Edisi: 1.431
Halaman 3
Integritas |Independen |Kredibel
KUPANG TIMES - Presiden RI, Prabowo Subianto tampaknya enggan melihat kenyataan bahwa; target pembangunan 3 juta rumah setiap tahun sulit tercapai.
Sejak awal ambisius, langkah pemerintah yang terlalu memaksakan kehendak, justru berpotensi melahirkan masalah baru dikemudian hari.
Kenyataannya, selama satu setengah tahun pemerintahan, pelbagai upaya mengejar target mengatasi persoalan defisit perumahan (backlog) yang mencapai 9,9 Juta terbukti jauh panggang dari api.
dari target 3 Juta rumah per tahun, hingga april 2026, baru terbangun 54 ribu lewat program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Terpenjara janji dan optimisme berlebihan, Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman mendorong terbitnya pelbagai kebijakan yang bisa menimbulkan risiko lebih besar.
salah satunya peraturan Otoritas Jasa Keuangan terbaru yang melonggarkan aturan Sistem Layanan Informasi Keuangan sehingga nasabah dengan catatan kredit macet dibawah IDR 1 Juta tetap dapat mengajukan permohonan kredit rumah bersubsidi.
demikian juga perpanjangan tenor kredit rumah bersubsidi hingga 30 tahun.
Kebijakan ini sangat berbahaya, karena total bunga bakal jauh lebih besar dan risiko gagal bayar lebih tinggi.
Pemprioritasan itu seyogyanya didasarkan pada tingkat urgensi masalah.
masalah perumahan di desa dan pesisir, misalnya, bukan ketiadaan hunian, melainkan kondisi rumah yang memprihatinkan.
Karena itu, renovasi perlu segera dilakukan.
langkah renovasi pun akan minim konflik saat dilakukan karena status lahannya bebas dari sengketa.
dari segi anggaran, program renovasi juga lebih realistis karena biayanya tidak semahal program pembangunan rumah susun di perkotaan.
dengan begitu, dana yang digunakan bisa lebih efektif menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat sasaran di desa dan pesisir.
Sikap realistis menjadi keharusan bagi pemerintah agar prioritas pemenuhan kebutuhan pokok rakyat tetap terjaga ditengah keterbatasan saat ini.
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Pembangunan, Politik,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: TCO,
| Penerbit: Kupang TIMES
