Kisah Kelam Aurélie Moeremans dalam Memoar 'Broken Strings' alami Grooming hingga Kekerasan Seksual.!

Edisi: 1.294
Halaman 4
Integritas |Independen |Kredibel

      Potret: AM|Properti

KUPANG TIMES - Memoar "Broken Strings" karya artis Aurelie Moeremans, menjadi trending topic di Tanah Air dan menggemparkan masyarakat. 

Memoar tersebut menulis pengalaman pribadi kehidupan Aurelie. 

Aurelie bercerita, dirinya pernah menjadi korban bullying, grooming, eksploitasi, hingga berbagai bentuk kekerasan dalam hubungan yang tidak sehat.

salah satu yang jadi sorotan netizen adalah berbagai bentuk kekerasan dan manipulasi yang diterima Aurelie saat dirinya menjalani hubungan asmara dengan seorang pria bernama Bobby (bukan nama sebenarnya). 

Kisah cinta bermula, ketika Aurelie masih berusia 15 tahun, sementara Bobby berusia 29 tahun.

"Buku ini adalah kisah nyata tentang aku • tentang bagaimana aku digrooming waktu umur 15 tahun oleh seseorang yang usianya hampir dua kali umur aku • tentang manipulasi, kontrol, dan proses pelan-pelan belajar menyelamatkan diri sendiri • ditulis tanpa romantisasi, dari sudut pandang korban."|Aurelie (Penulis) di Instagramnya, Sabtu (03/01/26).

Memoar tersebut dibagikan secara gratis dan telah dibaca oleh ratusan ribu orang. 

Aurelie berharap karyanya bisa membantu para perempuan lainnya agar tidak mengalami hal yang serupa dengannya.

Berikut, beberapa Kisah hidup Aurelie Moeremans yang dibagikannya di memoar Broken Strings.

Alami Grooming, 

Istilah grooming menjadi banyak diperbincangkan seiringan dengan viralnya memoar Broken Strings milik Aurelie. 

Perempuan kelahiran Brussel, Belgia, itu mengatakan bahwa; dirinya adalah korban grooming dari Bobby. 

Hubungan tersebut dijalani Aurelie saat dirinya baru memulai karier sebagai artis di Indonesia. 

waktu itu, usia Aurelie masih berusia 15 tahun sementara Bobby berusia 29 tahun.

cukup tahu • grooming adalah perilaku yang disengaja untuk memanipulasi dan mengendalikan seorang anak, serta keluarga, kerabat, pengasuh, bahkan organisasi dan jaringan pendukung lainnya, dengan tujuan melakukan pelecehan atau kekerasan seksual terhadap anak, sebagaimana dikutip dari National Office for Child Safety.

tindakan yang dilakukan pelaku grooming terhadap korban biasanya begitu lembut sehingga bisa memanipulasi. 

Penting untuk dipahami bahwa bukan hanya anak atau remaja yang menjadi korban, tetapi juga orang tua, pengasuh, atau orang terdekat dari korban.

dalam konteks memoar Broken Strings, kehadiran Bobby di hidup Aurelie awalnya terlihat begitu indah. 

Aurelie mengatakan, pria itu terlihat memesona, lucu, dan magnet bagi banyak orang di lokasi syuting, tempat keduanya bertemu.

awalnya, Bobby mendekati Aurelie dengan sangat manis: memberikan semua perhatian, menunggu di lokasi syuting hingga larut malam, mengantar Aurelie dan keluarganya pulang usai syuting, dan tingkah-tingkah romantis lainnya. 

Namun, perhatian tersebut berubah jadi kontrol, posesif, dan pengekangan ketika keduanya resmi menjalin hubungan asmara.

Gaslighting (Kekerasan Emosional) dan Guilt Tripping, 

sejak resmi berpacaran, Aurelie tidak lagi merasakan sikap manis dari Bobby, melainkan perilaku mengontrol, kasar, hingga manipulatif, yang dibungkus dengan perhatian, janji, hingga klaim bahwa; pria itu “peduli." 

bukannya merasa dicintai, Aurelie justru merasa terperangkap.

Bobby tidak henti-hentinya mengingatkan Aurelie tentang semua hal yang telah dia berikan dalam hubungan tersebut, seolah-olah hanya dia yang berjuang dalam hubungan tersebut. 

Aksi Bobby tersebut dikenal dengan istilah guilt tripping, yaitu: bentuk manipulasi yang membuat korban merasa bersalah atau bertanggung jawab atas perilaku pelaku.

semua perilaku manipulatif Bobby itu pada akhirnya membuat Aurelie meragukan dirinya sendiri. 

Aurélie merasa tidak berdaya untuk membela diri dan melawan perkataan atau sikap Bobby yang semena-mena. 

Akhirnya, hal ini membuat Aurelie menarik diri dari pergaulan bahkan keluarganya; Bobby berhasil “menahan” Aurelie secara mental dan fisik.

setiap pertengkaran selalu berakhir sama, denganku makin mengecil, yakin aku yang bermasalah, 

Ia lebih berpengalaman, lebih dewasa, sedangkan aku belum pernah benar-benar berhubungan sebelumnya, 

Jadi aku bilang pada diri sendiri, aku yang harus mengejar, belajar, minta maaf, jadi lebih baik,

itu jadi kebiasaan, Apa pun yang terjadi, aku yang minta maaf."|Aurélie (Penulis) di dalam memoar Broken Strings.

Manipulasi yang dilakukan Bobby dikenal dengan istilah gaslighting, yaitu: pelaku berusaha membuat korban meragukan ingatan dan persepsi diri sendiri melalui kebohongan, penyangkalan, atau informasi yang keliru. 

tujuannya adalah untuk mengontrol dan berkuasa atas korban sehingga korban merasa “bergantung” kepada pelaku.

Pengancaman, 

Aurelie juga harus menerima ancaman dari Bobby saat keduanya masih menjalin hubungan. 

di salah satu bagian memoar, Aurelie bercerita bahwa; Bobby mengancam akan mengakhiri hidupnya jika Aurelie ingin menyudahi hubungan mereka. 

tipe ancaman ini terjadi beberapa kali.

merasa takut akan ancaman Bobby, Aurelie pun menuruti permintaan Bobby untuk mencoba membujuk orang tua Aurelie agar hubungan keduanya direstui.

Ancaman tidak berhenti dan terus datang dalam berbagai bentuk lainnya. 

misalnya: Bobby mengancam akan menyebarkan foto-foto intim milik Aurelie (yang diminta secara paksa oleh Bobby) jika Aurelie tidak menuruti keinginannya. 

selain itu, Bobby pernah mengancam akan melukai orang tua Aurelie jika, lagi-lagi, dirinya tidak menurut kepada Bobby.

Kekerasan Seksual, Fisik, dan Verbal, 

tidak hanya kekerasan emosional, Aurelie juga mengalami kekerasan seksual dan kekerasan fisik dari Bobby. 

Aurelie bercerita dalam memoar Broken Strings bahwa; pria itu memaksanya untuk berhubungan intim hingga membuatnya ketakutan dan tidak berani untuk melawan.

bentuk kekerasan lainnya yang juga menjadi sorotan netizen di media sosial adalah bagaimana Bobby sering meludahi dan menampar Aurelie setiap dirinya merasa marah dan emosional. 

Panggilan-panggilan tidak pantas dan ucapan tidak sopan juga kerap diucapkan Bobby kepada Aurelie. 

Manipulasi Bobby berhasil membuat Aurelie merasa bahwa; dirinya pantas menerima semua perlakuan tersebut.

Kekerasan Finansial, 

Aurelie yang kala itu berprofesi sebagai artis mengalami pemerasan dan kekerasan finansial dari Bobby. 

Aurelie bercerita bahwa; uang hasil kerja kerasnya dari syuting yang masuk ke rekening pribadinya sudah habis ditransfer ke Bobby untuk kebutuhan pria itu dan keluarganya.

tidak hanya itu, Aurelie mengatakan, Bobby membeli sebuah mobil dan hanya membayar uang muka. 

sementara itu uang cicilan bulanan menjadi tanggungan Aurelie.

Bullying, 

Aurelie rupanya juga pernah menjadi korban bullying, Beauties. 

Kejadian pilu itu pertama kali dialami saat dirinya masih bersekolah di Belgia, tempat kelahirannya. 

Aurélie mengaku mengalami bullying dari dua anak populer di kelasnya. 

Bagi Aurelie kecil, aksi bullying itu tidak hanya kata-kata, tapi juga fisik. 

Rasa percaya dirinya perlahan hancur.

Bullying kembali dijumpai Aurelie saat dirinya sudah memulai karier di industri hiburan di Indonesia. 

Aurelie terbilang masih menjadi artis pendatang baru. 

saat itu Aurélie sedang menjalani syuting dan merasa seperti dilempar ke lingkungan baru yang tidak ada menjelaskan bagaimana cara kerjanya.

Kala itu, Aurelie sedang menunggu syuting adegannya dengan duduk di sofa ruang tunggu. 

di situlah Aurélie menerima perlakuan kurang menyenangkan dari rekan artis yang menjadi pemeran utama.

Perundungan tidak berhenti di situ, Ia menjadi bagian dari setiap hari, menyusup ke momen paling kecil, sampai aku tidak bisa lagi membedakan mana awal dan akhir, 

setiap langkah terasa seperti berjalan di atas kaca, menunggu retaknya."|Aurelie (Penulis) 

Keberanian Aurelie Ungkap Kisah Masa Lalu, 

tidak mudah untuk membuka kembali luka lama yang pernah dijalani, tapi keberanian Aurelie berhasil menciptakan sebuah memoar yang sangat powerful, membekas, dan mengedukasi para pembaca. 

Banyak netizen yang kini mulai membahas dan berdiskusi soal bahayanya child grooming dan bentuk kekerasan lainnya dalam hubungan usai membaca memoar Aurelie.

Aurelie mengaku bahwa; proses menulis memoar tersebut menjadi bagian dari penyembuhan dari masa lalunya.

Iya, tentu saja (gak mudah). Kendala terbesarnya adalah harus membuka kembali luka lama yang selama ini aku pendam, 

mengingat detail-detail itu tidak mudah dan cukup menyakitkan, tapi justru proses itu menjadi bagian dari penyembuhan, 

ada momen di mana aku ingin berhenti karena terlalu berat, tapi setiap kali ingin menyerah, aku ingat alasan awal kenapa aku menulis, yaitu: untuk jujur pada diri sendiri dan bertahan."|Aurélie (Penulis), dikutip dari detikPop.

cukup tahu • buat Kamu yang ingin membaca memoar Broken Strings karya Aurelie Moeremans, kamu bisa membaca secara gratis dengan mendownload atau mengunduhnya di link yang ada di bio Instagram Aurelie. Buku fisik Broken Strings juga akan segera dirilis dan informasinya bisa kamu cek di Instagram Aurelie, @aurelie.

Beauties, jangan biarkan dirimu atau orang di sekitar terjebak dalam lingkaran manipulasi. 

Jika menemukan indikasi atau menjadi korban kekerasan seksual, segera cari bantuan profesional dan lapor melalui layanan SAPA 129 Kemen PPPA. 

segera hubungi hotline resmi di nomor 129 atau mengirimkan pesan melalui WhatsApp ke nomor 081111129129.

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

Informasi Artikel:

| Konteks: Kesehatan, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: Buku Broken Strings, IG Aurélie Moeremans, Kemen PPA RI, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®