ENSIKLOPEDI: Mengenal Babah Kito’e, Pelopor Angkutan Darat Pulau Timor.?

Edisi: 1.406
Halaman 2
Integritas |Independen |Kredibel

Picture: KA|Properti • Pembaharuan AI, berpose bersama bersama keluarganya

KUPANG TIMES - tahukah anda, pada awal tahun 1940an, di Pulau Timor ada seorang pria yang memiliki kontribusi besar dalam dunia otomotif angkutan darat di Pulau Timor. 

Pria tersebut bernama Hendrik Fredrik Yappi (nama Indonesia) 

Hendrik atau sapaan akrabnya Babah Kito’e adalah seorang WNI Keturunan Tionghoa dengan nama asli Yap Kie Toe. 

Babah Kito'e bukan sekadar sopir mobil truk atau bus bernama 'Abadi' • dirinya adalah pelopor angkutan barang dan manusia di Pulau Timor pada masa awal.

sejak tahun 1940-an hingga 1970-an, Babah Kito’e dengan setia mengemudikan truk legendarisnya, melayani trayek panjang dari Kupang menuju Atambua, sebuah perjalanan yang pada saat itu bukan sekadar jauh, tapi penuh tantangan, rintangan dan perjuangan.

Perjalanan yang Menguji Ketahanan, 

sekali jalan pulang-pergi membutuhkan waktu berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan saat musim hujan.

Infrastruktur Jalan dan Jembatan di zaman itu, belum memadai, untuk dilewati mobil truk. 

Jika sungai meluap, maka perjalanan harus berhenti.

Babah Kito’e dan para penumpangnya terpaksa, harus menunggu air surut, menginap dirumah warga sekitar dan bertahan di lokasi dengan segala keterbatasan. 

dari situlah lahir cerita tentang Babah Kito'e dan mobil legendarisnya. 

Babah Kito'e tidak hanya mengangkut barang, tapi juga harapan dan kehidupan masyarakat daratan Timor.

Rumah yang menjadi tempat Persinggahan, 

Kediaman Pribadi di Kelurahan Bakunase, Kota Kupang, menjadi tempat singgah bagi banyak penumpang dari pedalaman menjadi tempat beristirahat, berbagi cerita, dan mencari harapan.

Dekat dengan Raja Kupang, 

Babah Kito’e memiliki hubungan dekat dengan Alfons Nisnoni.

selain menjadi supir angkutan darat, Babah Kito'e dipercaya oleh Nicolaas Nisnoni untuk, menjaga kebun kerajaan di Bakunase • mengangkut hasil panen dari seluruh wilayah kerajaan. 

atas kontribusi dan dedikasinya, Babah Kito'e diberikan sebidang tanah sebagai tempat tinggal bagi keluarganya.

Keluarga dan Kehidupan, 

Babah Kito’e menikah dengan seorang wanita asal Pulau Sabu, Maria Heo, dan dikaruniai beberapa orang anak.

Kehidupannya sederhana, tapi penuh makna dan pengabdian.

Babah Kito’e bukan sekadar sopir, dirinya adalah saksi sejarah, penggerak roda kehidupan, dan jembatan bagi masyarakat Timor di masa sulit.

cukup tahu • dimasa-masa awal tahun 1940an hingga 1970an selain mobil legendaris Babah Kito'e • ada juga mobil angkutan darat bernama 'Maubesi.'

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Sejarah, Otomotif, 

| Penulis: KA

| Sumber: berbagai sumber, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®