Prabowo Subianto: "Presiden BOLEH Ngomong 'Bajingan' Enggak.?"

Edisi: 1.470
Halaman 2
Integritas |Independen |Kredibel

      Potret: BPMI|Properti

JAKARTA, KUPANG TIMES - 'Kemudian, Prabowo mengatakan bahwa; kata 'bajingan' yang diucapkan olehnya bukan kata kasar.'

Presiden RI Prabowo Subianto bertanya kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti terkait penggunaan kata ‘bajingan’ saat dirinya berpidato dalam acara puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas). 

Momen tersebut terjadi, ketika Prabowo berbicara terkait dinamika politik yang diwarnai pertikaian akibat perbedaan pilihan.

Prabowo mengatakan, setiap partai politik memiliki kader yang bersifat patriotik. 

Namun, partai politik juga diisi oleh kelompok yang disebutnya ‘bajingan.'

"Presiden boleh ngomong bajingan enggak.? Boleh.? Aku enggak tanya kalian, aku tanya Menteri Pendidikan."|Prabowo (Presiden RI) sambil menunjuk ke arah Menteri Dikdasmen Abdul Mu’ti, di Indonesia Arena, kompleks Gelora Bung Karno, kawasan Senayan, Jakarta, Minggu (12/07/26) 

Abdul Mu’ti sempat tersorot rekaman kamera yang ditampilkan pada layar di samping kanan dan kiri panggung tempat Prabowo berpidato. 

Abdul Mu'ti terlihat berdiri dari tempat duduknya sambil tertawa.

Kemudian, Prabowo mengatakan bahwa; kata 'bajingan' yang diucapkan olehnya bukan kata kasar. 

Prabowo berdalih, pemakaian kata tersebut sebagai bentuk ekspresi semangatnya. 

"Boleh enggak.? ini kan tidak termasuk kasar.. Bajingan, ya, bajingan.. Bajingan bahasa apa itu.? Bahasa Betawi, ya."|Prabowo (Presiden RI) 

Prabowo mengimbuhkan, “Saya lahir Betawi, jadi maaf kalau saya semangat, kata-kata Betawi keluar.. Sorry ye.. ini Hari Jadi Koperasi atau sudah mulai Kampanye ini.?

cukup tahu • adapun dalam pidatonya, Prabowo sempat mengajak seluruh elemen bangsa Indonesia meninggalkan budaya saling memaki, benci, dan saling tidak percaya. 

"Marilah kita kembali ke sifat bangsa Indonesia yaitu saling memaafkan, saling mengerti, saling mengasihi, saling membantu, jangan ikut-ikut budaya caci maki, dengki, budaya curiga."|Prabowo (Presiden RI)

Prabowo mengatakan, sebuah bangsa tidak akan mencapai keberhasilan jika masih terjebak dalam pertikaian. 

Perbedaan latar belakang suku maupun pilihan politik, menurut dia, tidak boleh menjadi alasan untuk saling bermusuhan.

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Politik, Pendidikan, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: Setpres, BPMI, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®