Waketum PSI, Bro Ron BANTAH Ucap Rasis dan Hinaan sebelum Kena Bogem.!

Edisi: 1.403
Halaman 4
Integritas |Independen |Kredibel

      Potret: Bro Ron|Properti

JAKARTA, KUPANG TIMES - Beredar video pernyataan salah satu pelaku pemukulan terhadap Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ronald A Sinaga alias Bro Ron di media sosial pada Selasa (5/5/2026). 

dalam video yang beredar, pelaku mengungkap latar belakang yang menyebabkan, pelaku melakukan pemukulan.

berdasarkan penjelasan pelaku, awalnya pelaku dimaki-maki oleh Ronald.

selain itu, ada ucapan rasis dan hinaan yang diduga diucapkan Ronald kepada pelaku.

Pelaku mengungkapkan, dirinya sempat dipukul di bagian ulu hati oleh Ronald. 

Penjelasan pelaku langsung dibantah Ronald. 

"tidak ada pernyataan rasis dan tidak ada pemukulan duluan dari saya,

Kalau saya pukul duluan, silakan proses hukum.! 

Pernyataan rasis tidak mungkin ada.! Sopir saya ada di lokasi dan dari suku yang sama dengan mereka."|Ronald (Politikus PSI) dikutip dari Kompas.com, Selasa (05/05/26) 

Ronald mengatakan, percekcokan antara dirinya dengan pelaku terjadi karena pelaku ingin mengamankan kantor firma hukum MPP.

saat itu, Ronald dan sejumlah karyawan PT SPS sedang berada di kantor MPP untuk urusan audiensi perihal gaji yang tak kunjung dibayarkan. 

"Kita tidak larang mereka mengamankan kantor, tetapi teman-teman SKS keberatan meninggalkan lantai 4 gedung."|Ronald (Politikus PSI)


Kronologi Pemukulan Bro Ron,

sebelumnya, Ronald A Sinaga atau Bro Ron, dipukul oleh dua orang pria di kantor firma hukum MPP, Jalan Soeroso, Cikini, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (04/05/26).

saat itu Ronald sedang mendampingi audiensi para karyawan dari PT SKS yang belum digaji oleh firma hukum MPP.

"Mendampingi untuk persoalan gaji karyawan dan pertanggungjawaban uang perusahaan PT SKS sebesar IDR 9 Miliar."|Ronald (Politikus PSI)

diduga pihak MPP menguasai keuangan PT SKS. 

Ronald mengatakan, MPP merupakan penasihat hukum dari PT SKS.

"(Gaji) Tidak terbayarkan.. antara tertahan atau bagaimana, kita belum tahu pasti, karena belum ada klarifikasi dari mereka (MPP)."|Ronald (Politikus PSI)

Ronald diajak mendampingi mediasi, karena mengenal pimpinan kantor MPP.

"Kenapa ajak saya.? Karena pimpinan kantor hukum MPP ini adalah mantan partner saya tahun lalu, dan saya diminta bantu mediasi."|Ronald (Politikus PSI)

Audiensi dilakukan bersamaan dengan aksi karyawan PT SKS di depan gedung kantor MPP.

tiba-tiba, datang tiga orang yang tidak dikenal sekitar pukul 18:00 WIB. 

"mereka bilang mereka di situ sebagai pengamanan kantor dan meminta untuk semua keluar dari gedung, 

Kalau mau aksi, di luar gedung saja."|Ronald (Politikus PSI)

Ronald mengungkapkan, setelahnya, terjadi adu mulut antara tiga orang pria tidak dikenal, karyawan PT SKS dan Ronald. 

tiga pria berhasil dipukul mundur oleh anggota Polsek Menteng yang sudah terlebih dulu hadir di lokasi.

"dipukul mundur maksudnya dikawal turun melalui lift, entah diusir atau dikawal sampai lobby gedung."|Ronald (Politikus PSI)

Sekitar 15 menit kemudian, tiga orang pria naik kembali ke lantai 4 yang merupakan lokasi Kantor MPP. 

Perselisihan pun kembali terjadi sekitar 10 detik. 

"terjadilah pemukulan seperti di video."|Ronald (Politikus PSI)

Ronald menduga, setelah dikawal oleh anggota Polsek Menteng untuk turun ke bawah, ketiga pria sengaja naik kembali untuk membuat onar.

Ronald menyayangkan pemukulan dan perselisihan terjadi di depan anggota kepolisian dan Babinsa. 

Akibat dipukul, Ronald mengalami luka pada pelipis mata.

Ronald sempat mendapat penanganan medis di RSCM, Jakarta Pusat setelah kejadian. 

saat dikonfirmasi, Kapolsek Menteng, AKBP, Braiel Arnold Rondonuwu membenarkan peristiwa tersebut terjadi di Menteng.

"Pak Ronald sudah membuat laporan Polisi."|Braiel (Kapolsek Menteng) 

Braiel mengatakan, petugas Polsek Menteng sudah mengantarkan Ronald untuk melakukan visum.

selain itu, Ronald dan dua orang saksi kejadian sudah dimintai keterangan. 

Sedangkan dua pelaku berinisial MRB dan RO kini sudah ditangkap dan diperiksa aparat kepolisian.

"terduga pelaku sebanyak dua orang sudah kami amankan di Polsek untuk diproses lanjut."|Braiel (Kapolsek Menteng) 

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Hukum, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: Polsek Menteng, Ronald A Sinaga, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®