kemudian, Purbaya menghentikan pembicaraannya dan meninggalkan ruang rapat. 

Rapat pun dilanjutkan dengan agenda pemaparan dari Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti.

dalam rapat tersebut, Nawardi kemudian meminta Purbaya untuk kembali hadir dalam rapat Komite IV DPD-RI di lain kesempatan. 

Nawardi mengatakan, ketidakhadiran Purbaya sebagai utang kepada Komite IV.

Meminta Pak Menteri untuk hadir lagi untuk rapat lagi, ini kita anggap sebagai hutang,

Pak Menteri punya hutang pada kita. • Jadi hutang harus dibayar nanti."|Nawardi (Ketua Komite IV) 

Komite IV DPD-RI pun melanjutkan pembahasan hingga masuk ke tahap pembacaan kesimpulan. 

Nawardi menyinggung Purbaya yang telah meninggalkan rapat untuk diwakilkan.

Karena itu Bapak Ibu sekalian, kita akan memasuki tahap yang selanjutnya, yaitu: membacakan kesimpulan. Kesimpulan ini banyak kesimpulan yang berkaitan dengan TKD. • tetapi karena Bapak Menteri ini tidak ada, bisa diwakili oleh Bapak kesimpulan-kesimpulan ini ya.?

“Pak Dirjen Perimbangan Keuangan atau Bapak Dirjen Anggaran, ya bersama bertigalah. • ini saling menunjuk, bersama bertiga silakan diskusi."|Nawardi (Ketua Komite IV) 

Penyebab, 

Perombakan mendadak di kursi pucuk pimpinan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memunculkan tanda tanya besar di kalangan publik. 

Pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa diduga kuat berkaitan dengan polemik setoran hasil dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang disetorkan oleh Danantara dan Kepala Daerah. 

CELIOS, 

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudistira, mengungkapkan, ketegangan terkait dana jumbo tersebut menjadi salah satu puncak dari rentetan evaluasi terhadap kinerja Purbaya.

selain itu juga ada persoalan dividen IDR 120 Triliunnya Danantara, BUMN yang disetor ke Kementerian Keuangan itu juga dapat protes keras dari Danantara juga tuh."|Bhima (Dir. CELIOS) Senin (14/09/26).

Bhima mengatakan, rentetan masalah tersebut diperparah oleh sikap sang menteri sendiri. 

Jadi cara-cara Purbaya mengkoordinasi internal termasuk juga gaya komunikasinya juga makin lama makin buruk ya gitu, dan overconfidence, 

itu yang membuat dia kemudian di-reshuffle."|Bhima (Dir. CELIOS)

Koordinasi di Kemenkeu Karut-Marut, 

lebih spesifik, Bhima mengungkapkan, krisis kepemimpinan Purbaya sebetulnya sudah berakar dari karut-marutnya koordinasi di dalam tubuh kementerian, khususnya antara Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea Cukai dan Ditjen Pajak. 

Kebijakan penahanan restitusi pajak di semua sektor juga dinilai membuat banyak pelaku usaha meradang.

Persoalan reshuffle Purbaya ini dimulai dari koordinasi internal yang bermasalah, antara Ditjen Bea Cukai dan Ditjen Pajak. • terutama soal pergantian Eselon II, kemudian restitusi pajak yang ditahan itu buat banyak pelaku usaha nggak happy. • Karena awalnya restitusi pajak itu ditahan untuk dicek di sektor sumber daya alam, tapi ternyata di semua sektor."|Bhima (Dir. CELIOS) saat menjelaskan akar kekisruhan.

Bhima mengatakan, deretan masalah pelik tersebut akhirnya bermuara pada ketukan palu dari Istana Negara. 

Presiden Prabowo Subianto secara resmi memberhentikan Purbaya dari jabatannya, Senin (14/09/26) dan menunjuk Suahasil Nazara, yang sebelumnya bertugas sebagai Wakil Menteri Keuangan, naik menjadi Menkeu definitif. 

Pencopotan tersebut cukup ironis mengingat Purbaya baru menempati posisi tersebut sejak dilantik pada 8 September 2025 untuk menggantikan Sri Mulyani.

INDEF, 

menanggapi pergantian tersebut, Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Tauhid Ahmad, menilai, reshuffle tersebut sebagai persoalan dinamika bernegara untuk penyegaran dan perbaikan postur fiskal pemerintah.

Pemerintah melihat memang perlu ada sosok baru yang dianggap bisa menyelesaikan problem-problem ketimpangan hari ini, 

PERTAMA • dari sisi pendapatan negara, di mana memang pendapatan negara ini bisa lebih cepat, lebih besar,

yang KEDUA • tentu saja berkaitan dengan kualitas belanja negara kita yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. • termasuk juga mengontrol defisit."|Tauhid (Ekonom) 

Tauhid menyoroti status Suahasil sebagai sosok veteran di Kemenkeu yang diyakini mampu berlari cepat merespons arahan Presiden. 

Kan dia orang dalam, bukan orang luar.! berarti kan gaya orang dalam pasti sudah jauh lebih tahu,

Saya kira dengan pengalaman beliau di internal pemerintahan, jauh punya daya dorong untuk bisa melakukan perubahan."|Tauhid (Ekonom) 

UIII, 

sementara itu, Ketua Program Doktoral Ilmu Politik Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Djayadi Hanan menilai, pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan memiliki latar belakang konflik yang kuat, dari kepercayaan pasar hingga gesekan dengan pemerintah daerah. 

"Kementerian Keuangan, Menteri Keuangan ya itu kan terus-menerus memantik kontroversi.! 

Pernyataan-pernyataannya, kemudian berbagai pola komunikasinya yang menimbulkan respons negatif dari pasar kemudian respons negatif dari berbagai stakeholder."|Djayadi (Akademisi) dikutip dari Kompas.com, Senin (14/09/26).

selain itu, Djayadi menyinggung adanya kebijakan pengetatan dan pemotongan anggaran ke daerah yang menjadi penyebab gesekan.

salah satu polemik yang menjadi sorotan adalah anggaran Dana Bagi Hasil (DBH) milik Pemprov DKI Jakarta yang tidak kunjung dibayar sehingga muncul gesekan antara Purbaya dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

"masalah-masalah di daerah yang terkait dengan fiskal itu tidak bisa tidak akan sulit diatasi kalau tidak ada realokasi anggaran."|Djayadi (Akademisi)

Djayadi mengungkapkan, Komunikasi Gaya 'Koboi' Purbaya menjadi penyebab dirinya dicopot dari Kabinet Merah Putih.

Djayadi mengatakan, Penunjukan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan yang baru dipandang sebagai langkah korektif Presiden Prabowo Subianto memulihkan kepercayaan publik dan meredam ketegangan komunikasi menteri sebelumnya.

Berbekal latar belakang sebagai Guru Besar UI serta rekam jejak panjang di Kementerian Keuangan, Suahasil diharapkan mampu membawa kestabilan fiskal dan menjaga kepercayaan pasar melalui pendekatan yang lebih tenang.

Join tren Spider-Man, 

sebelum badai reshuffle dipublish, aktivitas Purbaya sama sekali tidak menunjukkan bahwa dirinya akan segera lengser. 

Purbaya masih sibuk menjalankan agenda kedinasan, salah satunya menerima kunjungan Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Kantor Kemenkeu. 

Pertemuan tersebut secara spesifik membahas kelancaran progres program kerja optimalisasi lahan pertanian dengan teknologi.

di luar urusan formal, Purbaya masih sempat mencuri perhatian publik lewat unggahan di akun TikTok pribadinya. 

dengan santai, Purbaya memamerkan video berdurasi singkat mengenakan jas formal sembari memperagakan gerakan demi mengikuti tren Spider-Man yang sedang viral. 

video hasil suntingan aplikasi Capcut tersebut, diunggah dengan keterangan Jenaka yang berbunyi: “iseng-iseng Join Trend Spider-Man.”

Profil Singkat Suahasil Nazara, 

Kini, tongkat estafet pengelolaan kas dan kebijakan fiskal negara resmi beralih ke tangan Suahasil Nazara. 

Pemilihan Suahasil dipandang sebagai langkah tepat, karena rekam jejaknya yang mumpuni baik sebagai akademisi maupun birokrat. 

dikutip dari laman BCA Sekuritas, pria kelahiran Jakarta, 23 November 1970 ini pernah menjabat sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) definitif pada 2016 hingga 2019.

dari sisi akademis, Suahasil merupakan lulusan Ph.D. bidang ekonomi dari University of Illinois at Urbana-Champaign (2003) dan dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Ekonomi di Universitas Indonesia pada tahun 2009. 

Posisi Wakil Menteri Keuangan telah disandangnya sejak era pemerintahan Presiden Joko Widodo pada Oktober 2019, dan berlanjut di era Kabinet Merah Putih pimpinan Prabowo Subianto. 

Timeline, 

Purbaya dicopot sebagai Menteri Keuangan dan digantikan Suahasil Nazara. 

sebelum dicopot, Purbaya sempat mengikuti rapat kerja bersama Komite VI DPD-RI. 

PAGI Pukul 10:00 am WIB, Purbaya mengikuti rapat sebagai Menkeu di Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/09/26) 

SORE Pukul 15:30 pm WIB, Purbaya Dicopot dari Jabatannya sebagai Menteri Keuangan. 

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Politik, Hukum, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: UIII, INDEF, CELIOS, Komite IV DPD-RI, BPMI Setpres, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®