Defisit APBN Capai IDR 180,4 Triliun per Mei 2026.!

Edisi: 1.435
Halaman 1
Integritas |Independen |Kredibel

      Potret: KT|Properti

JAKARTA, KUPANG TIMES - 'Purbaya mengungkapkan, rendahnya defisit APBN disebabkan penerimaan negara yang meningkat signifikan.'

Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) hingga akhir Mei 2026 sebesar IDR 180,4 Triliun atau 0,70% terhadap produk domestik bruto (PDB). 

Penerimaan Negara telah mencapai IDR 1.185 Triliun dan Belanja menembus IDR 1.365,4 Triliun.

Posisi defisit anggaran tersebut, sedikit meningkat dibandingkan April 2026 yang tercatat sebesar IDR 164,4 Triliun, namun membaik dibandingkan posisi akhir Maret 2026 yang tercatat IDR 240,1 Triliun.

Purbaya mengungkapkan, rendahnya defisit anggaran disebabkan penerimaan negara yang meningkat signifikan. 

Pendapatan negara tumbuh 19,1 persen.|Purbaya (Menkeu RI) dalam konferensi pers APBN KiTa di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jum'at (05/06/26)

eks boss LPS itu, menjelaskan, Penerimaan negara saat ini telah mencapai 37,6% dari target. 

Kenaikannya bersumber dari Pendapatan Pajak yang mencapai IDR 834,4 Triliun, lalu bea dan cukai IDR 123,8 Triliun, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) IDR 226,4 Triliun dan penerimaan hibah IDR 400 Miliar.

sedangkan belanja negara mencapai 35,5% dari target, naik 34,4% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. 

Belanja pemerintah pusat telah mencapai IDR 1.059,3 Triliun, sedangkan belanja transfer ke daerah tercatat IDR 306,1 Triliun.

Selain itu, keseimbangan primer surplus IDR 58,6 Triliun. dengan demikian, Purbaya menyatakan bahwa kas negara masih aman. 

artinya: anggaran kita sekarang lebih berkesinambungan dibanding bulan-bulan sebelumnya."|Purbaya (Menkeu RI) 

secara keseluruhan, belanja negara pada APBN 2026 ditetapkan IDR 3.842,7 Triliun, sedangkan pendapatan negara diperkirakan mencapai sebesar IDR 3.153,6 Triliun. 

Defisit anggaran tahun ini ditargetkan IDR 689,1 Triliun atau 2,68% dari PDB.

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Ekonomi, Keuangan, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: Kemenkeu RI, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®