Edisi: 1.408
Halaman 2
Integritas |Independen |Kredibel
PONTIANAK, KUPANG TIMES - Polemik Penilaian dalam Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR-RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) berujung evaluasi menyeluruh dan permintaan maaf dari pimpinan MPR-RI.
Polemik tersebut bermula saat final LCC Empat Pilar tingkat Kalimantan Barat digelar di Kota Pontianak, Sabtu (09/05/26).
LCC tersebut diikuti 9 (sembilan) Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kalbar.
Tiga sekolah yang lolos ke babak final, antara lain: SMAN 1 Pontianak • SMAN 1 Sambas • dan SMAN 1 Sanggau.
Persoalan,
saat masuk babak rebutan jawaban dengan pertanyaan: "DPR dalam memilih anggota BPK, wajib memperhatikan pertimbangan dari lembaga mana.?"
Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjadi peserta pertama yang menjawab.
"Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden."| Jawab seorang siswi dari Regu C.
Namun, Dewan Juri justru memberikan pengurangan nilai sebesar 5 (lima) poin kepada Regu C.
Pertanyaan tersebut, kemudian dilempar ke regu lain dan dijawab oleh Regu B dari SMAN 1 Sambas.
"Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden."|Jawab siswi dari Regu B.
Dewan Juri menyatakan Jawaban Regu B Benar.
"Inti Jawaban sudah benar.. Nilai Sepuluh."|Ucap Dewan Juri
Keputusan Dewan Juri langsung diprotes oleh Regu C.
Regu C merasa telah memberikan jawaban yang sama.
"Izin, kami tadi menjawabnya sama seperti Regu B."|Kata peserta Regu C.
Dewan Juri kemudian menjelaskan, Regu C dianggap tidak menyebutkan unsur 'Pertimbangan DPD.'
Namun, Regu C membantah penjelasan Dewan Juri dan bahkan meminta audiens memberikan kesaksian.
meski demikian, hasil akhir perlombaan tidak berubah.
Regu B dari SMAN 1 Sambas tetap keluar sebagai Juara Tingkat Provinsi karena unggul secara keseluruhan atas Regu C dari SMAN 1 Pontianak.
Polemik penilaian tersebut, kemudian ramai diperbincangkan di media sosial.
banyak pihak menyoroti objektivitas Juri dalam memberikan penilaian.
MPR-RI Dalami Polemik Penilaian,
menanggapi polemik yang berkembang, Sekretariat Jenderal (Setjen) MPR-RI mengatakan, sedang melakukan pendalaman internal terkait penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi lomba.
Sekretaris Jenderal MPR-RI, Siti Fauziah mengatakan, panitia pelaksana saat ini sedang menelusuri duduk persoalan yang terjadi dalam final LCC tersebut.
"terkait ramainya pemberitaan di media sosial tentang LCC Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat mengenai penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi lomba, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR-RI saat ini tengah melakukan penelusuran internal."|Siti Fauziah (Sekjen MPR-RI) dalam keterangan resminya, Senin (11/05/26).
Siti memberikan apresiasi kepada peserta • guru pendamping • dewan juri • panitia daerah • dan masyarakat yang tetap memberikan perhatian terhadap pendidikan kebangsaan.
"Sehingga Sekretariat Jenderal MPR RI mengimbau seluruh pihak untuk tetap menjaga suasana kondusif, menghormati seluruh peserta didik."|Siti Fauziah (Sekjen MPR-RI)
Segera Evaluasi Sistem Penilaian dan Verifikasi Jawaban,
Siti mengatakan, selain melakukan penelusuran internal, MPR-RI segera mengevaluasi sistem penilaian dan verifikasi jawaban dalam pelaksanaan LCC Empat Pilar.
evaluasi diperlukan untuk menjaga sportivitas, objektivitas, dan transparansi dalam pelaksanaan lomba pendidikan kebangsaan tersebut.
"MPR-RI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis pelaksanaan lomba, termasuk mekanisme penilaian, kejelasan artikulasi jawaban, sistem verifikasi jawaban peserta, dan tata kelola keberatan dalam perlombaan, agar pelaksanaan kegiatan serupa ke depan dapat berlangsung semakin baik, transparan, dan akuntabel."|Siti Fauziah (Sekjen MPR-RI)
Siti menegaskan, LCC Empat Pilar pada dasarnya diselenggarakan sebagai sarana pembelajaran nilai-nilai kebangsaan dan penguatan pemahaman terhadap Empat Pilar MPR-RI, yakni: Pancasila • UUD 1945 • NKRI • dan Bhinneka Tunggal Ika.
Karena itu, masukan publik akan menjadi bahan evaluasi penting bagi MPR-RI.
"oleh karena itu, masukan publik akan menjadi bahan evaluasi penting demi menjaga kualitas kegiatan dan kepercayaan masyarakat terhadap proses pembelajaran kebangsaan yang inklusif, edukatif, dan berintegritas."|Siti Fauziah (Sekjen MPR-RI)
Wakil Ketua MPR Minta Maaf dan Akui Kelalaian Juri,
Wakil Ketua MPR-RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman menyampaikan permohonan maaf atas insiden penilaian tersebut.
Akbar menegaskan, MPR-RI akan menindaklanjuti kejadian tersebut sekaligus mengevaluasi keseluruhan kinerja dewan juri dan sistem perlombaan LCC Empat Pilar.
"Kami mohon maaf atas kelalaian dewan juri. Kami akan tindak lanjuti kejadian ini."|Akbar (Waket MPR-RI) dalam keterangan resmi MPR RI, Senin (11/05/26)
Akbar mengatakan, Pimpinan MPR-RI dari unsur DPD-RI menyayangkan munculnya polemik dalam penilaian lomba.
Akbar mengingatkan, pentingnya Juri bersikap objektif dan responsif terhadap keberatan peserta di lapangan.
Insiden tersebut harus menjadi catatan penting agar pelaksanaan LCC Empat Pilar ke depan berjalan lebih baik dan profesional.
Akbar menyinggung adanya unsur kelalaian dari panitia maupun dewan juri, terutama terkait aspek teknis tata suara dan mekanisme banding dalam perlombaan.
Akbar mengungkapkan, dirinya sempat mendengar adanya peristiwa serupa pada pelaksanaan tahun lalu di provinsi lain.
"saya melihat, Lomba Cerdas Cermat ini perlu dievaluasi supaya lebih baik,
Jangan ada lagi kejadian seperti ini."|Akbar (Waket MPR-RI)
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Politik, Hukum, Pendidikan,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: MPR-RI,
| Penerbit: Kupang TIMES

