Edisi: 1.403
Halaman 5
Integritas |Independen |Kredibel
JAKARTA, KUPANG TIMES - 'Homeless media adalah entitas media yang berbasis di media sosial tanpa memiliki rumah, berupa: situs web atau aplikasi sendiri.'
Badan Komunikasi Pemerintah RI mengajak dan merekrut homeless media yang tergabung dalam Indonesian New Media Forum untuk membantu memperluas jangkauan komunikasi publik pemerintah.
Kepala Badan Komunikasi, Muhammad Qodari mengatakan, forum tersebut merupakan perkumpulan homeless media atau media berita yang dikelola secara mandiri.
“Kehadiran teman-teman new media ini mencerminkan upaya Bakom untuk menjangkau publik seluas-luasnya,
tidak hanya melalui media konvensional, tapi juga melalui kanal-kanal digital yang pada hari ini telah menjadi realitas komunikasi kita."|Qodari (Kepala Bakom) dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (06/05/26)
cukup tahu • homeless media adalah entitas media yang berbasis di media sosial tanpa memiliki rumah berupa situs web atau aplikasi sendiri.
Konten media ini biasanya dikelola secara mandiri dan diunggah di media sosial, seperti: Instagram, TikTok atau Youtube.
Qodari mengungkapkan, sejumlah media homeless yang tergabung Indonesian New Media Forum, antara lain: Folkative • Indozone • Dagelan • Indomusikgram • Infipop • Narasi • Muslimvlog • Ussfeeds • Bapakbapak.ID • menjadimanusia • GNFI • Creativox • Kok Bisa • Taubaters • Pandemic Talks • dan TaubaTers.
selain itu, ada pula: Kawan hawa • Folix • Ngomongin Uang • Big Alpha • Good States • Hai Dulu • Proud Project • Vibes • UNFRMD • Kumpul Leaders • CXO Media • Volix Media • How To Do Nothing • Everless Media • Geometry Media • Folks Diary • Dream • Melodi Alam • NKTSHI • Modestalk • Lead Media • Nalar TV • Mahasiswa dan Jakarta • dan North West.
Qodari menjelaskan, perekrutan media-media tersebut ke dalam Indonesian New Media Forum merupakan upaya pemerintah meningkatkan kualitas pemberitaan.
Selama ini, media-media tersebut memiliki kekurangan dari sisi cover both side atau verifikasi berita.
Padahal, media-media tersebut dinilai memiliki potensi keterjangkauan publik yang sangat besar.
“New media ini sudah punya pengikut yang cukup besar, mungkin bisa sampai 100 juta dengan views yang bisa mencapai angka miliaran, 4 sampai 5 miliar satu bulan."|Qodari (Kepala Bakom)
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Hukum, Politik, Media Sosial,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: Bakom, INMF,
| Penerbit: Kupang TIMES
