Paramount Ganti Nama Jadi 'Skydance' Usai Akuisisi dan Merger dengan Warner Bros.!

Edisi: 1.553
Halaman 1
Integritas |Independen |Kredibel

      Potret: KP|Properti

Ringkasan Berita:

• Paramount-Warner Bros akan berganti nama menjadi Skydance setelah merger selesai.

• Saham Kelas B akan dipindahkan dari Nasdaq ke NYSE pada 6 Oktober dengan kode saham 'SKYD.'

• Perusahaan gabungan menargetkan penghematan biaya sebesar USD 6 Miliar dan memiliki utang sekitar USD 80 Miliar.

HOLLYWOOD, KUPANG TIMES – Mega-Konglomerat di industri hiburan resmi memiliki nama Skydance. — setelah selesainya merger senilai USD 110 Miliar antara Paramount dan Warner Bros Discovery, Selasa (06/10/26).

berdasarkan dokumen perusahaan yang dilaporkan oleh Anadolu Agency: 'entitas gabungan tersebut secara resmi akan bekerja di bawah bendera perusahaan Skydance Corporation.'

Pendiri Skydance, David Ellison, mengumumkan nama baru tersebut, Jum'at (02/10/26), dalam cuitan di X (sebelumnya Twitter). 

alih-alih menciptakan nama hibrida yang canggung seperti: "ParaBros" atau "WarnaMount" yang populer di internet.

dikutip dari Variety, CEO Paramount Skydance, Ellison memilih untuk menggunakan nama studio independen yang ia dirikan dua dekade lalu.

Identitas perusahaan baru tersebut akan menjadi payung besar di atas studio-studio legendaris Hollywood, keduanya akan tetap mempertahankan merek mereka yang berorientasi pada konsumen.

"Keduanya memiliki identitas yang berbeda, warisan luar biasa, dan merek yang telah beresonansi dengan audiens selama beberapa generasi, 

Kami menginginkan nama yang akan memberikan identitas tersendiri bagi perusahaan gabungan tersebut, sekaligus memungkinkan Paramount dan Warner Bros. — dan semua merek luar biasa kami — untuk tetap menjadi sorotan."|cuit Ellison di X, dikutip dari The Hollywood Reporter

bersamaan dengan penutupan transaksi, perusahaan Skydance Corporation akan mengubah akta pendiriannya dan memindahkan saham biasa Kelas B-nya dari Nasdaq ke Bursa Efek New York. 

berdasarkan dokumen yang ditinjau oleh Anadolu Agency, Perdagangan dijadwalkan dimulai, Selasa (06/10/26) dengan simbol ticker SKYD, menggantikan simbol PSKY sebelumnya. 


Sebuah Rumah Merek-Merek Warisan, 

dalam kekayaan media, promosi merek perusahaan seringkali tetap berada di balik layar sementara merek konsumen menjadi pusat perhatian. 

dilansir dari Hollywood Reporter, meskipun Disney dan Netflix adalah nama-nama yang dikenal luas di kalangan konsumen, perusahaan induk seperti Comcast atau Viacom secara historis beroperasi di belakang layar.

Berdasarkan kesepakatan baru ini, Skydance bertindak sebagai perusahaan induk untuk sejumlah perusahaan hiburan raksasa. 

Portofolio gabungan ini menyatukan perusahaan film seperti Paramount Pictures dan Warner Bros, bersama dengan perusahaan streaming besar, seperti: Paramount+ dan HBO Max.

Sisi televisi akan menyatukan CBS, CNN, MTV, TBS, Comedy Central, dan Food Network, menciptakan perpustakaan besar yang menampilkan: Harry Potter • The Lord of the Rings • Game of Thrones • DC Universe • Yellowstone • Mission: Impossible • Top Gun • dan program anak-anak Nickelodeon.

dikutip dari Deadline, salah satu korban dari keputusan perubahan merek ini adalah Discovery Communications. 

Setelah go public pada tahun 2008 setelah puluhan tahun berkiprah di televisi kabel, nama Discovery tidak akan lagi muncul dalam judul perusahaan.

mengatasi Hambatan Hukum dan Regulasi, 
Jalan menuju merger itu panjang dan penuh persaingan. 

Anadolu Agency menjelaskan, bagaimana Paramount awalnya mengalahkan tawaran Netflix, yang sebelumnya telah mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi studio dan aset streaming Warner Bros.

Transaksi tersebut juga menghadapi hambatan regulasi. 

Deadline melaporkan bahwa; gugatan anti-monopoli di 12 negara bagian yang dipimpin oleh jaksa agung negara bagian dan didukung oleh Writers Guild of America berupaya untuk memblokir kesepakatan tersebut, dengan alasan bahwa kesepakatan itu menciptakan monopoli ilegal.

Hambatan utama terakhir muncul pada tanggal 30 September, ketika seorang hakim federal menyetujui penyelesaian. 

Sebagai bagian dari keputusan persetujuan lima tahun, perjanjian tersebut mewajibkan pemisahan operasional di segmen bisnis tertentu untuk mencegah salah satu studio lama dibubarkan, sebuah persyaratan struktural yang juga mendukung mempertahankan kedua nama studio tetap utuh di bawah bendera netral Skydance.


Pendanaan dan Gunung Utang senilai USD 80 Miliar, 

membangun kerajaan hiburan baru ini membutuhkan arsitektur keuangan yang rumit. 

berdasarkan rincian keuangan yang diuraikan oleh Variety, transaksi tersebut bergantung pada campuran ekuitas, obligasi, dan pinjaman.

Paramount mengatur penerbitan obligasi dalam mata uang dolar AS senilai lebih dari USD 42 Miliar • surat utang dalam mata uang euro senilai EUR 885 Juta /atau SD 993 Juta, dan pinjaman berjangka dengan total USD 8,5 Miliar dan EUR 850 Juta /atau USD 954 Juta. 

di sisi ekuitas, pendiri Oracle, Larry Ellison, ayah dari David Ellison, secara pribadi menjamin hingga USD 46,7 Miliar.

selain itu, instrumen investasi yang berafiliasi dengan dana kekayaan negara dari Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab menyumbangkan sekitar USD 24 Miliar bersama dengan RedBird Capital Partners. 

dikutip dari Variety, ketiga dana Timur Tengah tersebut, secara kolektif akan memegang 38,5% saham di entitas gabungan tersebut. 

Kendali perusahaan akan berada di tangan David Ellison, Larry Ellison, dan pendiri RedBird, Gerry Cardinale.

terlepas dari skalanya yang sangat besar, raksasa baru ini menghadapi tekanan keuangan yang mendesak. 

Variety menyoroti, Skydance memulai operasinya dengan beban utang gabungan lebih dari USD 80 Miliar yang diwarisi dari akuisisi perusahaan sebelumnya dan kesepakatan pembiayaan baru.

Perombakan Kepemimpinan dan Eksekutif, 

David Ellison akan menjabat sebagai ketua dan kepala eksekutif, dan mantan kepala Mattel, Ynon Kreiz, akan menjabat sebagai co-CEO mulai Senin, 5 Oktober 2026, hanya sehari sebelum transaksi ditutup, seperti yang dilaporkan oleh Anadolu Agency .

Jajaran eksekutif di bawah mereka sudah mengalami perubahan. 

sumber terpercaya mengatakan kepada Variety bahwa; Michael De Luca dan Pamela Abdy, kepala bersama Warner Bros. 

Motion Picture Group, akan meninggalkan perusahaan setelah merger. 

Eksekutif film Paramount, Dana Goldberg dan Josh Greenstein, akan mengambil alih manajemen kedua studio film tersebut.

di bidang streaming, Casey Bloys, kepala HBO dan HBO Max, siap mengambil alih divisi streaming gabungan setelah kepergian Cindy Holland, yang sebelumnya memimpin Paramount+. 

sementara itu, Variety melaporkan bahwa Ellison telah mengadakan diskusi dengan kepala CNN, Mark Thompson, untuk tetap memimpin jaringan berita tersebut, meyakinkan staf yang khawatir akan potensi tumpang tindih operasional dengan CBS News.

"apa yang dulunya merupakan puncak, kini hanyalah permulaan,

dengan menggabungkan mereka, kita tidak menulis ulang sejarah — kita melengkapi studio-studio ikonik ini dengan mesin yang lebih ampuh."|cuit Ellison (CEO Skydance Corporation) di X, dikutip dari Deadline


TIMELINE Paramount Skydance akuisisi Warner Bros Discovery, 

Pemegang saham Warner Bros. Discovery (WBD) menyetujui merger senilai USD 110 atau sekitar IDR 1.892 Triliun (asumsi Kurs IDR 17.200 per USD) dengan Paramount Skydance (PSKY). 

Persetujuan ini menjadi langkah penting dalam transaksi besar di industri media global, sekaligus memicu tekanan pada saham Paramount setelah pengumuman tersebut.

dalam keterangan resminya, Rabu (23/04/26), Warner Bros Discovery menyampaikan bahwa; berdasarkan hasil sementara rapat umum pemegang saham, mayoritas investor menyetujui penggabungan usaha tersebut.

CEO Warner Bros Discovery, David Zaslav mengatakan, persetujuan ini sebagai langkah krusial menuju penyelesaian transaksi bersejarah yang diharapkan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.

meski telah disetujui, proses merger belum sepenuhnya rampung. 

transaksi tersebut masih menunggu persetujuan regulator dan ditargetkan selesai pada Kuartal III 2026. 

Kalahkan Netflix dalam Perebutan Akuisisi,

dikutip dari Yahoo Finance, Jum'at (24/04/26), persetujuan tersebut mengakhiri proses panjang yang sebelumnya melibatkan Netflix (NFLX).

awalnya, Netflix memenangkan penawaran akuisisi Warner Bros Discovery dengan nilai hampir IDR 1.428 Triliun (setara USD 83 Miliar).

Namun, Paramount kemudian mengajukan tawaran lebih tinggi, yakni: sekitar IDR 533.200 per saham (setara USD 31) ditambah biaya terminasi sekitar IDR 48,16 Triliun (setara USD 2,8 Miliar) untuk membatalkan kesepakatan dengan Netflix.

Gabungan Raksasa Streaming, 

Merger tersebut akan menggabungkan layanan streaming HBO Max dan Paramount+ menghadirkan portofolio konten yang luas dalam satu platform. 

berbagai judul populer seperti: “Sopranos” • “SpongeBob SquarePants” • “Euphoria” • hingga “Harry Potter” akan berada dalam satu ekosistem. 

Zaslav meyakini, kombinasi ini akan melahirkan perusahaan media dan hiburan generasi baru. 

Analis Needham, Laura Martin memperkirakan, entitas gabungan ini akan memiliki sekitar 200 juta pelanggan streaming secara bruto, menjadikannya salah satu pemain terbesar di industri, hanya di bawah Netflix.

Laura menilai, perusahaan hasil merger tidak lagi mengoperasikan beberapa layanan OTT kelas menengah, melainkan satu platform global yang lebih kompetitif dalam hal waktu konsumsi pengguna, kekuatan harga, dan monetisasi iklan.

selain itu, perusahaan gabungan ini akan memiliki dua perpustakaan film dan televisi terbesar serta portofolio hiburan yang kuat, mencakup film layar lebar, televisi, olahraga, berita, hingga layanan direct-to-consumer (DTC). Paramount Skydance juga sebelumnya menyatakan komitmennya untuk memproduksi setidaknya 30 film bioskop setiap tahun.

Netflix beralih fokus, 

di sisi lain, Netflix memilih melanjutkan strategi bisnisnya secara mandiri. 

Investor sebelumnya mengkhawatirkan beban utang yang akan muncul jika akuisisi tetap dilanjutkan. 

setelah kesepakatan batal, pasar merespons positif. 

Analis BMO, Brian J. Pitz menilai prospek Netflix menjadi lebih jelas, karena investor kembali fokus pada fundamental inti dan potensi pengembangan bisnis iklan bernilai lebih dari dari USD 10 Miliar dalam jangka panjang.

BERSUARA KERAS untuk Demokrasi dan Keadilan dan Kejujuran.

• Informasi Artikel:

| Konteks: Bisnis, 

| Penulis: W.J.B

| Sumber: Variety, Hollywood Reporter, Paramount, Warner Bros Discovery, 

| Penerbit: Kupang TIMES

Posting Komentar

0 Komentar
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.

Top Post Ad

Below Post Ad

Copyright © 2022 The Kupang Times Newsroom.com ™ Design By The Kupang Times Newsroom.com ®