Menteri PPN/Bappenas, Rachmat Pambudy: "MBG Lebih Mendesak daripada Lapangan Kerja.!" WHAT..

Edisi: 1.306
Halaman 1
Integritas |Independen |Kredibel

      Potret: TCO|Properti

JAKARTA, KUPANG TIMES - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Rachmat Pambudy, menilai, program Makan Bergizi Gratis (MBG) lebih mendesak ketimbang pembukaan lapangan kerja. 

Pernyataan tersebut disampaikan saat gelaran Prasasti Economic Forum 2026: “Navigating Indonesia’s Next Chapter,” Kamis (29/01/26).

Rachmat menjelaskan, MBG memiliki tingkat urgensi yang lebih tinggi dibandingkan penciptaan lapangan kerja, meskipun keduanya sama-sama penting. 

Rachmat Pambudy menekankan, persoalan yang dihadapi saat ini bukan soal pilihan antara satu dengan yang lain, melainkan soal skala kebutuhan yang paling mendesak untuk ditangani terlebih dahulu. 

Rachmat mengatakan, narasi yang mempertentangkan MBG dengan penciptaan lapangan kerja tidak sepenuhnya tepat.

Lapangan Kerja memang krusial untuk keberlanjutan ekonomi, tetapi MBG diperlukan untuk memastikan masyarakat berada dalam kondisi yang cukup kuat secara fisik dan sosial untuk bisa memanfaatkan kesempatan kerja tersebut. 

dalam konteks itu, MBG diposisikan sebagai fondasi awal. 

"Pada waktu saya ditanya, mengapa MBG Penting.? 

Apakah MBG itu Penting.? Penting sekali.!

Apakah MBG lebih penting dari memberi lapangan kerja.? 

Saya mengatakan MBG lebih mendesak dari pada lapangan kerja, 

tetapi dikatakan, katanya MBG lebih penting daripada lapangan kerja. MBG penting, lapangan kerja penting, tetapi MBG lebih mendesak,

Ada yang bilang, tolong kasih kail, jangan ikan,

Kalau dikasih kail, sudah keburu mati."|Rachmat Pambudy (Menteri PPN/Bappenas) dalam acara Prasasti Economic Forum di The Ritz-Carlton Pacific Place.


MBG Mendesak dan Sudah Serap 600.000 Tenaga Kerja, 

sebelumnya, Presiden RI, Prabowo Subianto mengatakan, MBG telah menyerap 600.000 tenaga kerja. 

Hal ini dikatakan Kepala Negara saat berpidato dalam World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, pada Kamis (22/01/26).

Presiden RI, Prabowo menegaskan, program MBG tidak hanya menyasar peningkatan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi mesin penciptaan lapangan kerja berskala besar. 

saat ini, program MBG telah melibatkan 61.000 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta korporasi yang tergabung dalam rantai pasok nasional. 

Keterlibatan pelaku usaha tersebut dinilai menjadi tulang punggung operasional program, sekaligus membuka ruang ekonomi baru di berbagai daerah.

Presiden RI, Prabowo optimistis dampak ketenagakerjaan dari MBG akan terus meluas. 

Ketum Gerindra itu, memperkirakan, ketika program mencapai fase puncak, jumlah lapangan kerja yang tercipta akan melonjak signifikan. 

pada puncaknya, kami optimistis akan mencapai 1,5 Juta pekerjaan langsung dengan para vendor, dan dengan para pemasok,

akan ada lebih dari 1 juta mata pencaharian lagi yang dirangkul dan ditingkatkan."|Prabowo (Presiden RI) 

eks Menteri Pertahanan RI 2019-2024 itu, mengatakan, tidak hanya dari sisi tenaga kerja, skala produksi MBG juga disebut melampaui standar industri global. 

Presiden RI, Prabowo menargetkan, Indonesia mampu menyajikan 82,9 juta porsi makanan setiap hari.

Presiden RI, Prabowo membandingkan capaian tersebut dengan McDonald’s yang membutuhkan waktu 55 tahun untuk mencapai kapasitas produksi 68 juta porsi per hari. 

Kami berharap dapat mencapai 82,9 juta pada akhir Desember 2026,

tetapi orang-orang saya mengatakan, tidak, Pak, kami akan mencapai 82,9 juta sebelum Desember,

Jadi, semoga kita dapat mencapainya."|Prabowo (Presiden RI) 

Presiden RI, Prabowo menegaskan, program prioritas pemerintahannya itu dirancang inklusif dan menjangkau kelompok paling rentan, mulai dari anak-anak, ibu hamil, hingga lansia. 

bahkan, untuk ibu hamil dan lansia yang tinggal sendiri, layanan MBG dilakukan secara langsung ke rumah masing-masing.

untuk ibu hamil dan menyusui, kami mengantarkan makanan setiap hari ke rumah mereka,

hal ini juga dilakukan, diantarkan ke rumah para lansia yang tinggal sendirian."|Prabowo (Presiden RI) 

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Politik, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: Kementerian PPN/Bappenas, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®