Edisi: 1.335
Halaman 5
Integritas |Independen |Kredibel
KUPANG TIMES - Militer Israel resmi menyerang Iran, Sabtu (28/02/26) pagi waktu setempat.
ledakan terdengar di sejumlah wilayah, termasuk Kota Teheran.
di waktu yang bersamaan, Militer Amerika Serikat mengonfirmasi, turut serta dalam serangan di Iran, dilansir dari AFP.
Presiden AS, Donald Trump mengumumkan, 'Negeri Paman Sam' telah memulai serangan besar-besaran terhadap Iran.
Trump bersumpah untuk menghancurkan angkatan laut dan situs rudal negara itu dan mendesak warga Iran untuk menggulingkan pemerintah mereka.
dalam pidatonya, Trump menjelaskan tujuannya adalah penghancuran militer republik Islam dan penggulingan otoritas yang berkuasa sejak revolusi 1979.
"Kita akan menghancurkan rudal mereka dan meluluhlantakkan industri rudal mereka,
itu akan benar-benar (dilakukan), sekali lagi, dihancurkan."|Trump (Presiden AS) di platform media sosial Truth Social.
sementara itu, Jurnalis Al Jazeera English, Alan Fisher, melaporkan, AS sekali lagi, telah menyiapkan panggung untuk revolusi di Iran.
"mereka pernah melakukannya sebelumnya.. Kali ini, mereka melakukannya dengan senjata dan bom, bukan secara diam-diam melalui CIA."|Fisher (Jurnalis)
Fisher mengatakan, serangan tersebut akan menjadi operasi militer berkelanjutan, dengan (Trump) menerima kenyataan bahwa; mungkin akan ada korban jiwa.
"Dia (Trump) mengatakan itu adalah sesuatu yang harus diterima dalam perang dan mendesak rakyat Iran untuk bersabar untuk saat ini, tetapi kemudian mengambil alih kendali pemerintahan mereka."|Fisher (Jurnalis)
Timur Tengah Memanas,
bersamaan dengan pecahnya perang Iran-Israel terbaru, Timur Tengah dilanda kekacauan.
Menurut data penerbangan dari FlightRadar24, semua pesawat menghindari wilayah udara Iran.
Kedutaan Besar AS di Qatar juga memperingatkan warganya dan personelnya tetap tinggal di tempat hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Kedutaan Besar Inggris di Qatar juga merekomendasikan warganya di Qatar untuk tetap berada di tempat tinggal hingga pemberitahuan lebih lanjut.
meski demikian, Kementerian Dalam Negeri Qatar mengklaim bahwa; situasi di negara itu "stabil dan aman" setelah serangan Israel terhadap Iran.
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Militer, Hukum, Politik,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: AFP, Reuters,
| Penerbit: Kupang TIMES

