UPDATE DATA Korban Banjir Bandang Nepal-Tiongkok: '469 Orang Meninggal dan 1.300 Hilang.'

Edisi: 1.516
Halaman 4
Integritas |Independen |Kredibel


Potret: AP|Properti • Lokasi Banjir Bandang Nepal

KATHMANDU, KUPANG TIMES - Korban meninggal akibat banjir bandang yang melanda Nepal dan Tiongkok terus bertambah.

pada pembaruan data terakhir, jumlah korban tewas yang dilaporkan oleh pihak Kepolisian Nepal naik menjadi 469 orang. 

Sementara sungai yang tersumbat puing berisiko meluap kembali.

Angka ini meningkat 80 jiwa sejak pembaruan terakhir, di tengah upaya pencarian dan pemulihan yang terus dilakukan tim penyelamat di wilayah yang dilanda bencana tersebut,

lebih dari 1.300 orang masih dinyatakan hilang, termasuk ratusan wisatawan dari India, AS, Inggris, Australia, dan Kanada."|laporan dari Guardian, Jum'at (28/08/26)

Upaya pencarian orang-orang yang belum ditemukan terkendala oleh rusaknya puluhan jembatan dan jalan sepanjang 40 Km di wilayah pegunungan tersebut, yang merupakan destinasi populer bagi para pendaki dan peziarah.

Perdana Menteri Nepal, Balen Shah, Kamis (27/08/26) mengunjungi Bidur di distrik Nuwakot untuk meninjau lokasi-lokasi yang terdampak.

berdasarkan informasi dari Dewan Pariwisata Nepal, lebih dari 650 wisatawan asing dan lokal dilaporkan hilang di wilayah perbatasan sisi Nepal.

Korban yang hilang termasuk 65 warga AS • 53 warga Ukraina • 51 warga Malaysia • 35 warga Australia • 33 warga Inggris • 25 warga Kanada, masing-masing 9 (sembilan) warga Singapura dan Korea Selatan, dan 8 warga Jerman.

Pemerintah India, Kamis (27/08/26) mengonfirmasi, 288 warganya "tidak dapat dihubungi" di wilayah Nepal pasca-bencana alam tersebut.

Otoritas di Beijing mengonfirmasi 3 (tiga) kematian dan menyatakan 558 orang masih hilang di Tibet—wilayah yang oleh Beijing disebut sebagai Daerah Otonom Xizang.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Lin Jian mengatakan, 260 warga negara asing termasuk di antara mereka yang hilang. 

Kementerian Luar Negeri Tiongkok juga menyatakan bahwa; 100 warga negara Tiongkok hilang di wilayah perbatasan sisi Nepal akibat banjir bandang.


Komunikasi Terputus, 

Pemerintah Nepal menetapkan daerah Rasuwa, Nuwakot, dan Dhading sebagai "wilayah krisis bencana" selama tiga bulan.

Otoritas Nasional Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana meminta operator helikopter dan drone untuk mengoordinasikan upaya penyelamatan dengan pemerintah distrik, aparat keamanan, dan pemerintah daerah.

Pihak otoritas juga mengimbau warga yang terjebak untuk menyalakan api dan membuat kepulan asap sebagai tanda lokasi keberadaan mereka.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal mengatakan, warga India yang hilang termasuk 73 pekerja Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Trishuli-1. 

"Jalur komunikasi di wilayah tersebut telah terputus total, sehingga sulit untuk menghubungi orang-orang yang berada di lokasi."|Jaiswal (Jubir Kemenlu India) 

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Alam, Bencana, Sosial, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: Guardian, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®