Halaman 4
Integritas |Independen |Kredibel
KUPANG TIMES - Kapolda Nusa Tenggara Timur Irjen Pol. Rudi Darmoko mengungkapkan, almarhumah Dokter. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau akrab disapa dr. Icha sempat menolak pendampingan psikologis yang disiapkan Polda NTT.
Rudi mengatakan, pendampingan tersebut direncanakan setelah kepolisian menerima laporan terkait peristiwa intimidasi yang dialami dr. Icha oleh 3 (tiga) anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara.
Polda NTT bahkan telah menyiapkan tim psikologi untuk membantu menangani kondisi mentalnya.
"sangat disayangkan karena almarhumah menolak dengan jawaban karena sudah ditangani oleh psikiater."|Rudi (Kapolda NTT) di Gedung Mapolda NTT, Sabtu (04/07/26).
Rudi mengatakan, dirinya telah memerintahkan tim terapis psikologi Polda NTT memberikan pendampingan untuk membantu menstabilkan kondisi mental dr. Icha yang saat itu diduga mengalami depresi.
Namun, tawaran tersebut tidak diterima, karena almarhumah menyampaikan bahwa; dirinya telah berada dalam penanganan seorang psikiater.
"Padahal andaikata kalau almarhumah berkenan saja bisa kami bantu dan mungkin beda ceritanya, tetapi mungkin sudah jalannya almarhumah."|Rudi (Kapolda NTT)
Lapor Dugaan Intimidasi,
sebelumnya, keluarga dr. Icha melaporkan 4 (empat) orang ke Polda NTT, Jum'at (03/07/26).
empat orang yang diduga melakukan intimidasi terhadap Dokter Icha sebelum korban bunuh diri, antara lain: 3 (tiga) anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), yakni: Therensius Lazakar dari Partai Golkar • Norbertus Tubani dari PKB • Veronika Lake dari PDI Perjuangan • dan seorang dokter hewan bernama Maria Mathildis Sau.
Keluarga menilai rangkaian pernyataan yang disampaikan keempat terlapor kepada Dokter Icha di Rumah Sakit Leona, Kefamenanu, pada Sabtu, 13 Juni 2026, diduga memperburuk kondisi psikologis korban.
Setelah peristiwa tersebut, dr. Icha mengalami trauma berat dan sempat menjalani perawatan di RS Leona, Kefamenanu.
Karena kondisi mentalnya terus memburuk, keluarga kemudian membawanya ke Kota Kupang untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih intensif.
pada 24 Juni 2026, dr. Icha menjalani terapi di Klinik Utama Jiwa Dewanta Mental Healthcare Kupang.
berdasarkan hasil pemeriksaan, dr. Icha didiagnosis mengalami depresi berat tanpa gejala psikotik.
dua hari kemudian, tepatnya pada Jum'at, 26 Juni 2026, dr. Icha ditemukan meninggal dunia di rumah orangtuanya di kawasan RSS Baumata, Kabupaten Kupang.
Kasus tersebut kini ditangani Polda NTT setelah keluarga melaporkan adanya dugaan intimidasi yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.
cukup tahu • depresi hingga keinginan bunuh diri dapat terjadi pada siapa saja.
segera Konsultasi dengan profesional jika Anda mengalami masalah kesehatan mental.
Kontak Bantuan: bunuh diri bisa terjadi di saat seseorang mengalami depresi dan tak ada orang yang membantu.
Jika Anda memiliki permasalahan yang sama, jangan menyerah dan memutuskan mengakhiri hidup.
anda tidak sendiri.!
layanan konseling bisa menjadi pilihan Anda untuk meringankan keresahan yang ada.
Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini: https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Hukum, Sosial,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: Humas Polda NTT,
| Penerbit: Kupang TIMES
