Edisi: 1.178
Halaman 1
Integritas |Independen |Kredibel
KUPANG TIMES - Pelaksanaan Retret Kepemimpinan Strategis bagi Pejabat Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah bagian dari upaya mewujudkan Soliditas, Kedisplinan, Penguatan Kapasitas dan Kualitas Pejabat.
Penyelenggaraan Kegiatan Retret Kepemimpinan tersebut, melibatkan 677 Pejabat Struktural Eselon II, III, dan IV.
"Kegiatan ini berlangsung di Kampus Politeknik Universitas Pertahanan Republik Indonesia (UNHAN RI) Ben Mboi, Atambua, dalam dua gelombang, yakni; 23- 27 September 2025 dan 1-5 Oktober 2025."|Yos Rasi (Kepala BKD NTT), Senin, (22/09/25).
Mantan Kepala Dinas Sosial Prov NTT itu, mengapresiasi, perhatian, kritik dan saran dari berbagai elemen masyarakat terkait pelaksanaan retret kepemimpinan strategis bagi pejabat struktural lingkup Pemprov NTT itu.
"semua tanggapan ini merupakan bentuk dukungan publik yang sangat berarti bagi upaya bersama meningkatkan kualitas birokrasi dan pembangunan di NTT."|Yos Rasi (Kepala BKD NTT)
Yos, mengatakan, retret kepemimpinan strategis tersebut, sejatinya, bukan sekadar meniru kegiatan serupa di daerah-daerah lain, melainkan lebih sebagai hasil evaluasi enam bulan pertama kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT.
pada hakekatnya, retret di Unhan secara substansi akan mempertemukan core competence penyelanggaraan pendidikan vokasi yang sangat relevan dengan core competence urusan pilihan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.
mengadopsi model pendidikan vokasi di Unhan, dapat diadaptasikan ke dalam model implementasi kebijakan pembangunan di tingkat daerah.
muaranya bisa bermakna dan berdampak bagi upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat.
"Evaluasi menunjukkan bahwa birokrasi pemerintah provinsi NTT perlu semakin solid, disiplin, berkarakter tangguh dan berkinerja lebih,
agar mampu menjawab tantangan nyata, terutama keterbatasan kapasitas fiskal daerah dalam mendukung program pembangunan."|Yos Rasi (Kepala BKD NTT)
Yos, menjelaskan, mendukung target Pendapatan Asli Daerah (PAD) IDR 2,8 Triliun Tahun 2026, dibutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya cakap secara teknis.
lebih dari itu, seorang pemimpin harus mampu menggerakkan seluruh potensi dan sumber daya yang ada secara efektif dan efisien.
"oleh karena itu, peserta kegiatan retret ini adalah 677 pejabat struktural yang merupakan unsur pimpinan di setiap unit dan sub unit organisasi pemerintah daerah Provinsi NTT."|Yos Rasi (Kepala BKD NTT)
Yos, mengatakan, alokasi biaya retret kepemimpinan yang jumlahnya satu miliaran itu, merupakan, bentuk investasi sumber daya manusia, khususnya pejabat struktural lingkup Pemerintah Provinsi NTT.
Biaya ini sepenuhnya digunakan untuk transportasi, akomodasi, konsumsi dan narasumber.
sedangkan perlengkapan pribadi ditanggung oleh masing-masing peserta.
"lebih lagi bagi peserta dari cabang dinas/UPTD di luar Pulau Timor harus menanggung sendiri biaya perjalanan menuju Kupang dan kembali dari Kupang."|Yos Rasi (Kepala BKD NTT)
Yos, menegaskan, Pemprov NTT tidak menganggarkan sepeserpun uang saku dan kebutuhan pribadi lainnya bagi peserta.
Unhan Ben Mboi Belu menjadi pilihan lokasi kegiatan, karena lingkungan kampus pertahanan identik dengan nilai disiplin, tanggung jawab dan cinta tanah air, selaras dengan peran ASN sebagai Abdi Negara.
selain itu, kampus pertahanan memiliki SDM dan sarana pembinaan kepemimpinan, penguatan fisik, bela negara yang lebih kondusif dibandingkan hotel, kantor atau tempat lainnya.
"Kampus ini merupakan salah satu aset strategis nasional yang berada di Nusa Tenggara Timur yang patut dimanfaatkan untuk kebutuhan pembangunan daerah."|Yos Rasi (Kepala BKD NTT)
Yos, mengatakan, kegiatan retret ini, didesain untuk membekali para peserta dengan kemampuan kepemimpinan, bela negara dan sinergi lintas organisasi dalam rangka mendukung percepatan pencapaian visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur NTT.
demikian juga dengan para peserta juga belajar berbagai praktik baik dari daerah-daerah lainnya di Indonesia dari para narasumber yang berkompeten.
"Baik yang hadir secara langsung maupun yang menyampaikan materi secara daring seperti dari Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertahanan, Kejaksaan Tinggi dan Badan Pendapatan dan Aset Daerah Provinsi Bali."|Yos Rasi (Kepala BKD NTT)
Yos, mengatakan, para peserta diwajibkan untuk mempresentasikan dan mendiskusikan dalam FGD rencana aksi yang akan dilaksanakan pasca retret, baik untuk jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang.
Rencana aksi tersebut adalah langkah-langkah konkret untuk percepatan pencapaian visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, termasuk langkah teknis yang patut diambil oleh setiap perangkat daerah untuk menyukseskan target PAD dan kemajuan pembangunan bagi masyarakat NTT.
selain menghasilkan rencana aksi, kegiatan ini juga dirancang agar masyarakat merasakan dampak nyata, antara lain dengan penyerahan bantuan kepada masyarakat dan bakti sosial para peserta.
Kegiatan retret juga memberikan dampak multiplier effect ekonomi bagi masyarakat lokal, melalui peningkatan permintaan terhadap barang dan jasa lokal dari para peserta.
Peserta yang dimaksud, antara lain: unsur Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator dan Pengawas yang akan melakukan pembelanjaan produk masyarakat yang dijual untuk perputaran uang guna peningkatan pendapatan masyarakat lokal seperti konsumsi, jasa transportasi, dan produk-produk UMKM.
Pemerintah Provinsi NTT menegaskan, kegiatan ini bukan pemborosan, melainkan langkah strategis membangun birokrasi yang lebih profesional, disiplin, agile dan responsif.
"yang mana sama sekali tidak menggeser fokus pelayanan kepada masyarakat, tetapi direncanakan secara matang untuk mempertajam fokus dan memperkuat komitmen agar pelayanan kepada masyarakat menjadi semakin optimal."|Yos Rasi (Kepala BKD NTT)
Yos, mengatakan, kritik masyarakat menjadi bagian dari proses evaluasi agar pelaksanaan kegiatan serupa di masa depan semakin transparan, akuntabel dan bermanfaat nyata bagi masyarakat NTT.
BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.
• Informasi Artikel:
| Konteks: Politik,
| Penulis: W.J.B
| Sumber: BKD Prov NTT,
| Penerbit: Kupang TIMES



