Pengamat Ekonomi: 'Bank NTT Bukan Mesin Pencetak Deviden melainkan Penggerak Ekonomi Rakyat Prov NTT.!'

Edisi: 1.424
Halaman 1
Integritas |Independen |Kredibel

Potret: KT|Properti • Gubernur Prov NTT, Melki Laka Lena menyampaikan hasil RUPS Bank NTT, Minggu (24/05/26)

KUPANG TIMES - Pemegang Saham Pengendali, Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 dan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa Tahun 2026 PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur, berlangsung di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT, Minggu (24/05/26). 

rapat yang diikuti 22 Kepala Daerah Kabupaten /Kota selaku pemegang saham bersama pihak Bank Jatim tersebut, sepakat memutuskan dan menetapkan 9 (sembilan) Poin Strategis untuk memperkuat Kinerja dan Transformasi Bank NTT ke depan.

Transformasi yang dimaksudkan adalah menjadikan Bank NTT sebagai penggerak ekonomi daerah terkhusus mendukung program kerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) maupun Pemerintah Kabupaten/Kota dalam mensejahterakan rakyat Prov NTT. 

oleh karena itu, pemerintah daerah selaku pemegang saham menilai, sudah saatnya memberi ruang yang besar kepada manajemen Bank NTT untuk bekerja profesional tanpa intervensi.

demikian ringkasan pandangan pengamat ekonomi Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Dr Rolland Fanggidae, dikutip dari VN, Senin (25/05/26).

Dr Rolland menegaskan, Bank NTT adalah milik 5,5 Juta rakyat Prov NTT, sehingga pembagian deviden dari laba kepada pemerintah (pemegang saham) harus dikembalikan melalui program-program yang menyentuh langsung ekonomi rakyat.

"dengan komitmen pemerintah daerah untuk tidak mencampuri operasional dan manajemen yang profesional, Bank NTT punya peluang besar menjadi penggerak ekonomi masyarakat, 

bukan sekadar menjadi mesin pencetak dividen."|Dr. Rolland (Akademisi) 

Dr Rolland menilai, keputusan RUPS mempertahankan target dividen Tahun Buku 2026 sebesar IDR 151 Miliar (sama seperti tahun buku 2025) terlihat baik.

namun, perlu dicermati secara hati-hati.

Karena jika manajemen Bank NTT menggunakan dana cadangan sebesar IDR 449 Miliar untuk membayar dividen akibat target laba tidak tercapai, maka itu menjadi sinyal, Bisnis Bank NTT bakal terhambat.

dana cadangan seharusnya dipakai untuk pengembangan bisnis (Bank NTT) ke depan,

bukan sekadar (digunakan) menutupi kekurangan setoran ke pemerintah daerah."|Dr. Rolland (Akademisi) 

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Undana itu, mengingatkan, manajemen Bank NTT tidak hanya menjadi loket pembayaran pemerintah daerah, tetapi harus mampu menjadi sumber pendapatan yang menggerakkan ekonomi masyarakat kecil.

Peluncuran kembali Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar IDR 350 Miliar, termasuk IDR 50 Miliar untuk Pekerja Migran Indonesia (PMI), menjadi momentum emas untuk memperkuat ekonomi masyarakat.

Namun, Dr Rolland menekankan, penyaluran KUR tidak hanya sebatas membagi habis dana (uang) kredit, melainkan harus dibangun dalam ekosistem usaha yang produktif.

menyalurkan kredit ke sektor pertanian lahan kering, peternakan, dan usaha mikro tanpa agunan memiliki risiko tinggi jika uangnya mengalir ke kebutuhan konsumtif."|Dr. Rolland (Akademisi) 

Potret: VN|Properti • Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undana Kupang Dr Rolland E. Fanggidae

Perseroda, 

menanggapi perubahan status badan hukum menjadi Perseroda, Dr Rolland menilai, hal itu memberi legitimasi lebih kuat terhadap kepemilikan saham daerah dan membuka peluang masuknya modal non-tunai dari pemerintah daerah.

Namun, di sisi lain, status Perseroda memiliki risiko intervensi politik dan birokrasi, apabila tidak dikelola secara profesional.

ini pedang bermata dua.?

Risiko intervensi politik dalam keputusan bisnis bisa menjadi beban baru jika tidak dimitigasi."|Dr. Rolland (Akademisi) 

Pengurus Bank NTT Perseroda
Hasil RUPS LB, Minggu, 24 Mei 2026

KOMISARIS:
• Komisaris Utama: Donny Haetubun
• Komisaris Independen: Frans Gana
• Komisaris Independen: Flouri Rita Wuisan*

DIREKSI:
• Direktur Utama: Charlie Paulus
• Direktur Kredit: Aloysius RA Geong
• Direktur Kepatuhan: Revi A. Silawati
• Dir Operasional dan SDM: Rahmat Saleh
• Dir Treasury dan Keuangan: Heru Helbianto

Catatan:
*Proses Pengusulan Ke OJK
Sumber: Bank NTT Perseroda

Hasil RUPS Tahunan dan RUPS LB Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur Tahun 2026,

1. Dividen Bank NTT tetap sebesar IDR 151 Miliar
dan dibagikan kepada seluruh pemegang saham
sesuai porsi saham masing-masing.

2. Struktur direksi dan komisaris kembali disesuaikan
dari sebelumnya 7 direksi dan 5 komisaris menjadi
5 direksi dan 3 komisaris sesuai rekomendasi OJK.

3. Pergantian Direktur Kepatuhan Bank NTT.

cukup tahuChristofel Adoe diberhentikan dengan hormat dan digantikan Revi Adiana Silawati yang sebelumnya berkarier di Bank Jatim selama sekitar 30 tahun.

4. RUPS menyepakati pengusulan Rita Wisan
sebagai calon komisaris independen Bank NTT.

5. PT Bank NTT resmi berubah status menjadi
Bank NTT Perseroda (rekomendasi Kemendagri)

6. Tambahan penyertaan modal disepakati
masing-masing dari Pemprov NTT sebesar
Rp30 miliar, Kabupaten Malaka IDR 5 Miliar,
dan Kabupaten Alor IDR 3 Miliar.

7. Bank NTT kembali menyalurkan Kredit
Usaha Rakyat (KUR) dengan total plafon
IDR 350 Miliar, terdiri dari: IDR 50 Miliar untuk
Pekerja Migran dan IDR 300 Miliar untuk
KUR Produktif atau UMKM Produktif. 

8. Bank NTT menahan kenaikan suku bunga
kredit meski BI Rate naik, sebagai upaya membantu masyarakat dan pelaku usaha.

9. Debitur dengan catatan SLIK atau BI Checking bermasalah tetap dapat dipertimbangkan memperoleh kredit sepanjang usaha dan kemampuan pembayaran dinilai layak oleh bank.
Sumber: Bank NTT Perseroda

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Ekonomi, Perbankan, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: Bank NTT Perseroda, Dr Rolland E Fanggidae (Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Undana Kupang), 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®