RESMI.! Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Trump Bersama Arab Saudi cs.?

Edisi: 1.298
Halaman 2
Integritas |Independen |Kredibel

Potret: Aljazeera English|Properti • Gadis Kecil Palestina sedng belajar di Kamp Pengungsian

WASHINGTON DC, KUPANG TIMES - Indonesia, bersama dengan Arab Saudi, Qatar, Turki, Mesir, Yordania, Pakistan, dan Uni Emirat Arab (UEA) sepakat bergabung dengan Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. 

Kesepakatan tersebut, diumumkan dalam pernyataan bersama para Menteri Luar Negeri negara-negara tersebut, Rabu (21/01/26) waktu setempat.

dalam pernyataannya, para menteri luar negeri negara-negara tersebut mengatakan, keputusan ini diambil secara kolektif sebagai bentuk dukungan terhadap upaya perdamaian yang dipimpin Trump, khususnya terkait konflik di Gaza.

"para menteri mengumumkan keputusan bersama negara masing-masing untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian,

mereka juga menegaskan kembali dukungan terhadap upaya perdamaian yang dipimpin Presiden Donald Trump serta komitmen untuk mendukung pelaksanaan misi Dewan Perdamaian sebagai pemerintahan transisi."|tulis pernyataan bersama tersebut, dikutip Kamis (22/01/26).

dalam Pernyataan itu, ada tertulis, misi Dewan Perdamaian merujuk pada Rencana Komprehensif untuk Mengakhiri Konflik Gaza yang didukung Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803. 

Dewan tersebut bertujuan mengonsolidasikan gencatan senjata permanen, mendukung rekonstruksi Gaza, serta mendorong perdamaian yang adil dan berkelanjutan.

"upaya tersebut berlandaskan hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan mendirikan negara sesuai hukum internasional, guna membuka jalan bagi keamanan dan stabilitas bagi seluruh negara dan masyarakat di kawasan."|tulis pernyataan bersama tersebut

selain delapan negara tersebut, Kementerian Luar Negeri Kuwait menyatakan telah menerima undangan serupa untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian, tetapi belum dikonfirmasi keikutsertaannya.

Undangan keanggotaan Dewan Perdamaian dikirimkan kepada puluhan pemimpin dunia. 

setiap negara yang ingin memperoleh kursi tetap dilaporkan diminta memberikan kontribusi dana sebesar USD 1 Miliar atau setara sekitar IDR 16,9 Triliun. 

Namun, pernyataan resmi Arab Saudi tidak menyinggung soal kewajiban pembayaran tersebut.

Awalnya, Dewan Perdamaian dirancang untuk mengawasi proses pembangunan kembali Gaza. 

Namun, piagam badan tersebut tidak secara eksplisit membatasi perannya hanya pada Gaza dan dinilai berpotensi menyaingi peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). 

Hal ini memicu kritik dari sejumlah sekutu AS, termasuk Prancis, yang mengindikasikan tidak akan bergabung.

di sisi lain, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dilaporkan telah menerima undangan untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian. 

meski demikian, Benjamin menyatakan keberatan atas masuknya Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan dan diplomat Qatar Ali Al-Thawadi ke dalam Dewan Eksekutif Gaza yang berada di bawah struktur badan tersebut.

Pembentukan Dewan Perdamaian ini telah berlangsung di tengah dinamika geopolitik kawasan, termasuk upaya sejumlah negara Teluk untuk memperkuat hubungan politik dan ekonomi dengan pemerintahan Trump melalui komitmen investasi dan kerjasama bisnis.

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Hukum, Politik, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: WH, CNBC Internasional, Aljazeera English, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®