Bakom RI: 'Tidak Ada Kontrak dengan Homeless Media untuk Dukung Pemerintah.!'

Edisi: 1.405
Halaman 2
Integritas |Independen |Kredibel

Potret: TCO|Properti • Kurnia Ramadhana, Pelaksana Tugas Deputi III Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah RI. 

JAKARTA, KUPANG TIMES - 'Kurnia mengungkapkan, penyebutan nama-nama homeless media dalam konferensi pers tersebut, didasarkan pada dokumen yang diberikan oleh INMF, Selasa (05/05/26).'

Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia menanggapi polemik homeless media menjadi mitra pemerintah. 

Istilah homeless media merujuk pada jenis media yang mengandalkan platform media sosial sebagai medium utama penyebaran informasi. 

homeless media merupakan bagian dari ekosistem new media alias media baru.

Pelaksana Tugas Deputi III Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah RI, Kurnia Ramadhana menjelaskan, Bakom menganggap new media sebagai mitra komunikasi sebagaimana halnya media konvensional. 

Kurnia membenarkan, Bakom mengadakan audiensi dengan Indonesia New Media Forum (INMF), Selasa (05/05/26). 

dalam audiensi tersebut Kurnia berujar, INMF memberikan dokumen yang berjudul New Media Forum 2026. 

di dalam dokumen tersebut, tercantum nama-nama new media players alias pelaku industri media baru.

sehari setelahnya, Bakom mengadakan konferensi pers mingguan membahas Program Hasil Terbaik Cepat. 

sejumlah homeless media turut hadir dalam kegiatan tersebut. 

Kepala Bakom, Muhammad Qodari sempat menyambut kehadiran “New Media  Forum” sekaligus menyebutkan puluhan daftar media yang disebut tergabung dalam komunitas tersebut.

Kurnia menjelaskan, penyebutan nama-nama homeless media dalam jumpa pers itu didasarkan pada dokumen yang diberikan oleh INMF, Selasa (05/05/26) 

Pandangan Bakom, new media perlu dijangkau agar dapat meningkatkan kualitas dan standar supaya produknya makin berkualitas."|Kurnia (Bakom RI) dalam keterangan tertulis, dikutip Jum'at (08/05/26)

Kurnia mengklaim, Bakom menghormati independensi media baru maupun media konvensional. 

Pertemuan dengan berbagai pelaku new media, semata-mata bertujuan membuka ruang komunikasi dan memperluas akses informasi publik. 

tidak ada kontrak, arahan editorial, maupun bentuk kemitraan yang mengikat media tertentu untuk mendukung pemerintah."|Kurnia (Bakom RI) 

Kurnia mengatakan, Bakom memandang media baru sebagai bagian penting dari ekosistem informasi publik yang tetap memiliki independensi masing-masing. 

Kurnia menekankan, “Saat ini tidak ada kerja sama atau kontrak apapun antara Bakom dengan INMF atau dengan salah satu dari new media yang tertulis dalam dokumen INMF.”

Kurnia menegaskan, Bakom terbuka terhadap kritik, koreksi, dan mekanisme cover both sides sebagai bagian dari demokrasi yang sehat. 

"Jika terdapat penyebutan atau framing yang menimbulkan kesalahpahaman di ruang publik, hal tersebut menjadi perhatian untuk diperbaiki."|Kurnia (Bakom RI) 

pada kesempatan terpisah, Komite Indonesia New Media Forum menjelaskan, nama-nama homeless media yang disebutkan oleh Kepala Bakom Muhammad Qodari merupakan bagian pemetaan ekosistem industri dan media sosial. 

Sejumlah media tersebut, bukan anggota resmi INMF.

Komunitas media baru itu menegaskan saat ini tengah memperkuat tata kelola internal sebagai bagian dari komitmen untuk hadir sebagai forum yang akuntabel dan transparan. 

dalam proses tersebut, INMF menyampaikan belum membuka keanggotaan formal maupun menjalin kemitraan resmi dengan pihak mana pun.

"Kami menyayangkan penyebutan media-media dalam konferensi pers yang menimbulkan kesalahpahaman bahwa media-media tersebut telah menjadi mitra Bakom."|Komite INMF melalui pernyataan tertulis, Kamis, 7 Mei 2026. 

salah satu perwakilan INMF, Wahyu Aji dari Good News From Indonesia (GNFI), telah mengizinkan Tempo mengutip pernyataan itu.

INMF menegaskan, tidak memiliki komitmen maupun kesepakatan dengan Bakom Pemerintah. 

terkait pertemuan dengan Badan Komunikasi, INMF mengungkapkan, hanya sebatas ruang dialog untuk saling bertukar perspektif terkait dengan perkembangan ekosistem media digital. 

di mana kami lakukan juga ke antar ekosistem media massa, akademisi, figur publik, dan komunitas."|Komite INMF

Komite menyatakan, independensi adalah aset utama bagi komunitas media baru. 

tanpa kepercayaan publik, keberadaan media baru tidak memiliki arti. 

Karena itu, INMF berkomitmen untuk terus mendorong ekosistem media yang berpihak pada kepentingan publik, menjunjung transparansi, serta menjaga ruang informasi yang sehat dan bertanggung jawab."|Komite INMF

Polemik tersebut, ter-publish saat Muhammad Qodari dalam konferensi pers, Rabu (06/05/26) mengumumkan, pemerintah merangkul homeless media yang tergabung dalam INMF sebagai mitra dalam ekosistem media digital. 

Qodari mengungkapkan, langkah ini disebut untuk membantu memperluas jangkauan komunikasi publik pemerintah, tidak hanya melalui media konvensional.

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Media Sosial, Politik, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: Bakom RI, Komite INMF, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®