Edisi: 1.452
Halaman 3
Integritas |Independen |Kredibel
Potret: Taufik Hidayat, Pelaku Penyekapan dan Penganiayaan Berat di dalam mobil Keamanan Polda Jabar, Senin (22/06/26)
BANDUNG, KUPANG TIMES - 'Pesan misterius membawa keluarga ke RSHS Bandung.
disana mereka menemukan kekasih Taufik Hidayat, YTR, dalam kondisi mengenaskan.'
Keluarga Korban YTR nyaris tidak mengenali perempuan berusia 29 tahun itu saat menemukannya terbaring di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
tubuh korban dipenuhi luka serius dan kesulitan berbicara.
Peristiwa tersebut bermula dari sebuah pesan misterius yang diterima kakak korban.
Pengirim pesan memberi tahu bahwa YTR berada di RSHS Bandung.
usai mendapat pesan tersebut, kakak korban bersama anggota keluarga lainnya segera menuju rumah sakit.
setibanya di sana, keluarga terkejut melihat kondisi Korban YTR.
“Korban dalam keadaan luka berat di bagian kepala, wajah, kaki, dan luka ringan di bagian tangan."|Kombes Pol. Hendra Rochmawan (Kabid Humas Polda Jabar).
Hendra mengungkapkan, kondisi korban saat itu sangat memprihatinkan.
Korban YTR mengalami kebutaan pada kedua matanya, bibirnya menjadi sumbing dan kesulitan berbicara.
selain itu, Korban tidak lagi dapat berjalan normal, akibat luka serius yang dideritanya.
berdasarkan keterangan keluarga, Korban YTR tidak diketahui keberadaannya selama kurang lebih 3 (tiga) tahun terakhir.
“sebelumnya korban menghilang 3 tahun."|Kombes Pol. Hendra Rochmawan (Kabid Humas Polda Jabar), Senin (22/06/26) dikutip dari Antara.
Hendra mengatakan penyidik menduga korban mengalami penganiayaan berat secara berulang selama periode tersebut.
Pelaku diduga menyiksa korban menggunakan benda tumpul dan senjata tajam.
Polisi menduga pelaku merupakan kekasih korban, Taufik Hidayat.
pada 12 Juni 2026, keluarga korban melaporkan kasus itu ke kepolisian.
Penyidik kemudian bergerak mencari keberadaan Taufik.
setelah melakukan penelusuran selama hampir dua pekan, Polisi akhirnya menangkap Taufik di wilayah Majalaya, Kabupaten Bandung.
Kepala Polda Jawa Barat Inspektur Jenderal Rudi Setiawan mengatakan Taufik sempat melarikan diri ke Tangerang, Banten.
Namun, karena merasa tidak aman, Taufik memutuskan kembali ke Bandung dan menuju rumah kerabatnya di Majalaya.
Rudi mengatakan Polisi berhasil melacak keberadaan Taufik melalui transaksi yang dilakukannya secara daring.
“Ini menjadi petunjuk buat kita.. oleh sebab itu, tim yang bertugas di Majalaya tetap berada di sana."|Rudi (Kapolda Jabar) dikutip dari Antara.
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Hukum,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: Humas Polda Jabar,
| Penerbit: Kupang TIMES

