Edisi: 1.345
Halaman 3
Integritas |Independen |Kredibel
JAKARTA, KUPANG TIMES - 'Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM hingga hari raya.'
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Bahlil Lahadalia menanggapi lonjakan harga minyak mentah dunia yang menembus USD 115 per-barrel pada Senin (09/03/26)
Bahlil memastikan, pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) dalam waktu dekat.
Bahlil mengatakan harga BBM, termasuk yang bersubsidi, akan tetap dipertahankan setidaknya hingga periode Hari Raya.
“sampai dengan hari raya ini insyaallah tidak ada kenaikan harga BBM untuk subsidi."|Bahlil (Menteri ESDM RI) saat ditemui di Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Jakarta, Senin (09/03/26)
Ketum Partai Golkar itu, mengatakan, pemerintah saat ini tengah melakukan kajian menyeluruh untuk menentukan langkah kebijakan selanjutnya.
Kajian tersebut diperlukan karena kenaikan harga minyak dunia tidak dapat dihindari di tengah perang antara Iran-Israel yang mendapat dukungan dari Amerika Serikat.
Konflik tersebut memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global dan mendorong harga minyak melonjak di pasar internasional.
meski demikian, Bahlil mengklaim kondisi pasokan energi di dalam negeri masih aman.
Pemerintah tidak menghadapi persoalan ketersediaan stok minyak.
“Problemnya kita sekarang bukan di stok,
Stok tidak ada masalah, sudah tersedia semuanya,
Kita sekarang tinggal menghadapi soal harga."|Bahlil (Menteri ESDM RI)
Harga minyak mentah dunia melonjak tajam pada awal pekan menyusul peningkatan tensi peran Iran-Israel di Timur Tengah.
Berdasarkan data Trading Economics per Senin siang (09/03/26) kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak hingga USD 115 per-barrel.
Kenaikan tersebut terjadi setelah harga sebelumnya sempat melonjak hingga 31% dalam perdagangan intraday.
Lonjakan tersebut menjadi kenaikan satu hari terbesar sejak April 2020 sekaligus membawa harga minyak ke level tertinggi sejak Juni 2022.
Penguatan harga juga memperpanjang reli pekan sebelumnya yang mencapai 35,6%.
Kenaikan harga minyak dipicu oleh serangkaian gangguan pasokan dari produsen utama di Timur Tengah, terutama setelah jalur pengiriman energi di Selat Hormuz terganggu.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur utama distribusi minyak dunia, sehingga setiap gangguan langsung memengaruhi keseimbangan pasokan global.
di Irak, berdasarkan catatan Trading Economics, produksi dari tiga ladang minyak utama di wilayah selatan dilaporkan merosot tajam.
adapun produksi minyak turun sekitar 70% menjadi hanya 1,3 Juta barrel per-hari dari sebelumnya 4,3 Juta barrel per-hari sebelum perang.
Penurunan produksi ini langsung mempersempit pasokan minyak di pasar global.
Gangguan pasokan juga datang dari negara produsen lain di kawasan Teluk.
Kuwait yang merupakan produsen minyak terbesar kelima dalam Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) mulai memangkas produksi sejak Sabtu lalu dan menyatakan kondisi force majeure.
langkah serupa sebelumnya juga terjadi pada sektor energi di Qatar setelah negara tersebut memangkas produksi gas alam cair (LNG) pada pekan lalu.
Para analis juga memperkirakan potensi penurunan produksi dari Uni Emirat Arab dan Arab Saudi.
Penurunan ini dipicu kapasitas fasilitas penyimpanan yang mulai penuh sehingga membatasi ruang produksi tambahan.
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Minyak Bumi,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: Kementerian ESDM RI,
| Penerbit: Kupang TIMES
