Edisi: 1.489
Halaman 2
Integritas |Independen |Kredibel
KUPANG TIMES - Kasus Pembatalan Sidang Skripsi yang dialami oleh Mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Jessica Sofia Tunardjo, mendadak viral di media sosial.
Fenomena tersebut memicu sorotan publik setelah Jessica dilaporkan mengalami tekanan psikologis hingga harus menjalani perawatan medis di rumah sakit.
Publik mempertanyakan hal mendasar di balik peristiwa ini, mengapa sidang skripsi seorang mahasiswa bisa sampai batal hingga 12 kali.?
menanggapi polemik tersebut, pimpinan FKM Undana memberikan klarifikasi resmi terkait kronologi, koordinasi internal, hingga penyebab tertundanya proses klarifikasi terhadap tim dosen penguji.
Penyebab Pembatalan dan Kendala Klarifikasi Dosen Penguji,
Proses sidang skripsi atau ujian hasil idealnya membutuhkan kesesuaian jadwal dan kelengkapan antara mahasiswa, dosen pembimbing, serta tim dosen penguji.
dalam kasus Jessica, pembatalan yang terjadi berulang kali hingga 12 kali diduga dipicu oleh dinamika komunikasi dan kesibukan agenda akademik di lingkungan fakultas.
Dekan FKM Undana, Prof. Dr. Ir. Apris A. Adu, S.Pt, M.Kes, menjelaskan, pihak fakultas langsung bergerak cepat melakukan penelusuran setelah informasi tersebut ramai diperbincangkan sejak Rabu pagi.
untuk mengungkap alasan mendasar di balik sidang skripsi batal 12 kali tersebut, pimpinan fakultas telah mengumpulkan seluruh jajaran terkait dalam rapat koordinasi internal.
'sejak informasi tersebut diterima pada Rabu pagi, pimpinan fakultas langsung menggelar rapat koordinasi yang melibatkan wakil dekan, kepala tata usaha, ketua program studi, operator, serta pihak-pihak terkait.'|keterangan resmi fakultas saat konferensi pers di Gedung FKM Undana, Kamis (30/07/26).
Prof Apris mengatakan, meski koordinasi dengan tim dosen pembimbing telah berjalan, proses klarifikasi secara menyeluruh mengenai alasan 12 kali pembatalan tersebut belum tuntas 100%.
hal ini disebabkan salah satu dosen penguji utama yang terlibat saat ini tengah berduka.
"Kami memberikan kesempatan satu sampai dua hari agar beliau dapat melewati masa dukanya,
setelah itu kami akan memperoleh informasi secara lengkap dari semua pihak."|Prof. Apris (Dekan FKM Undana)
Sikap Kampus, Mengedepankan Evaluasi dan Pemulihan,
Prof. Apris menegaskan, pihak kampus tidak pernah menginginkan terjadinya penundaan tugas akhir yang berlarut-larut hingga merugikan mental mahasiswa.
Prof Apris menyampaikan penyesalan mendalam atas peristiwa pembatalan sidang yang berulang ini.
"Saya sangat menyesal dengan kejadian seperti ini dan ini bukan merupakan harapan kita,
harapan kita adalah menjadi fakultas yang memberikan pelayanan terbaik, terutama kepada mahasiswa sebagai stakeholder utama kami."|Prof. Apris (Dekan FKM Undana)
Fakultas Kesehatan Masyarakat Undana menegaskan, seluruh sivitas akademika menganggap dosen dan mahasiswa sebagai satu keluarga besar, sehingga penyelesaian hambatan sidang skripsi ini menjadi prioritas utama.
"Prinsip kami satu, persoalan ini harus segera diselesaikan karena dosen dan mahasiswa merupakan keluarga besar FKM."|Prof. Apris (Dekan FKM Undana)
Pendampingan Psikologis sebelum melanjutkan Ujian Skripsi,
sebagai respons atas dampak psikologis yang dialami Jessica akibat batal sidang skripsi secara berulang, pimpinan FKM Undana mendatangi langsung lokasi perawatan mahasiswi tersebut di Rumah Sakit Wirasakti Kupang pada Rabu sore.
Pihak fakultas memutuskan untuk menunda sementara tahapan administrasi investigasi dan jadwal ujian susulan hingga kondisi kesehatan mental Jessica benar-benar stabil.
"Kita urus dulu anak ini supaya pulih.. Setelah itu baru kita masuk ke tahapan berikutnya.. Jadi mohon semua pihak bersabar."|Prof. Apris (Dekan FKM Undana)
Prof Apris mengatakan, untuk membantu pemulihan mental Jessica, kampus menyiagakan tim ahli kesehatan mental dari Universitas Nusa Cendana yang terdiri dari para dosen psikologi.
Prof. Apris mengungkapkan, Jessica sebenarnya merupakan mahasiswi yang berprestasi secara akademis, sehingga pihak fakultas berharap dirinya bisa segera pulih untuk menyelesaikan ujian hasilnya.
"Kami membutuhkan dia untuk kembali kuliah. Dia anak yang pintar dan kami berharap bisa segera pulih serta melanjutkan ujian hasilnya."|Prof. Apris (Dekan FKM Undana)
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Pendidikan, Kesehatan, Sosial, Hukum,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: FKM Undana,
| Penerbit: Kupang TIMES
