Pengakuan Mengejutkan Mahasiswa UBK, Menuntut Klarifikasi Wapres RI Gibran.?

Edisi: 1.451
Halaman 2
Integritas |Independen |Kredibel

      Potret: berbagai sumber

JAKARTA, KUPANG TIMES - Pengakuan mengejutkan mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) yang menerima uang sebesar IDR 20 Juta, usai demonstrasi dan bertemu Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, berbuntut panjang. 

Polemik yang berawal dari aksi mahasiswa itu, berkembang menjadi desakan kepada pemerintah untuk membuka secara terang asal-usul uang tersebut, pihak yang memberikannya, hingga alasan di balik pertemuan mahasiswa dengan Gibran di Istana Wakil Presiden.

sejumlah pihak, mulai dari mahasiswa hingga anggota DPR-RI meminta persoalan itu diusut secara terbuka, agar tidak menimbulkan spekulasi yang semakin luas di masyarakat.

Pertemuan Tertutup dengan Gibran, 

Kasus tersebut bermula dari demonstrasi yang digelar BEM sejumlah fakultas UBK di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (15/06/26), dengan membawa 6 (enam) tuntutan hasil kajian mereka terhadap kondisi bangsa.

Tuntutan tersebut, antara lain: evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) • Koperasi Desa Merah Putih • peninjauan kembali UU Kepolisian • penghentian praktik militerisme • penjagaan stabilitas ekonomi nasional • pemenuhan hak pendidikan • hingga peninjauan kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). 

sebelum tiba di lokasi demo, rombongan mahasiswa sempat dicegat aparat Polisi di kawasan Tugu Tani.

Aparat Polisi datang menggunakan sepeda motor, sempat adu argumen dengan petugas karena tidak diizinkan melanjutkan perjalanan menuju lokasi demonstrasi.

Namun, Polisi akhirnya mengizinkan massa bergerak menuju kawasan Medan Merdeka.

di tengah aksi yang sedang berlangsung, orator tiba-tiba mengumumkan bahwa; Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersedia menerima perwakilan mahasiswa. 

sebanyak 15 mahasiswa kemudian ditunjuk untuk bertemu secara tertutup dengan Gibran di Kantor Wakil Presiden.

tidak lama setelah pertemuan selesai dan para perwakilan mahasiswa keluar dari kantor wapres, massa aksi membubarkan diri. 

Terima Uang, 

Polemik muncul sepekan kemudian. Dalam forum klarifikasi yang digelar mahasiswa pada Senin (22/6/2026) malam, Ketua BEM Fakultas Hukum UBK Abdimaludin mengaku menerima uang IDR 20 Juta setelah aksi dan pertemuan dengan Gibran.

Mahasiswa Fakultas Hukum UBK Na’ilah Panrita Hartono mengatakan, forum tersebut digelar setelah muncul desakan dari mahasiswa yang meminta transparansi kepada pengurus BEM yang sebelumnya bertemu dengan wakil presiden. 

Pertemuan mereka dengan Wakil Presiden Gibran memicu banyak pertanyaan dari mahasiswa,

Akhirnya disepakati untuk mengadakan forum agar semuanya bisa dijelaskan secara terbuka."|Na’ilah (Mahasiswa) dikutip dari Kompas.com, Selasa (23/06/26).

Na’ilah mengatakan, forum berlangsung alot karena Abdimaludin tidak hadir sejak awal kegiatan. 

Mahasiswa yang hadir kemudian meminta Abdimaludin datang untuk menjelaskan isu penerimaan uang yang telah beredar di lingkungan kampus.

saat hadir, Abdimaludin disebut menjelaskan kronologi penerimaan uang tersebut. 

dia menjelaskan kronologinya tentang dia dapat uang, sejumlah uang, yang menurut keterangannya ditujukan agar aksi tidak dilakukan di depan Istana Negara, tetapi dipindahkan ke DPR-RI."|Na’ilah (Mahasiswa)

Namun, rencana pemindahan lokasi demonstrasi itu disebut tidak pernah terlaksana karena mahasiswa tetap berada di kawasan Istana Negara.

Pengakuan tersebut memicu kekecewaan mahasiswa yang mempertanyakan integritas pengurus organisasi kemahasiswaan. 

Na’ilah mengatakan, dalam forum tersebut dijelaskan bahwa; dana IDR 20 Juta telah dibagikan kepada 7 (tujuh) orang.

dari jumlah tersebut, Abdimaludin disebut menerima IDR 6 Juta, sementara sisanya dibagikan kepada sejumlah pengurus BEM lainnya. 

setelah ditelusuri lebih lanjut, ada tujuh orang penerima dari uang IDR 20 Juta tersebut."|Na’ilah (Mahasiswa)

Selain soal penerima dana, mahasiswa juga mempertanyakan sumber uang tersebut. 

Na’ilah mengatakan, dalam forum tersebut, terdapat dua keterangan berbeda.

Pada awal diskusi disebutkan uang berasal dari seseorang yang ingin memindahkan titik aksi. 

Namun, di akhir forum, Abdimaludin disebut menyatakan uang itu berasal dari seorang Polisi bernama A'an.

Ini yang masih menjadi tanda tanya bagi kami, karena ada perbedaan keterangan soal asal uang itu."|Na’ilah (Mahasiswa)

Sebagai tindak lanjut, mahasiswa mengajukan 8 (delapan) tuntutan kepada pihak kampus.

Salah satunya meminta pembentukan tim investigasi independen yang melibatkan unsur mahasiswa untuk mengusut dugaan penerimaan uang tersebut. Mahasiswa juga meminta pihak-pihak yang diduga terlibat menyampaikan pernyataan terbuka, mengakui perbuatannya, hingga mengundurkan diri dari jabatan organisasi kemahasiswaan. 

Forum tersebut, turut disaksikan sejumlah pejabat kampus, antara lain: Wakil Rektor III • Dekan • Kaprodi • Dosen hingga Staf Kemahasiswaan.

hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari Abdimaludin terkait informasi yang disampaikan dalam forum tersebut.

PDI-P minta Gibran menjelaskan, 

Pengakuan mahasiswa UBK itu kemudian mendapat sorotan dari Ketua DPP PDI-P Deddy Sitorus. 

Deddy menilai, muncul indikasi adanya pihak yang berupaya menunggangi gerakan mahasiswa. 

pengondisian seperti itu tidak mungkin dilakukan oleh pihak di level bawah.

Nah, orkestrasi murahan seperti ini kan tidak mungkin dari bawah begitu, tetapi dari atas."|Deddy (Politisi) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/06/26) 

Deddy mengaku heran, karena selama ini PDI-P kerap dituding berada di balik aksi mahasiswa. 

Sementara itu, pengakuan yang muncul dalam kasus UBK justru mengarah pada dugaan keterlibatan pihak pemerintah.

Nah, cuma sayangnya kan yang dituding dengan yang sebenarnya melakukan kadang-kadang tidak sejalan,

Kita dituding menunggangi gerakan mahasiswa."|Deddy (Politisi)

Deddy mengatakan, pengakuan mahasiswa mengenai penerimaan uang IDR 20 Juta hingga IDR 30 Juta untuk mengubah arah demonstrasi menimbulkan banyak pertanyaan.

tetapi kalau inisiatif anak buah, saya kira aneh. Karena mahasiswa itu menurut pengakuan mereka, diberikan uang oleh polisi sekitar IDR 20 Juta lebih ya, 

IDR 20 Juta sampai IDR 30 Juta, untuk kemudian belok arahnya, demonya bertemu dengan Wapres secara langsung begitu."|Deddy (Politisi)

Deddy meminta Gibran memberikan penjelasan secara terbuka mengenai pertemuan tersebut.

terlebih, pihak penerima uang adalah mereka yang bertemu Gibran di kantornya. 

“Iya, dia harus mengklarifikasi bahwa; tidak benar, ya eh apa namanya, dia membayar mahasiswa,

Walaupun itu mungkin sulit diterima akal publik ya, enggak mungkin dia enggak tahu gitu ya, tapi kan dia perlu bersuara dong."|Deddy (Politisi)

Deddy mengatakan, Gibran perlu menjelaskan bagaimana mahasiswa yang semula hendak berdemonstrasi di depan Istana Negara akhirnya bertemu dengannya di Kantor Wakil Presiden.

Tanggapan Istana, 

di tengah munculnya berbagai tuntutan, Istana menyatakan akan mengecek informasi yang beredar soal pemberian uang ke mahasiswa tersebut. 

Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto mengaku belum mengikuti perkembangan terbaru terkait dugaan pemberian uang kepada mahasiswa UBK.

Coba nanti saya monitor dulu ya.. Saya enggak mengikuti yang kemarin berita terakhir itu. Nanti saya akan cek lagi ya, oke ya."|Bambang (Wamensetneg) di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/06/26) 

Tanggapan Menko Kumham Imipas RI, 

sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengaku prihatin atas peristiwa tersebut. 

Sebagai mantan aktivis mahasiswa, Yusril menilai peristiwa itu menjadi pelajaran penting mengenai integritas dalam gerakan mahasiswa.

Ya, sebagai mantan aktivis mahasiswa saya sangat prihatin dengan kejadian itu,

tapi ya kita menghargai juga mereka berterus terang mengakui kesalahan dan kemudian meminta maaf, supaya hal-hal semacam itu tidak terjadi."|Yusril (Menko Kumham Imipas) di kantor Ombudsman, Jakarta.

Yusril menegaskan, mahasiswa harus tetap menjaga kemurnian perjuangan dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai kepentingan. 

Kita berpesan kepada adik-adik mahasiswa supaya tetap menjaga integritas dan perjuangan itu harus murni. Karena kan ini soal waktu saja, 

Jadi tetaplah tegar memegang teguh prinsip-prinsip dan jangan mudah kita terpengaruh oleh hal-hal yang seperti itu."|Yusril (Menko Kumham Imipas)

cukup tahu • hingga kini, asal-usul uang IDR 20 Juta yang diakui diterima mahasiswa UBK masih menjadi tanda tanya.

Pemerintah, Istana, dan pihak-pihak terkait belum memberikan penjelasan secara terbuka untuk mengakhiri polemik yang berkembang di ruang publik.

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Politik, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: Setwapres, Kemensetneg, FH UBK, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®